Enjoy this story…
*****************************
“TIDAK!! Kamu tidak boleh ikut acara itu!! Sadar nak! Kamu ini
wanita! WANITA!” seorang pria tua memakai kacamata tebal itu berteriak
sambil membentakkan tangannya di atas meja tamu. Matanya membesar
menatap ke arah gadis cantik yang ada di depannya yang tak lain adalah
anaknya.
“sudah pak sudah! Jangan di teruskan! Malu pak sama tetangga!”
seorang wanita yang sudah berusia kira kira 45 tahunan itu memeluk
suaminya yang sedang memarahi anaknya itu.
“sudahlah Ma!! Kamu tidak malu sama tetangga? Mau dikemanakan muka
kita?? Anak lulusan akademi Fashion ternama malah jadi tukang sulap
murahan!!” kata pria itu membentak lagi.
“Cukup yah cukup!!! Eva bakal buktiin kalo Eva bisa jadi pesulap
hebat yang terkenal!!” gadis cantik yang menyebut dirinya Eva
memalingkan tubuhnya dan berlari menaiki tangga menuju kamarnya sambil
meneteskan airmata.
“kenapa semua orang tidak pernah menyetujui ideku? Apa aku salah memilih
jalanku sendiri?!!” kata Eva dalam hati sambil mengemasi barang
barangnya.
“cici mau kemana?” seorang anak kecil masuk. Dari postur tubuhnya
sudah terlihat sekali kalau anak itu masih duduk di bangku sekolah
dasar.
“cici mau ke Jakarta Han, kamu di sini sama papa sama mama ya…” Eva
mengusap usap kepala anak kecil yang memiliki wajah sangat polos itu.
“Terus siapa yang main sama Handy lagi?” kata anak kecil itu kecewa.
“kamu main sama ci Sherin aja ya…ya udah sayang, cici berangkat dulu”
mata Eva masih berkaca kaca menahan tangisnya, rasanya tidak tega untuk
meninggalkan adiknya sendirian di rumah denga kedua orang tua yang
menurutnya terlalu banyak aturan.
“Siau Xin ya ci” kata anak kecil itu menggunakan bahasa mandarin. (Siau Xin : Hati hati)
“iya…kamu juga thu su yang pinter ya” Eva membungkukkan tubuhnya
hingga mukanya berhadap hadapan dengan adiknya kemudian dengan kedua
tangannya mengusap lagi kepala adiknya. (Thu su : Sekolah)
“emm” anak kecil itu mengangguk polos.
Eva berjalan menuruni tangga rumahnya. Ia melihat isi rumah sudah kosong. Tak terlihat lagi ayahnya yang tadi memarahinya.
“Va, ambil ini nak” tiba tiba Ibunya datang menghampiri Eva yang
sedang berjalan menjinjing tas hitam kulit miliknya dan memberikan
sejumlah uang kepadanya.
“Xie xie ma, Eva pergi ya” Veve memeluk ibunya sebelum ia pamit untuk pergi ke Jakarta. (Xie Xie : Terimakasih)
Eva menaiki mobil Toyota Alphard dengan sticker yang bertuliskan ‘The
Master’ pada bagian kaca belakangnya. Di dalam mobil itu sudah ada
beberapa peserta juga yang semuanya adalah pria. Hanya Eva yang wanita
di dalam mobil itu. Membuatnya sedikit was was berada di dalam situ.
“halo…boleh kenalan??” kata seseorang yang ternyata bernama Aldi
sambil memainkan Trik sulapnya tiba tiba keluar sekuntum mawar merah di
hadapan Eva.
“boleh..aku Angelina Eva Zhi” Veve menjulurkan tangannya menjabat tangan Aldi dengan senyum ramahnya.
“nice name…” kata Aldi singkat.
“hmm?” Eva mengernyitkan matanya ketika pandangannya tertuju pada sosok orang berkacamata dan mermuka dingin.
“Joe??” Eva menyapa orang yang ia lihat dengan agak tidak yakin.
Orang yang di panggil Joe itu mengalihkan pandangannya ke wajah Eva yang bisa dibilang cantik jelita. “Va?” katanya singkat.
“kamu ikutan The Master juga Joe?” kata Eva agak bingung.
“iya…kita bakal jadi musuh nih di sana” kata Joe Sandy sambil menyunggingkan senyumnya.
“eh eh..kenalan juga dong…huu masa gua ga kenalan” tiba tiba seorang
pria muda asal Minang yang memiliki sosok charming dan unik memecah
keheningan sesaat di mobil.
“Eva” kata Eva sambil menjabat tangan pria itu.
“Richard Rain” balas pria itu.
“Jelek banget nama kok Eva..kampungan!…mending Angel aja” kata
seorang lagi yang duduk di kursi paling depan, tepatnya sebelah kursi
supir.
“ya terserah deh mau panggil apa” kata Eva mulai sedikit kesal dengan orang yang sepertinya angkuh itu.
“Bu, santai aja kale…gitu banget lu sama cewe!” kata Richard mencela orang yang ternyata bernama Abu Marlo.
“kan lebih bagus di panggil Angel…ya gak Di?” Abu memalingkan wajahnya kebelakang kearah Aldi duduk.
“yo i..bener banget..kita panggil Angel aja ya” akhirnya Veve
mendapat panggilan baru, yaitu Angel dari teman teman The Master. Angel
meng-iyakan tawaran mereka. semua yang ada di dalam mobil tertawa riang
karena sifat Aldi yang periang dan bisa menghibur.
“By the way, kamu aliran apa Ngel?” tanya Richard di tengah banyolan konyol yang di lontarkan Aldi.
“aku Mentalist..hehe..kamu apa chard?” kata Angel sedikit tersenyum malu.
“Halusionist” jawab Richard singkat.
“wah, kamu bisa bikin banyak halusinasi ya?…cerita cerita dong” kata Angel dengan Nada yang sedikit ingin tahu.
“hmm liat aja nanti di show..hehe”
Singkat cerita, kandidat The Master season 1 tiba di depan sebuah
gedung tinggi dan ada sebuah tulisan PT.Rajawali Citra Televisi
Indonesia. Mobilpun berhenti di depan lobby dan pintu mobil terbuka
dengan sendirinya. Di depan lobby, sudah berdiri seorang pria dengan
pakaian hitam hitam, tingginya kira kria 195 centimeter, Dia adalah
Deddy Corbuzier. Kelima orang kandidat itu turun dari Mobil dan berdiri
tegak di depan Deddy.
“selamat datang di The Master Duel Big Five” kada Deddy sambil menjabat tangan para kandidat.
“hmm..selamat datang Angel” kata Deddy singkat ketika tangannya menjabat tangan Angel.
Setelah mendapat sambutan dari Deddy Corbuzier, mereka berlima masuk
menuju tempat dimana mereka akan latihan. Angel melihat keadaan sekitar
panggung dan ia agak sedikit bingung untuk menampilkan pertunjukan apa
nanti malam. Ia hanya terdiam sambil duduk di atas kursi penonton yang
berada di depan panggung.
“hayoo kok bengong aja? Nih buat kamu, minuman kesukaanmu kan?” Joe
tiba tiba datang membawa 2 gelas minuman berisi Ice Lemon Tea.
“kok kamu tau sih aku suka Ice Lemon Tea? Hehe..” Angel bangkit dari
duduknya kemudian mengambil salah satu gelas minuman yang di bawa Joe.
Joe berjalan mengambil posisi kemudian duduk di sebelah Angel. Jari
telunjuk dan jari tengahnya menjadi satu dan mengarahkannya ke atas
keningnya kemudian bergerak lagi ke kening Angel. Sekarang Angel tau apa
yang di maksud Joe. Dia tau bahwa Joe telah membaca pikirannya.
“sekarang kenapa? Kok bengong?” kata Joe bertanya lagi.
“ga apa apa Joe, Cuma bingung aja mau nampilin apa nanti” wanita cantik itu kelihatan sangat bingung sekali.
“hmmmm…kamu coba liat master Deddy deh, dia kan jago tuh, coba kamu
bisa ngobrol sama dia, masalahnya aku juga bingung mau mentasin apa
nanti” kata Joe sambil menyeruput ice lemon tea yang ia pegang.
Mereka berdua mengobrol terus, bertukar pengalaman dan saling
bercanda riang. Tak terasa waktu di studio menunjukkan pukul 18.00 WIB.
Semua kandidat The Master pergi ke kamarnya masing masing untuk
mempersiapkan segala pertunjukan yang akan di tampilkan nanti malam.
Tetapi memang hari ini bukan keberuntungan Angel, karena kamarnya jauh
dari semua orang. Jalan menuju kamarnyapun agak sepi dan jika Angel
bukan seorang mentalist, pasti ia sudah lari ketakutan melewati lorong
lorong yang sepi itu.
“cklek…nggeeeekkkkk” suara deritan pintu yang nampaknya sudah tua ketika Angel membuka pintu itu.
“kok bisa di RCTI memiliki ruang seusang ini” katanya dalam hati sambil mengernyitkan kepalanya heran.
Angel masuk kedalam ruangan yang di dalamnya seperti apartement kumuh
kemudian menaruh tasnya di atas tempat tidur yang masih terselimuti
kain putih. Tetapi, tiba tiba ia tercengang melihat empat orang pria
sudah ada di depannya.
“maaf kalian siapa?” kata Angel berusaha tenang ketika melihat keempat orang itu.
“Hehehe…cakep juga yah bos..ga salah kita milihnya hehehe” kata seorang berseragam OB.
“kita ini pelayan kamu cantik hehehe” kata salah seorang dari mereka yang memakai baju satpam.
“pelayan? Maaf tapi saya tidak panggil anda ke sini” kata Angel mulai panik.
Tanpa basa basi lagi keempat orang itu bergerak maju menuju ranjang
dimana tadi Angel berdiri di sebelahnya. Dengan ilmu mentalist yang
pernah ia pelajari, Angel sudah tau pikiran orang orang yang berjalan
menuju ketempatnya. Ia berusaha mencari cara terbaik untuk keluar.
“kalian mau apa?? Uang?? Ambil di tasku!!” Angel sudah mulai terpojok di ujung tempat tidur.
“Ayo manis kita ga butuh uang lu tapi kita butuh kehangatan
lu…hehehe….” Tangan tangan jahil itu mulai meraba raba tubuh indah Angel
yang sedang terpojok dan panik.
“emmmpphhh jangan!! Toooohmmphhhhhh” mulutnya dibekap oleh tangan salah seorang dari mereka.
Angel meronta ronta ketika tubuhnya di angkat dan dilempar ke atas
tempat tidur yang masih di tutupi kain putih disusul ke empat orang itu
yang mulai menggerayangi tubuh mungil Angel.
“Jo! Tutup mulutnya!! Nih!!” kata salah seorang dari mereka yang bernama Sarmin.
“oke min..beres!” Bejo meraih lakban hitam yang diberkan oleh Sarmin yang kemudian langsung membekap bibir Angel.
“hmmmhhhhhhpppphhhhmmhhphmhphmhhhh” Angel masih tetap meronta ronta walau mulutnya sekarang ini sudah tertutup lakban.
“sekarang mau di apain nih bos?” Tanya Bejo kepada seorang yang di panggil Bos.
“telanjangin dulu aja” kata bos singkat.
“ayoo” tangan Bejo mulai membuka kancing celana jeans panjang milik
Angel dan tangan Sarmin dan seorang lagi bernama Ade mengurus bagian
atasnya.
“De, lu tahan tangannya ke atas! Gua mau bukain bajunya” Sarmin
menyuruh Ade yang kemudian Ade langsung bergerak ke atas kepala Angel
yang sekarang sudah berbaring terlentang di atas tempat tidur. Tangan
Ade yang lumayan berotot itu mencengkram tangan Angel yang sedang
meronta ronta kemudian di satukan di atas kepalanya.
“gile..celana jeansnya ketat banget bos!” Bejo mulai ngos ngosan menarik celana Jeans ketat yang di pakai Angel.
“nih kalo ga bisa” Bos melemparkan sebuah pisau lipat kearah Bejo.
“breett breettt…wwuuiihhh….mulus banget…” Bejo terkesima melihat paha
mulus dan putih milik Angel setelah pisau lipat yang di pegangnya
berhasil merobek celana jeans ketat yang di pakai Angel.
“hhmmffhhhhpppmmmphhh” Angel masih meronta ronta ketika tangan tangan
jahil itu mulai menyerang bagian selangkangannya yang masih di lindungi
celana dalam pinknya.
“buka bajunya Min!” Min langsung bergerak menyingkap kaos putih ketat yang di pakai Angel sampai kedua buah dada Angel terlihat.
“whuaa….tetenya mayan bos!!” Ade berseru kaget ketika melihat Bagian buah dada Angel yang terlindungi oleh bra berukuran 32B.
Mendengar ejekan Ade, wajah Angel menjadi memerah dan tubuhnya masih
meronta ronta. “Wah ini anak ga bisa diem, kita iket aja deh..Jo ambil
kursi di sono tuh” perintah Bos yang kemudian di turuti oleh Bejo yang
sedang asik mengelus elus bagian selangkangan Angel.
“angkat dia! Dudukin di korsi!” Tubuh Angel yang masih terus meronta
ronta tiba tiba jatuh dan terbanting di lantai. Tangannya langsung cepat
menarik lakban yang membekap mulutnya.
“dasar bajingan! Biadap kalian semua!! Lepaskan!!! Ehh….Dukk!!”
pukulan keras langsung menghajar gadis itu di bagian tengkuknya membuat
gadis itu tak sadarkan diri.
“ikat yang kencang!! Jangan ikat kakinya!!” kata Bos.
Bejo, Sarmin dan Ade mengangkat tubuh mungil Angel kemudian
mendudukannya di kursi kayu yang di ambil oleh Bejo. Sekarang posisi
Angel berada di atas kursi kayu dengan tangan terikat kebelakang menjadi
satu, kemudian tubuhnya juga diikat dengan simpul yang melilit silang
silang dan mengaitkannya di masing masing kaki kursi. Tetapi, bagian
kakinya tidak terikat sama sekali dan selangkangannya masih terlindungi
oleh celana dalam yang terlihat sedikit basah.
“byurrr!!” siraman air membangunkan Angel dari pingsannya.
Gadis cantik itu pelan pelan mebuka matanya dan sedikit masih
bingung. Tetapi tak lama kemudian ia sadar bahwa kondisinya sekarang ini
sedang sangat tidak menguntungkan.
“tolongg…kalian mau apa? Lepasin!! Saya mau berlatih!!” kata Angel dengan nada yang sedikit marah.
“hahaha….ini latihanmu sayang!” kata Bos yang kemudian di iringi gelak tawa oleh para anak buahnya.
Perlahan, Bos maju mendekati Angel yang masih menggoyang goyangkan
tubuhnya untuk lepas dari ikatan yang mengikatnya. Ia juga mengatupkan
kedua kakinya sehingga Bos tidak bisa melihat selangkangan Angel yang
indah itu.
“ga apa apa, kamu katupin aja Ngel, hmmm..srruupppp srrlluurrppp” Bos
langsung mencium belahan yang diciptakan akibat katupan pahanya.
Kumisnya yang sedikit tajam membuat Angel kegelian sehingga kakinya tak
kuat menahan rasa geli dan pertahanan pertama Angel sudah berhasil di
bobol oleh Bos.
Serbuan bibir Bos mulai menelusuri daerah bibir vagina Angel yang masih terlindungi celana dalam pink miliknya.
“ayo bos!! Hajar…” sorak sorai anak buahnya menambah semangat bos mencumbui daerah selangkangan gadis itu.
“nggghhh…janggaannn….hentikan…” Angel mulai panik karena kedua tangan
bos mencengkram kedua pinggangnya dan menyelipkannya di antara celana
dalamnya kemudian meloloskannya hingga lepas.
“Bos, dia ini tukang sulap lho!” kata salah seorang anak buah bos.
“masa?? Hei..coba kamu tebak, angka berapa yang aku pikirkan?! Kalau
salah kamu akan tahu akibatnya!” perintah bos yang menatap Angel.
“tiga puluh tujuh” kata Angel sedikit tak yakin.
Memang benar angka yang di pikirkan bos adalah tiga puluh tujuh, tetapi bos tidak mau mengakuinya.
“Salah!” kata bos.
“ngghhhh..aaaaaaaaaahhhh hentikannn….!!ohhhhhhh” Angel merintih
keenakan karena bos langsung mencumbui vaginanya yang di tumbuhi sedikit
bulu halus.
Dalam posisi terikat seperti itu, Angel sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi selain menunggu ada yang menyelamatkannya.
“ngeeeeeeeeeekkk…krriiitttttt” suara pintu ruangan itu kembali
terbuka. Seorang berbadan besar dan tinggi mulai tampak samar samar dari
pintu.
“Abu?! Tolongin aku !!” kata Angel mengiba sambil menggeliatkan tubuhnya yang masih terikat.
“Bos! Mau kita apain nih cewe cantik?” kata si bos kepada Abu.
Abu menyunggingkan senyumnya penuh kemenangan. “Gue ga suka kalo cewe
ikutan The Master! Makanya lu mesti gue kasih pelajaran biar lu ga
betah di sini…” Abu mengatakannya dengan nada penuh dendam.
“Abu jangan….eeempphhh…lepasinnn!!!” Angel mulai menggeliatkan
tubuhnya karena tangan tangan dari Bejo dan Sarmin mulai menggerayangi
tubuhnya.
“sreeettt..”Abu meloloskan celananya hingga terlihatlah penisnya yang
pajangnya 20 cm dan berdia meter 5 cm dan sudah mengacung di depan
gadis cantik yang sedang terikat itu.
“Abu..jangann….please..aku masih perawan!!” Angel kembali mengatupkan kedua pahanya.
“Eh Jo! Min! kalian berdua pegangin pahanya! Gue mau merawanin perek
ini dulu” kata Abu yang berjalan maju mendekati Angel kemudian Bejo dan
Sarmin yang tadinya meraba raba tubuh angel langsung memegangi kedua
paha Angel agar mengangkang.
“Abuuu!! Jangan!!! Ngghhhhhhhh” Angel kembali mendesah karena Bejo
dan Sarmin bukan hanya memegangi kedua paha Angel, tetapi tangan mereka
satu lagi meremasi juga buah dada yang ranum milik Angel.
Abu sudah memposisikan dirinya di depan Angel yang hanya bisa pasrah
menerima keperawanannya yang sudah ia jaga untuk di persembahkan kepada
suaminya kelak malah akan hilang di rengut oleh Abu. Penis bersar Abu
perlahan lahan mulai membelah bibir vagina Angel yang masih tertutup
rapat.
“nggghhhh….ampunn Bu..sakitttt” Angel meringis menerima benda tumpul yang belum pernah masuk kedalam lubang vaginanya itu.
“hmm..gila..sempit banget…..ahhh” Abu juga merancau merasakan vagina Angel yang masih perawan itu.
“Aahh….hentikann…sakittt…aaaaaahhhhhhhhhhhhh” Angel berteriak memekik
menahan rasa sakit yang ia rasakan karena baru saja Abu menyentakkan
penisnya hingga merobek selaput daranya dan penis itu sudah masuk
seluruhnya terbenam di vagina Angel.
“Ahhh….hkk…hkk…” Angel mulai menangis terisak menyesali apa yang
sudah ia alami sekarang. Ia berfikir, apabila ia mengikuti nasehat
ayahnya untuk tidak ikut The Master, pasti ia tidak akan mengalami nasib
yang seperti ini. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, penderitaan Angel
belum selesai sampai disini.
Abu mulai menarik penisnya sehingga bibir vagina Angel juga ikut
tertarik keluar. “aaaahhhh…sakittttt” Angel merintih kesakitan karena
setelah penis itu di tarik setengahnya kemudian di hetakkan lagi oleh
Abu.
Abu mulai mencoba menggoyang goyangkan penisnya di dalam lubang
vaginanya. Sementara ke dua pria yang ada di belakang ya itu bos dan
Ade, juga ikut maju bergabung dengan Sarmin dan Bejo kemudian mengocok
penis mereka masing masing di dekat Angel.
Wajah Angel bersemu merah menahan rasa sakit yang ia terima akibat
penis Abu dan panasnya ruangan yang tak berAC ini. Sementara tubuhnya
juga mengejang sesaat ketika penis itu melesak masuk bergesekan dengan
dinding vaginanya kemudian melemas menerima rangsangan kenikmatan yang
di timbulkan oleh gesekan penis Abu dengan dinding vaginanya.
“Ngghhhaaaaaaaaaahhhhhhhh” Angel mendesah panjang. Baru beberapa
menit Abu, mengocok vagina Angel dengan penisnya, wanita ini sudah
orgasme. Dinding vagina Angel terasa berdenyut denyut meremasi penis Abu
yang berada didalam vaginanya.
“wah gila…udah ngecrot dia…” kata Abu mengejek Angel yang saat ini sudah lemas.
“udah Abu…ngghhhh sakittt” kata kata itu masih terus keluar dari
bibir Angel walaupun penis Abu sudah tak kesusahan lagi bergerak di
dalam vagina Angel.
Abu tidak menghiraukan rintihan Angel. Setelah beberapa menit
membiarkan penis itu b berkontraksi oleh vagina gadis cantik itu, kini
ia mulai memaju mundurkan lagi penisnya.
“ngghhhhhooaaaaahh……ammpuunn…nggghhhhhhhh” meringis lagi menahan rasa
ngilu, sakit dan bercampur nikmat karena gesekan yang tadi sempat
terjadi, sekarang terjadi lagi.
“Ayoo Ngel…puasin gw..!!” Abu mempercepat Frekuensi genjotannya membuat Angel makin merintih kesakitan.
“ahhhh ampuunnnn aahhhhhh..ccrrrtttttt….crroottt crrootttt” gelombang
orgasme melanda Angel dan Abu hampir bersamaan. Abu menyentakkan
penisnya beberapa kali dan memuntahkan lahar panas itu di dalam vagina
Angel. Tak lama setelah itu, Ia perlahan mengeluarkan penisnya dari
vagina Angel yang di iringi dengan luberan sperma, cairan cinta
bercampur darah keperawanan Angel.
Gadis cantik yang masih terikat itu hanya bisa menangis ketika keperawanannya sudah hilang dan Abu tersenyum licik padanya.
“Ampun Bu!! Udah cukup….” Angel sudah kelelahan karena orgasme yang baru saja melandanya.
“aughhh…arrhhhh..makan ni peju!!croott crrottttt…” Bejo mendekatkan
penisnya di dekat wajah Angel yang kemudian menumpahkan spermanya di
atas wajah Angel dan membasahi pipi Angel.
”mmmphhhhhhmmmmmmpppphhhhhhh” Angel meronta ketika kepalanya di tahan oleh Abu.
“Ayo Min! Muncratin lagi!!” perintah Abu.
“arrrgghhh bentar bos!! Hgghhggghhh…isepin non isepin!!!” Sarmin
menaiki kursi yang di duduki Angel itu kemudian mengarahkan penisnya ke
depan bibir gadis cantik yang berada di depannya.
“mmpppphhhh..aaaaaaahhhhh…mmphhhhh” Angel masih saja menutup
mulutnya, tetapi Abu memencet puting payudaranya sebelah kiri membuat
gadis cantik itu berteriak dan mulutnyapun terbuka dan Hap! Penis hitam
yang berukuran sedang itu masuk dengan sukses kedalam rongga mulut
Angel.
“Ayo non…yang semangat dong…..” Sarmin merancau tak karuan sambil
memegangi kepala Angel kemudian menggerakkannya maju mundur mengocoki
penisnya.
Angel si gadis malang itu hanya bisa pasrah menerima perlakuan Sarmin
yang sedikit kasar. Sementara Abu sudah berpakaian lengkap berdiri di
depan Angel yang masih di kerubuti oleh Sarmin, bos dan Ade.
“bos, gua pamit ya..masih ada kerjaan” Bejo meninggalkan ruangan itu setelah berpamitan dengan Abu.
“wah gile…nggghhh….Angellll..ahhhhh” tak lama kemudian, penis milik
bos berkedut kedut dan menyemprotkan spermanya di atas kelopak mata
Angel yang membuat gadis itu memejamkan matanya.
Sarmin mulai mempercepat Frekuensi genjotannya sehingga membuat kursi
yang di duduki Angel mulai bergoyang hebat. “ayooo..nggghhhhh Telen
nih!! Crrrottt..crroottt…crrotttt!!” sperma Sarmin menyembur dengan
sukses di dalam rongga tenggorokan Angel. Sesaat kemudian penis itu
terlepas dari mulut Angel.
“uhhukk…uhhukkk…engghhhhhh” Angel menjerit kecil ketika penis Ade memuncratkan spermanya di tubuhnya.
Ketiga orang itu memakai pakaiannya masing masing dan berpamitan dengan Abu.
“Thanks Bu udah kasih gue cewek hot…gak salah gue jadi koordinator
The Master hehehe” kata bos sambil terkekeh kekeh dan memakai seragam
hitam yang di sebelah saku kirinya bertuliskan RCTI.
“Ngel, semua Video hot tadi udah gue rekam di sini” Abu menunjukkan sebuah handycam mini DV kemudian tersenyum licik.
“Kalau kamu sampai berani bilang sama siapa siapa, Video ini akan
sampai di depan rumahmu” setelah berkata demikian, Abu pergi
meninggalkan Angel seorang diri yang masih dalam kondisi terikat.
Angel sama sekali tidak bergerak. Ia menunduk dan menangis. Ia
menyesali nasibnya sekarang. Tetapi ia melihat jam sudah menunjukkan
pukul 20.00 bertarti 1 jam lagi The Master akan segera di mulai. Dengan
keahliannya, ia mulai mengeluarkan ilmu mentalisnya. Ia membayangkan
tubuhnya lebih kecil dari sebelumnya sehingga, tak lama kemudian Angel
bisa melepaskan tali tali itu dan setelah itu ia memakai bajunya kembali
serta mencuci muka yang belepotan sperma yang mengering. Angel membawa
tas nya keluar dari ruangan kumuh itu, berjalan di lorong yang hanya di
terangi beberapa lampu membuat suasana di sana semakin mencekam.
Langkahnya sedikit tertatih tatih mengingat dirinya baru saja di
perawani oleh Abu. Dan pukul 21.00 The Masterpun di mulai. Angel tampil
memukau di penampilannya yang pertama di depan layar kaca. Dan har itu
Aldi Sungkar harus tersisihkan pertama. Sosok orang yang periang dan
ceria harus pergi paling awal. Angel semakin takut karena sekarang ini
kalau ia tidak tereleminasi, otomatis ia akan menjadi budak seks dari
Abu.
-TAMAT-
By : Henz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar