Panas yang menyengat dan dingin yang menusuk tulang, itulah yang vera
rasakan selama 3 hari ini , jauh darimana mana , jauh dari keramaian ,
di tengah hutan rimba papua, tak jauh darinya terlihat puing dari
pesawat DC 10 yg ditumpanginya.
Pesawat itu seharusnya berangkat dari jayapura menuju jakarta,
membawa rombongan para super model, photograper dan agen serta para
manager setelah mengahdari sebuah acara sosial dan sedikit sesi
pemotretran di bumi cendrawasih itu
Namun tak berapa lama pesawat lepas landas, terjadi kerusakan mesin dan
diperparah dengan cuaca yg tiba tiba memburuk. sang pilot berusaha
membalikkan pesawat menuju bandara , namun sistem navigasi tak berfungsi
, sehingga pesawat sempat berputar putar bebrapa menit sampai akhirnya
jatuh.
kini Vera berada sendirian di tempat yang asing itu. Ia hanya
berharap bahwa signal SOS yg dikirim pilot dapat diterima oleh tim
penyelamat. namun sekarang ia harus berusaha untuk tetap hidup dengan
keadaan yang serba darurat.
Sebenarnya ketika pesawat jatuh ada beberapa org yg selamat , namun
tiga hari tanpa ada pertolongan datang, satu persatu mereka tewas.
Vera termasuk penumpang yg beruntung, ia tak mengerti mengapa ia bisa
selamat tanpa luka yg cukup serius, sehingga membuatnya menjadi kroban
satu satunya yg tetap hidup.
Vera adalah salah seorang top model indonesia, gmbarnya kerap
menghiasi berbagai majalah , terutama majalah pria. Di usianya yg
relatif masih muda ia sudah mendapatkan kehormatan sebagi top model
papan atas. Tentu saja selain bakat , vera juga ditunjang dengan fisik
yg luar biasa, rambutnya yg panjang pernah membawanya menjadi icon
sebuah produk shampo terkemuka, belum lagi pinggulnya yg aduhai ditambah
buah dada 32B yg indah menggoda, dan juga wajahnya yg cantik dengan
darah sedikit oriental.
Gaun malam yg dikenakan malam vera saat ini tentu tak banyak menolong
menghadapi ganasnya cuaca di rimba liar ini , namun hanya inilah
pakaian yg tersisa. Suhu di hutan itu pada siang hari bisa mencapai 38
derajat celcius, pakaian vera kini seolah telah menempel pada kulitnya
langsung.
Pada malan hari , panas berganti menjadi dingin yang menusuk tulang.
Pada hari pertama Vera hanya bisa berdiam diri di dalam puing pesawat,
mencoba bertahan hidup dengan sisa makanan yg ia temukan, tak selangkah
pun ia berani keluar.
Di hari kedua, pesawat tersebut ditemukan oleh suku asmat, namun vera
take berani menampakan diri atau meminta pertolongan, ia terpengaruh
oleh berbagai cerita buruk tentang suku asli papua, hingga ia hanya
bersembunyi sampai mereka pergi. Vera berharap diantara suku asmat
tersebut ada yg cukup mengerti untuk melaporkannya ke pihak berwajib.
Hari ketiga , vera mulai tak nyaman dengan tempat berlindungnya.
Mayat mayat para penumpang lain dapat mengundang bahaya yg lebih besar,
mayat tersebut dapat mengundang binatang buas atau binatang lainnya
mendekati puing pesawat, apalagi ditambah masalah persediaan makanan.
cepat atau lambat makanan dan minuman yg tersedia akan habis juga,
sementarabelum ada tanda tanda regu penolong akan tiba
Akhirnya Vera memutuskan akan mencari sendiri pertolongan dan
meninggalkan lokasi kecelakaan, ia merasa tim penolong tak akan
menemukannya disini, ia pun mengumpulkan makanan yg tersisa dan mulai
berjalan meninggalkan lokasi.
Pagi pagi sekali di hari keempat, vera pergi mencari pertolongan.
suatu perjuangan berat bagi vera karena ia tak terbiasa berjalan di
tengah hutan jauh dari dunia gemerlapnya apalagi pakaiannya sangat tidak
mendukung sekali.
Pagi yg sejuk segera berubah menjadi panas yg menyengat di tengah
hutan, vera terlihat mulai kepayahan namun ia terus berjalan. Satu jam
berjalan, vera sudah bermandikan keringat, gaunnya sudah tercetak
menempel di tubuhnya, ia pun beristirahat sejenak.
Puing pesawat measih terlihat dari kejauhan, vera menatap nanar , ia tak tahu harus berapa lama lagi berjalan.
Tiba tiba dari kejauhan vera melihat ada bubungan asap, sepertinya
dari api unggun atau perkampungan.sejenak vera tercekat sampai akhirnya
ia memutuskan untuk menuju arah asap tersebut.
Sedikit berlari vera bergegas mendekat, semakin dekat ia mencium bau
harum masakan seperti daging panggang, sedikit harapan muncul di benak
vera.
Dari kejauhan ia melihat tenda dan bebrapa orang yg sepertinya orang kota. Vera pun semakin mempercepat langkahnya.
Kemunculan vera di perkemahan tersebut sempat mebuat terkejut para
penghuninya yg ternyata semuanya pria, kelihatannya mereka adalah
pemburu.
“weleh, weleh, weleh, ada bidadari nyasar nih……” kata si jenggot
“kayanya gue kenal nih…kaya yg ada di majalah itu kan…?” ujar si codet
“jangan jangan yg kemaren itu ada di berita, yg pesawat jatuh di papua katanya” kata yg lain
Vera sedikit lega mereka mengenalinya ” betul , saya Vera , pesawat
kami jatuh gak jauh dari sini, tolong antar saya ke kota terdekat..nanti
akan ada imbalannya”
si jenggot tertawa, “ha hah ahahaha…hadiah ya….kenapa menunggu kalau hadiahnya sudah di depan mata..?”
Vera menyadari ada yg tidak beres disini, mereka kelihatannya bukan
orang baik baik. namun belum sempat berbuat banyak salah seorang dari
mereka menangkapnya,
“ayo…kapan lagi nih….bisa ngerasain super model kaya gini..hehehehe..?’
“biar..gue dulu man…” kata si codet
“enak aja loe…gue yg nagkep..geu duluan dong…..” kata si gendut yg menangkap vera
saat mereka bertengkar, vera dapat celah untuk kabur, ia berontak dan langsung berlari secepat mungkin
namun kondisi fisik vera tentu saja tak menunjang untuk melawan mereka, apalagi ia sudah kelelahan.
apalagi mereka semua kelihatan sudah hafal seluk beluk hutan ini.
Si codet tiba tiba muncul menghadang langkah vera dan langsung
menubruk vera jatuh, dengan sisa tenaga yg ada vera mencoba tetap
melawan, ia tendang selangkangan si codet.
IA pun kembali lolos , dan terus berlari tak mempedulikan nafasnya yg kian habis.
Bajunya sudah terkoyak koyak oleh ranting pohon saat ia berlari ,
beberapa bagian tubuhnya mengalami luka gores, namun ia terus berusaha
lari. namun makin lama tenaganya makin habis, apalagi panas terik mulai
membakar habis energinya.
sebuah pondok di kejauhan membangkitkan lagi semangatnya, ia bergegas
menuju kesana, di dinding pondok tersebut tercetak nama sebuah
perusahaan penambang emas di papua.
Dengan panik vera menggedor pintu pondok tersebut.
pintu akhirnya terbuka , muncul seorang pria berpakaian petugas keamanan , kelihatan bersiaga dengan senjatanya.
“tolong saya..” kata vera lalu menjelaskan kejadian yg terjadi dari awal.
satpam itu terdiam sejenak lalu berkata,
” di dalam ada telepon, pakai saja, biar saya jaga disini kalu kalau mereka datang..”
Vera segera menuju ke dalam mencari telepon, ruangan pondokan itu kelihatnnya kurang terawat dan agak bau apek.
Vera akhirnya menemukan telepon, namun ternyata tak ada nada sambung. I acoba berkali kali namun ternyata telepon itu mati.
“maaf , pak..teleponnya….” vera tak dapat meneruskan kata katanya, orang orang yg mengejarnya kini sudah ada disana.
“thanks bro…..loe emang paling top..” kata si jenggot sambil meberi sejumlah uang pada satpam itu
“hehehe..selamat menikmati,..boss” kata satpam itu lalu keluar.
vera sadar ia kini justru terjebak di sarang penyamun. ia tak mampu
melawan lagi saat si gendut menangkapnya dan membawanya ke sbuah kamar
di pondokan tersebut.
si gendut mendorong vera ke tempat tidur , dan dengan borgol dari satpam
ia memborgol tangan vera ke atas kepalanya , terikat ke hulu tempat
tidur.
si gendut tak buang waktu lagi..”hehehehe…show time……..hehehehe” ia
berbisik dan dengan cepat merobek seluruh pakaian vera dan hanya
menyisakan bra dan CD.
itupun tak lama, si gendut dengan cepat menarik bra vera , membuat buah
dada vera yg indah terlihat begitu menggiurkan, buah dada vera bergerak
naik turun seirama denga nafas vera yg panik
“hmm..indah……pasti nikmat juga..hehehehehe…..”
vera dapat merasakan angin dingin bersentuhan langsung dengan
tubuhnya yg telanjang. Ia mengerang dan memggelinjang saat si gendut
dengan penuh nafsu meraup buah dada vera dengan mulutnya dan menyedotnya
bagai bayi raksasa yg kelaparan, sementar buah dada yg lain ia remas
remas.
sejenak ia menghentikan aksinya dan dengan pisau ia merobek cd vera,
kini vera terbaring terikat telanjang bulat disaksikan banyak mata yg
memandanginya penuh nafsu.
si gendut membenamkan kepalanya diantara kaki vera, membuat vera
menarik nafas panjang. ia tak mampu bersuara lagi apalagi bergerak
seluruh kejadian ini telah mengahbiskan seluruh energinya.
si gendut dengan kasar menjilati dan menyedot vagina vera , sementara
kedua tangannya tak lepas dari buah dada ranum itu, ia remas dan cubiti
putingnya, membuat ver amat kesakitan
Vera sempat beberapa kali mecoba meronta, namun dengan tangan terborgol , ap yg bisa dia lakukan..?
tiba tiba tubuh vera mengejang dan menggelinjang saat lidah si gendut menyentuh bagian sensitive clitorisnya.
si gendut tahu ia telah berhasil menemukan G spot vera , maka ia
rangsang terus dengan lidahnya bebrapa saat baru kemudian ia sedot
sedot. diam diam vera mulai menikmati apa yg dilakukan si gendut.
“hahaha..dasar..model perek……keenakan loe ya…hahahaha…”
vera tak menjawab , sebuah sensasi kehangatan mneyebar di bagian sensisitifnya.
“sekarang…saatmya berkenalan sama adik gue..hehehehe..” kata si
gendut sambil melepaskan seluruh pakaiannya, penisnya terlihat besar dan
menakutkan di mata vera.
Denagn ketakutan , vera meronta ronta , namun posisinya tak
menolongnya. ia berusaha membalikan tubuhnya ketika penis si gendut
mendekati vaginanya, namun sia sia.
Dengan kasar dan brutal penis besar si gendut mencoba menerobos masuk vagina vera.
baru seprtiga bagian yg masuk rasa sakit yg tak tertahankan dirasakan
vera, ia kembali meronta ronta berharap benda tersebut dicabut keluar
dari vaginanya, namun yg terjadi justru penis tersebut terbenam semakin
dalam di kehangatan vagina vera.
Vera mengerang kesakitan ,saat vaginanya harus menaggung beban berat
tersebut, sampai akhirnya seluruh penis si gendut terbenam di dalamnya.
selama hidupnya ia belum pernah mersakan penghinaan dan pelecehan
seperti ini.
Denagn mata berkaca kaca dan terdiam karena frustasi , ia memandangi wajah jelek si gendut.
mata si gendut terpejam menikmati sempitnya vagina vera, ia menggeram bagai seekor babi, kadang air liur menetes dari mulutnya.
“UUHHH…bener bener super model nih..nikmat bener..” gumam si gendut
si codet datang mendekat ,” gantian dong men…..emang elo doang yang ngiler…?”
“enak aja loe…..tunggu giliran dong…tanggung nih..” kat si gendut sambil terus menggenjot tubuh indah vera.
Si gendut terus bergerak maju mundur dia atas tubuh vera. gesekan
antara penis dan bagain sensitif vagina vera , sangat membuat vera tidak
nyaman.
si codet yg sudah tak tahan langsung bergabung , ia meremas remas dan menyedot nyedot buah dada vera.
karena sedang melayang menikmati vagina sempit vera , si gendut tak
mempedulikan lagi si codet. sementara para pemburu yg lain hanya ngiler
menunggu giliran, jelas sekali jika si gendut dan si codet adalah
pimpinan mereka sehingga tak ada yg berani ganggu.
Diserang sekaligus oleh gendut dan codet membuat pertahanan vera kian
melemah. sedikit banyak ia mulai menikmati mulut basah codet di buah
dadanya, bergantian kiri dan kanan. si gendut masih semangat memompa
masuk penisnya, dan rasa sakit vera perlahan berubah menjadi suatu
kenikmatan
Vera tak bisa menahan lagi saat cairan hangat keluar dari vaginanya ,
membuat gerakan penis si gendut makin lancar. si gendut juga merasakan
hal itu , tanpa kondom ia bisa merasakan cairan itu memperlancar gerak
penisnya , ia pun mempercepat genjotannya.
“hahahaha…basah juga loe…hahahaha…pura pura aja sih…..hahahaa….” si gendut tertawa puas
vera hanya terdiam malu, ia merasa sangat terhina sekali, namun di sisi lain ia mulai menikmati semua ini.
vera merasa dikhianati oleh tubuhnya sendiri , ketika tubuhnya kelihatan
menerima berbagai rangsangan tersebut, pikirannya tetap berkata tidak
dan terus melawan. vera menggeleng geleng kepala dengan frustasi, dan
semua penerimaan tubuhnya pada rangsangan para pemerkosanya justru malah
membuat pemerkosanya semakin melayang penuh kenikmatan.
si gendut semakin cepat memompa, membuat vera mengerang dan merintih ,
entah kesakitan atau menikmati, si codet masih asyik dengan buah dada
vera.
tubuh vera mengejang dan terdiam saat ia merasakan si gendut mencapai
klimaks. ia dapat merasakan semburan demi semburan hangat memasuki
tubuhnya < barulah ia menjerit dan menangis , menyesali semua itu,
jika sampai hamil maka hancurlah seluruh karir modelnya.
setelah beberapa menit , barulah si gendut menarik penisnya
keluar,sisa sia sperma masih menetes membasahi vagina vera. tubuh vera
melemah ,seluruh tubuhnya terasa letih, bagai tak ada tenaga sedikitpun
yg tersisa, namun penderitaan vera belum berakhir.
si codet mendorong si gendut dan menggantikan posisinya , ia sudah
telanjang bulat, penisnya memang tak sebesar si gendut, namun kelihatan
lebih panjang. vagina yg basah membuat penis codet dengan mudah masuk.
“jangann…” rintih vera “saya..capeek..cuukuup…”
“hehehehe..jangan takut sayang…kamu pasti ketagihan..hehehehe…” kata si codet
Tubuh vera belum pulih dari tindihan si gendut, kini ia harus merasakan tindihan si codet, vera hanya merintih putus asa.
saat si gendut akhirnya keluar dari kamar itu, para pemburu yg lain mulai berani mendekati vera.
ada yg meremas dan menciumi buah dada vera ada yg menjilati leher dan
telinganya, bahkan saat penis si codet masih menancap di vaginanya,
penis yg lain memaksa masuk ke mulut vera, dengan terpaksa dan menahan
mual ia meng oral penis yg bau dan dekil itu.
kurang dari satu jam tubuh indah vera , telah memar memar dan sperma
hampir di sekujur tubuhnya, bahkan juga mengalir dari sela sela
bibirnya, namun yg sedikit melegakan vera , akhirnya mereka membiarkan
ia beristirahat.
ditinggal sendirian barulah vera menangis sejadi jadinya, ia tak
mengerti mengapa ia harus menjalani semua ini. vera pun tak sadarkan
diri.
Vera tersadar saat merasakan guyuran air menerpa tubuhnya, ia melihat
dirinya berada di kamar mandi, dan satpam tadi tengah memandikannya,
tentu saja sambil dengan asyik memegang megang tubuh vera, bahkan ia
sempat memaksa vera untuk mengulum penisnya yg dengan terpaksa ia
melakukan itu semua.
sehabis mandi . vera diberi baju sebuah kimono yg super minim, kimono
ini tak cukup menutupi tubuhnya, buah dadanya masih terlihat menonjol
keluar, sednagkan paha mulusnya masih jelas terlihat.
vera di bawa ke ruang tengah, dan ia mendadak lemas saat melihat para pemerkosanya sudah menunggu dia , tanpa busana.
“hehehehe…..babak kedua sayang…..” kata si gendut
“ampuun..jangan lagi…saya..tak sanggup..toolomg….” vera memelas.
“kalau begitu..kamu harus ikuti perintah kita…paham….atau kami perkosa lagi bergantian..” kata si gendut
vera hanya mengangguk lesu.
“sekarang kemari dan berlutut….perintah si gendut, vera dengan lesu mematuhinya.
segera setelah vera berlutut , para pemburu itu mengelilinginya.
“nah sekarang…satu persatu kamu kulum dan sedot semua penis ini sampai keluar…dan harus kamu telan..paham…?”
vera terdiam dan menagngguk.
“bagus..ayo mulai…..”
dengan menahan jijik dimulai dari si gendut vera mengulum penis
mereka, komentar nakal terus keluar dari mereka, mereka tertawa makin
keras setiap vera menahan muntah saat sperma mereka masuk ke dalam mulut
vera.
sementara seluruh tubuhnya telah habis diremas dan dicubiti oleh mereka.
tiba tiba, entah darimana datangnya sekelompok suku asmat datang daan
menyerang si gendut dan kawan kawannya, vera hanya bisa menjerit jerit
ketakutan saat hal itu terjadi, ia merasakan nasibnya akan lebih buruk.
salah seorang dari suku asmat itu membawa vera, ia coba berontak
namun pegangan orang itu sangat kuat dan ia berbicara bahasa yg ia tak
mengerti.
ketika vera merasa akan mengalami hal yg lebih buruk, ternyata suku
asmat ini membawa vera ke sbuah klinik dari sebuah yayasan sosial, orang
orang disana segera menolongnya. dan dalam hitungan jam vera sudah
berada di helikopteryg membawanya ke rumah sakit di jakarta.
di perjalanan vera menangis, ia menangisi kawannya yg tewas di kecelkaan
itu, ia menangisi nasibnya yg diperkosa beramai ramai, namun yg paling
ia tangisi ialah ketika ia berprasangka buruk pada suku asmat yg
menolongya, seandainya saja pada hari kedua saat pesawat itu ditemukan
oleh suku asmat ia keluar…..maka ia tak akan mengalami pelecehan seksual
yg tak akan pernah terlupakan seumur hidupnya….ahhh..seandainya
saja……….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar