*****************************************************************
Sehabis memandu acara kuis di salah satu stasiun tv ternama, Deswita
Maharani segera beranjak meninggalkan lokasi karena sudah seharian dia
harus bekerja dengan berbagai macam acara yang harus dipandunya. Dengan
gaun hitam selutut dan belahan dada yang agak terbuka, tubuh sintal
Deswita memang selalu membuat decak kagum setiap pria yang
melihatnya….dan termasuk Brian teman kencannya yang berjanji akan
membawanya ke sebuah club malam ternama untuk refreshing setelah
rutinitas yang dijalaninya.
Tiba di club malam yang dituju, Deswita dan teman kencannya segera
menghampiri table yang sudah dipesan dan memesan beberapa minuman
pembuka….Deswita tidak terlalu suka minum2an keras dan biasanya Ia hanya
memilih jenis minuman dengan kadar alkohol ringan saja. Kebiasaan
Deswita yang paling disukai Brian adalah kebiasaannya menyemprotkan
parfum ke tubuh sintalnya sehingga wanginya begitu menggoda Brian untuk
mendekap tubuhnya….namun hingga saat ini
Deswita masih sulit diajak berhubungan lebih lanjut karena Deswita
berkomitmen untuk memberikan segalanya untuk suaminya kelak. Dentuman
musik di club tersebut memang memacu setiap orang untuk turut bergoyang,
tak ketinggalan juga Deswita…sesekali Ia berdiri bergoyang mengikuti
dentuman musik Trance yang dputar sang DJ…NAMUN…saat Deswita lengah,
Brian rupanya menuangkan sejenis obat kedalam minumannya dan malam ini
Brian berniat mencicipi tubuh sintal Deswita yang diidolakan lelaki
manapun juga. Setelah lelah bergoyang Deswita sesekali menyeruput
minuman ringannya sambil mengajak Brian untuk bergoyang. Obat itu
sedikit bekerja dan membuat Deswita semakin bergairah bergoyang bersama
teman kencannya itu, dengan dentuman musik Trance yang membahana seluruh
ruangan dan teriakan orang2 yang mulai hilang kesadarannya…tampaknya
Deswita benar2 melepaskan rutinitas harian yang membelenggunya….Brian
bergoyang sambil mendekap Deswita dari belakang, tangannya memegang
perut rata Deswita sambil menghusap2nya dengan lembut sambil sesekali
mencoba mencium tengkuk Deswita yang dipenuhi bulu2 halus…..Deswita
bergoyang perlahan mengikuti dentuman musik yang kadang meninggi dan
kadang slow….Brian sesekali berhasil mencium tengkuk Deswita yang wangi
dan membuat bulu kuduk Deswita berdiri..anehnya Deswita seperti enggan
menolak dan membiarkan Brian meraba perut sambil menciumi tengkuknya
itu..bahkan tangan Brian seseskali dengan nakal menggenggam payudara
montok Deswita saat dentuman musik mulai meninggi dan orang2 tidak sadar
akan apa yang mereka lakukan berdua karena masing2 sibuk dengan
kelompok/kekasih/gebetan-nya masing2. Deswita terus bergoyang sambil
tangan kanannya memegang gelas minumannya yang telah dicampur obat
tersebut, sesekali ia menengguknya..dan semakin Ia
menengguknya…kesadarannya seperti ada di awang2. Brian semakin erat
mendekap tubuh sintal Deswita….Ia merapatkan bagian penisnya ke bagian
pantat Deswita yang dibalut gaun seksinya..sesekali Brian
menggesek2annya perlahan…sambil tangannya merayap meraba bagian perut,
payudara, dan bahkan sesekali turun ke arah selangkangan Deswita.
Anehnya..Deswita seperti sulit menolak rangsangan nakal yang diberikan
Brian ditempat terbuka seperti itu….ada perasaan dalam dirinya untuk
menolak namun secara fisik Ia mulai menikmatinya.
Brian dengan nafsu setan yang mulai membumbung mulai berpikir bagaimana
dan dimana mengeksekusi kekasihnya tersebut…Ia tampaknya sudah tidak
tahan jika hanya sekedar meraba dan petting dengan cara menggesekkan
seperti itu. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi..Brian mengajak
Deswita keluar dari club tersebut sambil menggandeng dan sedikit memapah
tubuh Deswita…YA..Deswita terlihat seperti orang mabuk malam itu. Club
malam tersebut terletak disebuah pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta,
dan untuk menuju parkiran mobilnya harus melewati suatu lorong sepi
yang biasanya akan ramai dilewati pengunjung club pada pukul 4 pagi saat
club tersebut mulai tutup. Saat melewati tengah lorong yang remang
tersebut tiba2 Deswita hampir terjatuh dan Brian harus memeluknya
sementara tangannya secara reflek menggenggam payudara montok
Deswita….penis Brian yang tadinya mulai layupun kembali menegang…apalagi
tubuh sintal Deswita yang begitu wangi begitu rapat dengan tubuhnya.
Tanpa basa-basi….Brian mendorong tubuh Deswita ke tembok lorong
tersebut…mereka saling berhadapan…dan Brian mencium bibir seksi
Deswita….
Deswita : “…uhhhmmmm…mmmm…Brian kamu kok nakal bgt seh malam ini…”,
seru Deswita saat bibir seksinya dikulum lembut kekasihnya Brian.
Brian : “Nikmati saja malam ini sayang…kita kan sudah biasa bercumbu seperti ini……”
Dan mereka saling berciuman berpagut bibir sambil berdiri berhadapan
di tembok lorong menuju parkiran tersebut. Ciuman lembut Brian perlahan
tapi pasti mulai memburu bibir dan lidah Deswita…Brian mengulumnya
dengan agak kencang…menyapu tiap bagian bibir Deswita dan tangannya
mulai meremas lembut pantat montok Deswita yang masih dibalut gaun hitam
tersebut. Deswita mulai mendesah pelan saat ciuman Brian mulai turun ke
leher halusnya…dan desahan tersebut malah membuat Brian semakin
bernafsu menggumuli kekasih artisnya itu. Dengan lembut Brian menciumi
leher anggun Deswita, turun ke bahu halusnya…dan Brian mulai menurunkan
tali gaun Deswita yang kanan…menciumi sebagian pundak Deswita yang mulai
terbuka…sementara gundukan indah payudara kanan Deswita mulai terlihat
setengah dengan puting coklat kemerahan yang mulai mengintip….Brian
terus berusaha melakukan serangan2 mautnya….sambil mengusap lembut
lengan kanan Deswita yang terbuka. Dengan satu sentakan kasar, Brian
menurunkan tali gaun Deswita sebelah kanan lebih ke bawah hingga
payudara putih montok Deswita terbuka 3/4 dan puting susunya menyembul
keluar dengan indahnya…..Brian segera menikmati puting susu indah itu
dengan penuh kelembutan, seperti seorang bayi yang baru menemukan puting
susu ibunya…Brian mengulum puting kanan Deswita hingga Deswita sedikit
mengerang kenikmatan sambil sedikit menjambak rambut Brian. Puting susu
kanan Deswita kini mengeras dan ditambah lagi Brian tampaknya begitu
gemas sehingga Ia menggigitnya perlahan……
Brian : “enak bgt netek sama kamu sayang…..tetek kamu montok bgt….”
kata Brian sambil terus menciumi sebagian payudara Deswita dan mengulum
putingnya…
Deswita : “arrrhhh..Brian….pelan2 donk gigitnya….nanti putingku
lecet…..” sahut Deswita yang dalam kondisi setengah sadar karena
pengaruh obat dari Brian kekasihnya….
Brian mulai menghentikkan aksi kuluman, ciuman, dan gigitannya ke
payudara dan puting susu Deswita…kini Ia meremas kedua payudara Deswita
sambil mencium dan mengulum bibir Deswita…..penisnya begitu keras
sehingga Deswita pun dapat merasakannya saat Brian dengan bersemangat
menggesekkannya ke arah kemaluan Deswita yang masih tertutup gaun dan
G-string yang dikenakannya. Saat bibir mereka saling berpagutan, Brian
melepaskan ciumannya dan mendorong Deswita untuk berlutut….sambil
mengarahkan tangan halus Deswita untuk membuka restleting
celananya…..pelan…dan akhirnya penis kekar Brian pun menyembul keluar,
tegak keras tepat didepan wajah seksi Deswita. Dengan satu sapuan
lembut, Deswita menjilati kepala penis itu dengan lidahnya..tepat
dilubang kencing Brian…..Brian kaget dan mendesah, Ia tak mengira
Deswita langsung menjilati kepala penisnya yang merah tersebut seperti
lolipop….entah karena Deswita sudah berpengalaman atau Deswita sedang
tidak sadar dan mengira penis tersebut adalah lolipop….permen
kegemarannya waktu kecil! Bibir mungil Deswita mulai mengulum kepala
penis Brian sambil menghisapnya kuat2….Brian sedikit meringis namun Ia
sangat menikmatinya….tak sabar dengan kuluman dan jilatan di kepala
penisnya saja, Brian mendorong kepala Deswita untuk mengulum penisnya
lebih dalam lagi…..dan saat mulut Deswita terbuka lebar, Brian mulai
memperkosa mulut kekasihnya itu dengan satu dorongan paksa….Ia mendorong
penisnya masuk kedalam mulut Deswita sambil mengocoknya
perlahan2…..sesekali Deswita agak tersedak karena kepala penis itu masuk
terlalu dalam ke kerongkongannya. Brian sedikit menjambak rambut
Deswita dan mengatur gerakannya maju mundur agar penisnya dapat
merasakan sensasi gesekan dan kuluman dalam mulut Deswita yang begitu
diinginkannya selama ini!
Sekitar 10 menit Deswita dipaksa mengulum penis Brian dalam keadaan
setengah sadar…dan kini Brian meminta Deswita untuk berdiri, Ia
membalikkan tubuh Deswita menghadap tembok sambil menggenggam payudara
kanan Deswita yang terbuka karena tali gaunnya diturunkan tadi. Kedua
tangan Deswita bertumpu pada tembok seperti seorang tersangka yang akan
diperiksa polisi…..sementara Brian mengangkat gaun Deswita bagian
belakangnya hingga pinggang, sehingga pantat bulat montok Deswita
terlihat dengan tali G-string seksi yang berada dibelahan pantatnya itu.
Dengan satu tarikan kuat Brian menarik lepas G-string Deswita dan mulai
menggesekkan penisnya ke pantat telanjang Deswita yang halus tersebut.
Sesekali Brian meremas pantat Deswita hingga pantatnya menjadi
merah….Brian menggesekkan penisnya dibelahan pantat Deswita dan Ia bisa
merasakan bibir vagina Deswita yang mulai basah……uhmmm ternyata selama
ini kemaluan Deswita selalu dicukur habis, karena Brian tidak merasakan
adanya rambut kemaluan pada saat penisnya menggesek kemaluan Deswita.
Brian terus menggesekkan penisnya sambil meremas payudara kanan Deswita
yang terbuka…pelan2 tangan kirinya mulai mengarahkan penisnya untuk
memasuki liang kenikmatan Deswita yang entah masih perawan atau
tidak……yang Brian pedulikan hanyalah nafsunya bisa tersalurkan segera!
Lubang kemaluan Deswita sudah dibanjiri cairan kenikmatan hasil
rangsangan Brian sejak tadi….dan pelan2 Brian mendorong kepala penisnya
yang berwarna merah dan cukup besar itu ke liang vagina Deswita yang
masih rapat rupanya…..Deswita mengeluh sakit sambil mendesah sambil
menggigit bibir bawahnya….pelan…pelan….kepala penis Brian berhasil masuk
ke dalam liang vagina Deswita dan dengan sedikit sentakan kuat…..Brian
berhasil menusukkan seluruh bagian penisnya kedalam vagina Deswita yang
rapat banget itu…..
Deswita mengerang antara sakit dan nikmat saat vagina sempitnya
dimasuki penis besar Brian….sementara Brian menepuk pelan pantat
telanjang Deswita sambil menatap penisnya yang telah amblas dalam vagina
Deswita, Brian merasakan ada tetesan cairan yang mengalir dari vagina
Deswita…ternyata Deswita masih perawan sejauh ini! sangat berbeda dari
anggapan Brian bahwa Deswita sudah berkali2 ditiduri mantannya Taufik
playboy cap kapak itu! Brian merasa beruntung karena kekasih artisnya
yang montok tersebut berhasil diperawaninya!
Pelan2 Brian mengocok penisnya didalam vagina Deswita yang masih sempit
tersebut sambil menepuk pantat Deswita dengan kasar sehingga pantat
bulat mulus itu terlihat merah2 terkena tepukan2 kasar itu. Brian agak
kesulitan mengocok penisnya karena liang vagina Deswita begitu sempit
dan penisnya terasa dipijat dan terhisap begitu dalam,Brian betul2
sangat beruntung malam itu.
Deswita : “uhmmmm Brian…vaginaku ngilu sekali….penismu kegedean kali ya?”, seru Deswita sambil melenguh kenikmatan…
Briam : “memekmu yang masih sempit sayang….arrrgghhh enak bgt sayang…”
Dengan kasar Brian menggenggam payudara kanan Deswita dan menarik
puting susunya kuat2….sambil mengocokkan penisnya didalam vagina
Deswita……kocokannya semakin cepat dan tiba2 Deswita merintih agak keras
sambil menggigit bibirnya……ternyata Deswita telah mengalami orgasme
pertamanya. Brian memperlambat tempo kocokannya sambil membiarkan
Deswita merasakan orgasme pertamanya tersebut…..cairan kenikmatan
Deswita yang mengalir dari vaginanya membuat Brian semakin mudah
mengocok penisnya semakin dalam. Dalam posisi berdiri seperti itu,
sebenarnya agak sulit bagi Brian untuk bereksplorasi, namun nafsu yang
memburu tampaknya membuat Brian menghalalkan segala cara dan gaya untuk
menikmati vagina kekasihnya itu….dan Brian lupa bahwa saat itu mereka
sedang bercinta di area terbuka yang mungkin saja dapat terlihat orang
lain yang tak sengaja lewat lorong tersebut.
Brian menciumi tengkuk Deswita dengan nafsu memburu, meremas2 payudara
montok Deswita dengan kasar, menampar pantat Deswita dengan penuh
semangat…dan akhirnya Ia tak dapat lagi menahan ejakulasinya…..Brian
menarik penisnya dan croootttt…menyemprotkan spermanya ke pantat bulat
Deswita nan montok…dan disaat bersamaan Deswita pun merasakan orgasme
keduanya…..
Deswita : “uuhhmmmm Brian…kok udahan…..aku masih mau tititmu dalam
memekku…..aku mau lagi…”, Deswita meracau tak jelas karena pengaruh obat
itu…
Brian : “kita lanjut nanti sayang…jangan disini…nah ketagihan kan
kamu…..”, balas Brian sambil mengelap tumpahan sperma dipantat Deswita
dengan sapu tangannya….
Saat mereka selesai merapihkan pakaian dan Brian mulai memapah
Deswita (yang tampaknya masih terpengaruh dengan obat yang diberikannya)
menuju parkiran mobil…..ada sepasang kilatan mata liar yang menatap
dari kegelapan……dan ternyata seseorang itu telah memperhatikan mereka
sejak tadi….uhmmmmm siapa ya????
By: Tidak Diketahui
Tidak ada komentar:
Posting Komentar