Dua hari sudah nadia terbaring tak sadarkan diri karena penyakit
misterius dan dari sekian banyak dokter yang dipanggil untuk
memeriksanya , tak ada seorangpun yang bisa memastikan apa yang terjadi
dengan gadis itu. Apalagi nyonya donatius tak mengizinkan anaknya
dirawat di rumah sakit sebelum jelas benar apa penyakitnya , ia khawatir
jika dibawa ke rumah sakit tanpa kejelasan apa penyakitnya , akan
terjadi salah perawatan atau mal praktek.
Dan begitulah , kehidupan di rumah mewah itu tetap berjalan seperti
biasa seolah tak ada apa apa , nyonya donatius tetap sibuk dengan
bisnisnya , sementara nadia dipercayakan kepada kedua pembantu rumah
tangganya , isah dan aceng.
Hari itu cuaca sepertinya kurang bersahabat , dari siang , sepanjang
sore , hingga menjelang malam ,hujan terus menerus turun. Kadang hanya
rintik rintik kecil , kadang juga deras.
Aceng mendengus kesal sambil menatap derasnya hujan dari balik jendela , suasana di luar begitu muram , gelap dan sepi.
Beberapa saat yang lalu ia mendapat telepon dari nyonya donatius ,
majikannya itu tak akan pulang malam ini karena harus menjamu relasi
bisnis dari korea . Sementara isah tadi pagi harus pulang ke kampungnya
karena terjadi bencana tanah longsor disana dan nasib keluarganya belum
diketahui.
Kekesalan aceng bukan hanya karena harus menjaga rumah sendirian , hal
itu sudah biasa baginya. Ia kesal pada majikannya yang kurang memberi
perhatian pada anaknya sendiri. Sepuluh tahun aceng bekerja pada
keluarga donatius , dan selama itu pula ia melihat nadia begitu
dimanjakan dengan segala kemewahan , apapun yang dimaui nadia pasti
terpenuhi , buku , boneka , handphone , mobil dan tentu saja uang.
Apapun bisa nadia dapatkan dengan mudah , kecuali perhatian dan kasih
sayang dari orang tuanya sendiri.
DONG..!!! DONG..!!! dentang jam dinding mengagetkan aceng yang sedang melamun ,
” kampret..!!! bikin kaget aja..!!!” aceng melirik ke arah jam
dinding , rupanya sudah pukul delapan malam. “huuh…dingin dingin kayak
gini minum kopi sambil nonton film bokep asyik nih
kayanya..hehehe…mumpung ga ada siapa siapa di rumah.”
Aceng pun segera pergi ke dapur untuk membuat kopi , namun saat
melewati ruang tengah langkahnya terhenti , tiba tiba saja sebuah
pikiran nakal melintas di benaknya. Dipandanginya pintu kamar tidur
nadia di lantai dua.
Malam ini hujan turun , suasana sepi dan hanya ada mereka berdua di
rumah sebesar ini plus satu hal lagi , nadia kini sedang terbaring tak
sadarkan diri karena sakitnya , bukankah ini sebuah kesempatan emas..??
Aceng melirik ke kiri dan kanan seolah khawatir tiba tiba muncul
seseorang yang memergokinya , tapi lalu aceng yakin tak ada siapapun
disini.
Isah pulang kampung , tuan donatius masih di swiss sedang berobat ,
nyonya donatius dipastikan tak akan pulang , dan arman , setahu aceng ,
kekasih nadia ini sedang menjaga kakeknya di rumah sakit dan tak akan
datang malam ini.
Senyum nakal pun merekah di wajah aceng , saat ia merasa situasinya aman
untuk sedikit bermain main dengan nadia. Dengan langkah gugup dan
jantung berdebar debar , aceng naik ke lantai dua untuk menuju kamar
tidur nadia.
Saat pintu kamar dibuka , tanpa sadar aceng bersiul kagum . Bak putri
salju dalam dongeng , nadia yang terbaring di tempat tidurnya masih
terlihat sangat cantik.
“wiihh..bener nih kata orang tua dulu , perempuan itu kelihatan lebih
cantik kalo lagi tidur ” , gumam aceng sambil bergerak mendekati nadia.
“non ..non nadia ,bangun non”, aceng mengguncang guncang bahu nadia
Tak ada reaksi apa apa.
“non,,,,non nadia” , aceng kembali mengguncang bahu nadia , namun gadis itu tetap tak bereaksi.
“non nadia…bangun non… ada den arman datang”
Melihat tetap tak ada reaksi , aceng menghentikan usahanya
membangunkan nadia , meski begitu tangannya masih tetap memegang bahu
gadis itu. Lalu dengan gerakan tangan seolah tak sengaja , aceng
menurunkan tali baju tidur nadia dari bahu sampai lengan dan bersiap
siap seandainya tiba tiba nadia terbangun , namun ternyata nadia tetap
tertidur.
Ia pun pindah ke sisi sebelahnya , melakukan hal yang sama , mencoba
membangunkan nadia , dan ketika tak ada reaksi , dengan gerakan “tak
sengaja” tali baju tidur yang lain ia turunkan.
Kini aceng dengan leluasa mengelus elus bahu nadia yang terbuka ,
sekaligus tetap waspada seandainya tiba tiba anak majikannya ini
terbangun.
Nadia tetap tak sadarkan diri , hal ini membuat tangan aceng berani
merayap turun makin ke bawah , ke leher lalu turun ke dada . Nafas aceng
pun kian memburu saat ia berhasil menggenggam buah dada nadia.
“anjrriitt..!! mantep nih..” gumam aceng sambil meremas remas buah dada nadia.
Yakin nadia tak akan terbangun , aceng dengan kasar menyingkap
selimut yang menutupi tubuh nadia , lalu dengan tak sabar menurunkan
baju tidurnya hingga mata kaki.
Perasaan aceng kian tak menentu menyaksikan pemandangan indah di
hadapannya. Tubuh mulus seorang gadis muda yang cantik terbaring dengan
polosnya hanya tertutupi oleh celana dalam saja, Dua bukit kembarnya
menjulang sempurna , seolah menanti untuk dijamah.
Aceng mencium bibir mungil nadia sambil tangannya tak lepas menggenggam buah dada padat gadis itu.
Lidahnya merayapi seluruh wajah cantik gadis itu , terus berlanjut
menelusuri leher yang jenjang , dan semakin turun menyusuri lekuk demi
lekuk tubuh indah nadia.
Diraupnya bulatan dada nadia sebelah kiri dan disedotnya dengan rakus ,
sementara buah dada kanan tetap digenggamnya. Puas dengan yang sebelah
kiri , ia berganti meraup yang kanan begitu seterusnya. Aceng dengan
garang memainkan buah dada nadia.
Celana dalam nadia akhirnya diturrunkan juga oleh aceng , sehingga kini
sempurnalah keindahan tubuh nadia yang telanjang bulat tersaji
dihadapannya.
Tatapan aceng begitu nanar saking takjubnya , seumur hidup baru sekarang
ini menyaksikan tubuh mulus yang begitu sempurna. Perempuan perempuan
yang sejauh ini aceng tiduri kelasnya masih seputaran pembantu rumah
tangga atau pelacur kelas kambing , yang levelnya jelas jauh dibawah
nadia , seorang anak orang kaya yang pastinya sangat memperhatikan
perawatan tubuh.
“non nadia cantik banget…apalagi pas lagi telanjang kayak
gini…beruntung banget den arman” , gumam aceng ,” beruntung banget
gue..hehehehe..”
Aceng kini melepas pakaiannya sendiri satu persatu hingga kini ia pun
sama sama telanjang, Penisnya yang sedari tadi berontak ,kini menjulang
bebas menuntut pelampiasan.
Aceng menelusuri wajah cantik nadia dengan penisnya , sentuhan dan
gesekan antara kulit halus wajah nadia dan penis aceng memberikan
sensasi luar biasa yang tak pernah terbayangkan oleh pria itu
sebelumnya. Tubuhnya bergetar dan merinding saking nikmatnya.
aceng berlama lama menyentuhkan penisnya di bibir mungil nadia , meski
tak ada reaksi apapun dari gadis itu , namun dalam fantasinya aceng
membayangkan jika nadia sedang menciumi kejantanannya.
Tak puas rasanya jika hanya menikmati bibirnya saja , aceng berusaha
membuka mulut nadia lebar lebar dan penisnya ia benamkan disana.
“aaaaahhh…”, aceng mendesah panjang penuh kenikmatan saat kehangatan
yang basah melingkupi penisnya. Awalnya ia mencoba menggerakan penisnya ,
namun karena sering bersentuhan dengan gigi , akhirnya ia hanya diam
membenamkan penisnya dan mencoba meresapi kehangatan mulut nadia.
Kembali ia berfantasi , nadia sedang mengulum dan menyedot penisnya dengan binal.
Beberapa menit kemudian , aceng mencabut penisnya dari mulut nadia dan
beralih ke belahan payudara gadis itu. Dijepitkannya penisnya diantara
kedua bulatan empuk dada nadia , ia lalu bergerak maju mundur sambil
menatap wajah cantik anak majikannya yang masih tertidur dengan damai.
Ia tak bisa lagi berlama lama menikmati jepitan payudara nadia , karena nafsunya sudah kian melonjak tak terkendali.
Aceng pun berlanjut ke “terminal utama” alias vagina nadia yang terlihat begitu bersih.
Dipukul pukulkannya penisnya pada vagina itu , lalu digesek gesekan di bibir vagina nadia.
“mmm..baru gini doing udah nikmat banget”
Aceng tahu jika nadia sudah tidak perawan lagi , jadi ia merasa aman
melakukan semua ini . Dulu ia pernah mengintip nadia dan arman sedang
bersetubuh di kamar ini . Sayang Cuma sebentar karena isah tiba tiba
muncul dan menegurnya untuk tidak ikut campur urusan majikannya.
“nyobain dikit yah neng” kata aceng sambil memposisikan penisnya tepat di lubang kenikmatan gadis itu, siap untuk lepas landas.
Tiba tiba terdengar suara musik mengalun dari ruang depan , aceng sontak melompat karena terkejut.
Ini suara bel pintu !!! ada yang datang…!!!!
Dengan panik , aceng bergegas mengenakan pakaiannya kembali lalu segera berlari keluar kamar menuju pintu depan.
Saat pintu dibuka , disana sudah berdiri seorang wanita cantik
berpakaian putih perawat. Rambutnya terlihat basah , begitu juga baju
putihnya sedikit basah , karena memang hujan masih turun meski rintik
rintik.
“selamat malam..apa betul ini rumah nyonya donatius..??” , Tanya gadis itu
“eh..betul mbak..tapi nyonya kebetulan sedang gak ada tuh ,mbak siapa ya..??”
“oohh..saya suster asti , saya disuruh nyonya donatius untuk memeriksa anaknya , kalo ga salah..nadia , betul..??”
Aceng teringat sewaktu di telepon tadi , nyonya donatius memang
bilang akan ada orang dari rumah sakit yang akan memeriksa keadaan
nadia.
“oya..betul mbak..betul ,silakan masuk, “ kata aceng dengan sopan
meski matanya terarah pada gundukan gunung kembar di balik baju suster
asti
“terima kasih …”
Saat suster asti melintas , tercium bau harum yang begitu membius aceng dan merangsang kembali birahinya
“maaf ..kamar yang sakit dimana ya..?? , Tanya suster asti membuyarkan lamunan aceng.
“ooh anu..lantai dua kamar paling ujung mbak..”
“terima kasih ” , suster asti tersenyum lalu langsung menuju lantai dua.
Saat hendak mengikuti suster asti , tiba tiba ia merasa ada yang
janggal . Kenapa suster asti tadi sudah ada di pintu depan , padahal
pintu pagar terkunci. Aceng melongok keluar dan melihat pintu pagar
ternyata sedikit terbuka. Dengan penuh keheranan ia bergegas menuju
pintu pagar untuk menguncinya , ia yakin betul sudah menguncinya tadi.
“apa gue lupa kali ya..??? tapi ah..gak mungkin….”
Aceng yakin betul ia sudah mengunci pagar , soalnya ketika itu
kebetulan ada seorang tukang nasi goreng yang lewat terburu buru mencari
tempat berteduh dari hujan , sialnya ia malah terantuk batu , sehingga
terjatuh dan gerobaknya terguling . Bekas bekas tergulingnya nasi goreng
itupun masih berserakan di jalan , belum dibersihkan.
Masih dengan kebingungan , aceng mengunci kembali gerbang , namun ia merasa masih ada hal lain yang mengganjal di hatinya.
“celaka..!!! mati gue….!!!”
Aceng secepat kilat berlari memasuki rumah , ia baru teringat jika
tadi meninggalkan nadia masih dalam keadaan telanjang bulat. Ia tak
sempat membereskan kembali pakaian gadis itu , sementara suster asti
sedang menuju kesana.
Dan ternyata nadia pun masih telanjang bulat saat aceng tiba di kamar ,
suster asti berdiri di pinggir ranjang dan menatap aceng dengan
pandangan yang menusuk tajam.
“kenapa..dia..tak berpakaian..??” Tanya suster asti dengan nada dingin dan lambat.
“ehh..anu tadi..itu..mhh..itu…”
“apa yang telah kamu lakukan, ??”, Tanya suster asti dingin kali ini sambil bergerak mendekati aceng.
Pria itu gelagapan dan tak mampu berkata apa apa , bukan hanya karena
ia baru saja kepergok melakukan pelecehan seksual terhadap anak
majikannya , tapi juga tatapan mata suster asti yang begitu menakutkan.,
wajah cantiknya berubah menjadi pucat mengerikan . Aceng bergidik ngeri
, bulu kuduknya berdiri.
“dasar lelaki bejad..!!!”, suster asti setengah berteriak. Sambil terus bergerak mendekati aceng.
Tiba tiba sebuah tambang plastic telah membelit dan menjerat leher
aceng , sehingga ia sulit bernafas. Dengan panic aceng berusaha
melepaskan jeratan itu , namun justru tambang itu membelit lehernya kian
erat
“aghhk..hkkk…ehkkk….hkk…!!”
Suster asti mendekati aceng yang berguling guling di lantai , berusaha dengan sia sia melepaskan jeratan di lehernya.
“kalian lelaki mesum ..harus mati..!!!” suster asti mengucap dingin ,
lalu mencengkram leher aceng dan mengangkat tubuhnya dengan satu tangan
. Aceng semakin kuat meronta , kakinya berusaha menendang nendang tubuh
asti , namun tak ada pengaruh apa apa , ia seperti menendang tembok.
Masih dengan satu tangan , asti mengangkat aceng keluar kamar dan membawanya ke pinggiran pagar pembatas lantai dua.
Jarak antara lantai dua dan lantai bawah cukup tinggi , jika terjatuh
dari sana minimal akan mengalami patah tulang yang parah. Karena itulah
mata aceng melotot karena panic dan ketakutan saat tangan yang
mencengkram lehernya sudah terjulur melewati pagar pembatas , jika
dilepaskan sudah pasti tubuh aceng akan terjerembab dengan kerasnya ke
lantai bawah.
Aceng menggeleng gelengkan kepalanya , tatapa matanya memohon
pengampunan pada suster asti , ia tak bisa bicara karena lehernya
tercekik dengan kuat.
Suster asti hanya tersenyum dingin , lalu melepaskan cekikannya. Tubuh
aceng langsung meluncur jatuh ke lantai bawah. Namun belum juga mencapai
dasar , tubuh aceng tersentak dengan kuat , tambang plastic yang masih
membelit di lehernya menahan ia jatuh , ujung tali lainnya sudah
terbelit di pagar pembatas.
Tubuh aceng kini tergantung diantara lantai dua dan lantai bawah ,
tubuhnya kelojotan , kakinya menendang nendang dengan liar , tali yang
mencekik lehernya membuat nafasnya makin tersengal sengal .
Lama kelamaan rontaan aceng semakin melemah , seiring habisnya tenaga
dan nafasnya , hingga akhirnya aceng terdiam dan sama sekali tak
bergerak
Ia telah tewas tergantung dengan tambang plastic yang melingkari lehernya , matanya melotot , dan lidahnya terjulur keluar.
Suster asti yang menyaksikan proses tewasnya aceng dari lantai dua ,
tertawa dengan mengerikan , lalu ia berbalik berjalan masuk ke kamar
tidur nadia.
PADA MALAM YANG SAMA
Parjono dengan kosong memandangi butir butir air hujan yang terjatuh
ke tanah , sendirian ia terjebak di pangkalan ojeg tempatnya biasa
mangkal. Ia memang bekerja sampingan sebagai tukang ojeg jika tak ada
proyek menjadi kuli bangunan. Teman teman sesama pengojeg sudah sejak
sore tadi pulang ke rumah masing masing karena hujan.
Tadinya jono pun berharap setidaknya ada satu dua penumpang, namun hujan
yang kian deras membuat jalanan sepi, orang orang pun malas untuk
keluar rumah. Sempat juga tadi jono berniat pulang , tapi hujan malah
turun makin deras dan ia malas kalau harus berbasah basah menembus
hujan.
Parjono membaringkan diri di kursi panjang yang terbuat dari bambu ,
matanya terpejam , pikirannya melayang pada kematian bento. Ia juga
membaca berita di Koran yang memuat tentang kematian bento serta isu
adanya penampakan suster ngesot bernama asti.
“apa mungkin ya, bento dibunuh arwah suster itu..??” gumam jono sendiri.
Parjono memang sempat kaget saat mendengar suster asti bunuh diri ,
bukan hanya dirinya tapi tiga temannya yang lain pun sama , kaget dan
khawatir.
Mereka khawtir kematian asti akan menguak kasus pemerkosaan yang mereka
lakukan. Namun saat itu bento terlihat tenang dan santai saja , dan
meyakinkan temannya yang lain justru dengan tewasnya suster asti maka
mereka akan aman.
Mereka sempat merasa aman dan melanjutkan kehidupan masing masing ,
namun kematian bento mau tak mau mulai mengusik ketenangan mereka
berempat , apalagi ada nama asti yang disebut sebut disana.
********************
“jangan jangan itu emang setannya suster itu..” kata udin saat mereka berkumpul setelah penguburan bento.
“bisa jadi sih ” , timpal abdul , ” kalo menurut elu gimana to.???”
Masto hanya menggelengkan kepala dan mengangkat bahu, ia sendiri tak tahu harus memepercayai isu itu atau tidak.
“kalo elu jon..? “ abdul beralih pada jono.
“ya..gue sih yakin ga yakin , bro..”
“maksud elu…??”
“gini deh ..selain mikir setan kita juga harus mikir pake logika ,”
parjono berhenti sejenak untuk menyeruput kopi , “bento itu preman ,
musuhnya elu pada tahu kayak gimana , bisa aja kan dia dibunuh sama
musuhnya..??”
Semua mengangguk membenarkan perkataan parjono, sebagai preman kambuhan pastinya banyak yang punya dendam sama dia.
“trus..soal suster ngesot asti , gimana tuh jon..???” Tanya abdul lagi
“nah..pikir lagi deh sama elu semua , disanakan warung minum ya kan..?? nah bisa aja si bento mabok ,
terus ngoceh soal asti “
“maksud elu , isu suster ngesot sengaja disebar buat nutupin pembunuhan sebenarnya…???”
“persis..!!!”
Masto , udin dan abdul rupanya setuju dengan teori yang dipaparkan
parjono . memang benar bisa saja saat itu bento terlalu banyak minum
,mabuk dan keceplosan omongan soal suster asti , dan hal itu
dimanfaatkan orang yang dendam padanya untuk menutupi aksi
pembunuhannya.
********************
“bang, mau ga narik bang..???”
Suara merdu seorang perempuan membuyarkan lamunan parjono.
Ia sontak bangun dari pembaringannya untuk melihat siapa yang bicara , ternyata yang datang memang seorang gadis cantik .
Gadis itu menggigil kedinginan , baju blouse ketatnya telah basah karena
hujan dan membuatnya menjadi transparan memberikan siluet dua gundukan
di indah di dadanya , ditambah satu kancing paling atas yang terbuka
memberi sedikit intipan apa yang ada dibaliknya. Roknya yang sedikit di
atas lutut menambah nilai sexy gadis itu.
Parjono memandanginya dari ujung rambut sampai ujung kaki, lalu
pandangannya kembali dan terus menatap siluet buah dada yang masih
tertup bra , namun cukup menggetarkan birahi siapapun yang melihatnya.
Penis jono pun mulai menegang
“bang , mau ga narik…???” Tanya gadis itu lagi tak sabar sambil
menyilangkan kedua tangannya menutupi dada , entah karena kedinginan
atau sadar jika buah dadanya menjadi tontonan gratis parjono.
“hujan gini neng , emang mau kemana sih..???” Tanya parjono ,
tatapannya kini beralih manatap paha mulus yang sedikit mengintip dari
balik rok pendek.
“aduuh….saya kemaleman nih bang , saya harus segera pulang ada
masalah penting soalnya…..” , Nada gadis itu terdengar panic dan
gelisah , tangan kirinya menyilang menutupi dadanya , sementara tangan
kanan berusaha menutupi rok pendeknya , sesekali ia tarik tarik ujung
roknya ke bawah seakan hal tersebut bisa membuatnya roknya lebih panjang
untuk menutupi pahanya.
Sadar jika gadis dihadapannya risih dipandangi terus , parjono mulai
berusaha bersikap normal dengan memandangi wajah sang gadis . Diam diam
parjono sendiri mulai merasa tak nyaman karena penisnya mulai bereaksi
dan salah posisi.
“masih hujan kayak gini neng , nanti aja sebentar lagi..” kata parjono sambil melihat keluar
“aduuhh,,tolong deh bang ,saya bayar dobel deh….” Gadis itu memohon
“gimana yah..????”
“tiga kali lipat……gimana..????”
“emang mau kemana sih neng.. .?????”
“ke jalan besar di depan kompleks permata indah , disitu ada pangkalan taksi kan..??”
Parjono berpikir sejenak , kebetulan sekali , jalan menuju komplek
permata indah cukup sepi , dan melewati sebuah lahan kosong dan yang
terpenting jalur tersebut melewati sebuah rumah kosong tempat biasanya
parjono dan teman teman berkumpul untuk sekedar minum minum atau main
judi. Sebuah pikiran jahat melintas di benaknya.
“ayo bang..kok diem…???….mau apa enggak..????” gadis itu mendesak dengan tak sabar.
“tiga kali lipet , ya non..???” parjono memastikan
“iya…ongkosnya saya bayar tiga kali lipat….”
“tapi basah basahan doong neng , soalnya abang ga punya payung atau jas hujan….”
Gadis itu terlihat bimbang sejenak sebelum akhirnya menjawab , ” gak apa apa deh bang ..yang penting cepet nyampe..”
“ayo deh ..” kata jono akhirnya , ia segera mengambil helm dan menyiapkan motor.
Setelah motornya menyala , parjono mempersilahkan gadis itu untuk naik.
Sang gadis naik ke motor dan duduk menyamping , tangannya masih menyilang di dada.
“neng..pegangan dong ..nanti jatuh…”
Gadis itu menurunkan tangan kirinya dan berpegangan pada besi di belakang motor.
“aduuh neng..sekarang ini hujan , udah malem , gelap pula , eneng pegangannya ke abang dong , nanti jatuh….”
Sang gadis ragu sejenak , namun akhirnya melingkarkan tangannya juga ke perut jono.
“yang kuat ya neng..!!!
Pegangan gadis itu pun kiat erat saat motor parjono mulai bergerak
menembus gelapnya malam dan derasnya hujan, dan karena tak terlindungi
apapun , tubuh mereka jelas basah kuyup.
Sepanjang jalan parjono berusaha berbasa basi dengan penumpangnya , namun karena kurang mendapat tanggapan akhirnya ia pun diam.
Motor parjono kini melaju melewati lahan kosong yang lumayan gelap ,
hanya terlihat beberapa rumah yang letaknya satu sama lain cukup
berjauhan.
Tepat ketika melintas di depan sebuah rumah , motor parjono mendadak mati.
“aduuh bang..kenapa berhenti disini..????” kata gadis itu terdengar panic
“ga tau nih neng..mendadak mesinnya mati..” jawab jono.
Gadis itu lantas turun dari motor dan berdiri di tengah hujan seperti
orang yang kebingungan. Parjono terlihat mengutaik atik motor sambil
sesekali menstarter , namun tetap saja tak hidup.
Sang gadis kelihatan mulai gelisah dan bimbang , kakinya menghentak hentak tanah yang basah karena tak sabar.
“neng, sebaiknya berteduh aja dulu di rumah itu ” parjono menunjuk rumah didekatnya
Gadis itu menatap rumah yang ditunjuk parjono dengan enggan, ” emang rumah siapa bang..????”
“rumah kosong neng , disitu aja dulu biar gak basah kehujanan..”
Gadis itu kembali menatap rumah itu dengan ragu , lalu menatap cahaya di ujung jalan yang sudah terlihat meski masih agak jauh.
“ga usah deh ,biar saya jalan kaki saja…”
Jono terkejut dengan keputusan penumpangnya,
“masih jauh neng , hujan lagi , udah disitu aja dulu” , kata jono sambil kembali menunjuk rumah kosong didekatnya.
“biarin deh bang , saya buru buru soalnya ” , kata gadis itu sambil
mencari dompet di tasnya , ” jadi ongkosnya berapa bang..???”
Saat gadis itu sedang mengambil dompet , parjono dengan cepat
mencabut pisau yang tersembunyi di balik bajunya ,lalu dengan cepat
menyergap gadis itu dari belakang , pisaunya ia tempelkan di leher sang
gadis.
Sementara tangan kanan menempelkan pisau di leher sang gadis , tangan
kirinya merangkul di dada gadis itu sambil mencaplok buah dadanya lalu
meremasnya keras.
“diam nona cantik ,…sebaiknya jangan melawan,,,!!! ” ancam parjono
“bang..apa apaan sih…..lepasin dong..tolooong….!!! tolong…!!!!”
Gadis itu meronta ronta sambil berteriak minta tolong, namun karena
tempat itu sepi apalagi saat hujan deras seperti ini ditambah pisau yang
menempel di lehernya sedikit melukainya, akhirnya ia pun terdiam.
“jangan ngelawan….atau mampuss..!!!” ancam parjono , “ngerti..???!!”
“ii..iya bang…jangan sakiti saya bang..ampun bang…”
“bagus ..sekarang ayo jalan..!!!”
Parjono membawa gadis cantik itu ke arah rumah kosong , pisaunya
masih menempel di leher sang gadis , sementara tangan kirinya tak lepas
meremas buah dadanya.
Remasan di dada gadis itu baru dilepas saat sampai di depan pintu , parjono merogoh sakunya dan menyerahkan pada sang gadis.
“ayo ..buka pintunya, cepat..!!!” perintah jono
Dengan gemetar gadis itu membuka pintu rumah , setelah pintu terbuka tubuhnya didorong dengan kasar untuk masuk oleh parjono.
Rumah itu tak terlalu banyak isinya , setidaknya di ruang depan hanya
ada sebuah televisi 14 inchi lengkap dengan dvd player , didepannya
digelar dua buah kasur gulung yang agak lusuh , diatas kasur itu
berserakan vcd dan dvd porno.
Di sudut lain terdapat lemari yang cukup besar , lalu meja yang cukup
besar pula dengan empat kursi , satu di tiap sisinya , diatasnya
tergeletak begitu saja kartu remi , kartu gapleh , dan beberapa biji
catur , sementara itu botol minuman bekas bir dan minuman keras lainnya
berserakan di banyak tempat.
“duduk..!!” perintah parjono pada sang gadis , sambil menunjuk ke salah satu kursi.
Gadis itu dengan pasrah duduk di kursi yang ditunjuk , ia lalu
memandangi sekeliling ruangan yang terlihat kumuh dan jarang dibersihkan
, sementara jono sibuk mencari sesuatu di laci lemari ,ia pun terlihat
senang saat menemukan apa yang dicarinya. Beberapa utas tali.
“sini tangan kamu…!!!” kata jono sambil menarik kedua tangan gadis itu ke belakang kursi lalu mengikatnya.
“aduhh..sakit bang..!! ” protes gadis itu saat tangannya diikat kebelakang kursi.
Parjono pun tak ketinggalan mengikat juga kedua kaki gadis itu pada kaki kursi dengan posisi agak mengangkang.
Setelah yakin ikatannya cukup kuat , parjono pergi ke luar rumah dan
kembali beberapa saat kemudian sambil menuntun motornya , tas sang gadis
yang terjatuh diluar pun tak lupa ia ambil.
Sebenarnya motornya dari tadi tidak mengalami gangguan apa apa ,
mogoknya tadi hanya siasat untuk membawa gadis cantik penumpangnya ke
rumah ini.
Setelah menyimpan motor , ia mengambil dua botor bir dari dalam lemari ,
membukanya sebuah dan meletakaknnya di meja, kemudian ia menarik kursi
dan duduk dihadapan gadis cantik yang akan menjadi korbannya.
“bang….saya mohon lepaskan saya …..abang boleh ambil semua uang yang
ada di dompet , ATM juga sekalian….tapi saya mohon lepaskan saya bang..”
gadis itu memohon saat melihat tasnya ada di tangan parjono.
Parjono memeriksa isi tas itu , dan langsung mencari dompet gadis dihadapannya.
Ketika dompet itu dibuka , parjono menedapatkan beberapa lembar uang
ratusan ribu dan lima puluh ribuan , kartu ATM dan kartu kredit dari
beberapa bank , KTP , SIM , dan kartu mahasiswa. Jadi rupanya ia adalah
seorang mahasiswi.
“wieetss…..tajir juga nona cantik kita ini ya..nona..emmm..nadia…”
kata jono sambil membaca nama yang tertera di kartu mahasiswa dan kartu
kredit.
“ambil semua bang….tapi saya mohon….saya mau pulang bang….”
Jono meletakkan dompet itu di meja sambil berkata , ” santai aja non nadia , masih hujan tuh diluar..”
Parjono menatap nadia dengan kilau mata penuh nafsu , baju gadis itu
masih transparan karena basah , rok pendeknya sudah agak tersingkap
menampilkan paha mulus yang menggetarkan hati.
“oo..iya jadi keingetan baju abang basah nih neng..”kata parjono
sambil melepaskan pakaiannya satu persatu tanpa canggung di hadapan
nadia , “maaf ya neng , daripada masuk angin “
Nadia memalingkan wajahnya saat parjono sudah telanjang bulat dihadapannya.
“loo..kok neng nadia melengos kaya gitu..????”
Nadia diam tak menanggapi
“ooooo..abang tau nih ….neng nadia kedinginan juga ya, abang Bantu bukain deh bajunya….”
“ti..tidak..bang..jangan..jangan ” , jawab nadia dengan spontan,
namun jono sudah bergerak melepas satu persatu kancing blousenya.
“jangan..bang..ambil aja uangnya…..tapi jangan perkosa saya bang ” , kata nadia dengan nada memelas
Parjono tak mengindahkan permohonan nadia . Setelah seluruh kancing
bajunya terbuka , parjono meraih kaitan Bh di balik punggung nadia dan
melepaskannya.
“wuiiihhh…..tau gak non ….udah lama abang ngimpiin toked buled kayak
gini..” kata jono sambil menyentuh dengan kagum buah dada nadia yang
sudah tak tertutup apapun.
Jari jari jono dengan liarnya mempermainkan putting susu nadia , membuat
buah dada itu kian mengeras dan karena dalam keadaan terikat , reaksi
yang bisa dilakukan nadia hanyalah memejamkan mata sambil menggigit
bibirnya , mencoba menahan gejolak yang muncul dalam dada.
Namun akhirnya desahan nadia lepas juga , saat payudaranya dilumat dan dikenyot dieslingi gigitan gigitan ringan.
Parjono bisa merasakan juga jika perlahan birahi nadia mulai terangsang ,
ia pun lalu menggelitik putting susu gadis itu menggunakan lidahnya.
Lidahnya menyentil nyentil puting susu nadia
“uuhh..ssshh…aahhh.geeliii…”
birahi nadia kini benar benar terangkat naik , tubuhnya pun bergetar
karenanya. Satu satunya tanda perlawanan adalah air mata yang mengalir
membasahi pipi. Jari jemari parjono mulai menyingkap rok pendek nadia ,
paha mulus gadis itu membuatnya menelan ludah .
Dielusnya dengan lembut paha itu , dan nadia pun sempat bergidik saat tangan kasar itu menyentuh kulit halus pahanya.
Parjono kemudian menjilati paha nadia dengan santainya, terus hingga ke pangkal paha
“mmm….memiaw non nadia harum banget , beda emang kalo anak orang kaya
sih ya…” ujar parjono sambil mengendus endus keharuman vagina yang
masih terlindungi celana dalam.
Dan saat itu juga celana dalam nadia ia peloroti , diciuminya lagi paha
nadia diselingi jilatan jilatan nakal , sampai terus merambat ke
kemaluan gadis itu.
“ooohhh…..aawhhhhh…ahhhsss….” nadia hanya mendesah , birahinya yang
terus naik membuat dirinya menjadi pasrah dan membiarkan dirinya di
ombang ambing oleh rangsangan parjono.
Kini jono bangkit dan mencium bibir nadia , sementara jarinya terus menggelitiki vagina gadis itu.
Tubuh nadia menggeliat geliat mendapatkan rangsangan seperti itu ,
pangkal pahanya terasa geli saat bagian sensitfnya disentuh jari jari
kasar parjono , hal itu membuat nadia merespon ciuman di bibirnya dengan
panas , lidah mereka saling menjilat , saling berpagut dan beradu.
Seandainya saat itu ikatan nadia di lepas sekalipun , gadis itu sudah
tak akan berhasrat lagi untuk melarikan diri karena telah terbuai
gelombang birahi. Dan jono menyadari dan merasakan hal itu , pengalaman
meniduri banyak perempuan membuatnya tahu jika nadia sudah pasrah dan
menyerah , karena itu ia tak ragu untuk melepas ikatan gadis itu.
Dan memang , saat ikatannya dilepas ,nadia hanya pasrah saja menunggu apa yang akan dilakukan parjono selanjutnya.
Setelah melepas apa yang masih menempel di tubuh nadia , parjono membawa
tubuh telanjang itu ke kasur gulungyang tergelar di lantai , ia
bereskan sejenak vcd porno yang berserakan di atasnya , kemudian barulah
ia berbaring disana.
“ayo neng nadia , naik kesini ..” perintah parjono .
Nadia dengan patuh naik ke atas tubuh parjono lalu menggenggam penis pria itu.
“ayo jangan ragu neng , tancepin aja..” kata parjono dengan tak sabar.
Nadia memandang dengan tatapan kosong pada parjono , sebelum akhirnya
ia menurunkan badannya perlahan , dan penis itu pun melesak masuk ke
dalam vaginanya.
“ajiiiiipp…!!!” gumam parjono saat vagina nadia dan penisnya mulai bergesekan.
Tubuh nadia mulai bergerak naik turun di atas tubuh parjono ,
payudaranya terguncang guncang dengan begitu menggemaskan seiring dengan
gerakan naik turun pemiliknya.
lama kelamaan parjono tak tahan juga untuk tak meremas buah dada itu ,
nadia pun mendesah tak karuan saat secara bersamaan mendapat rangsangan
di dua daerah sensitifnya.
Beberapa menit kemudian keduanya mencapai orgasme , sperma jono
menyembur dengan derasnya , sementara nadia terlihat kelelahan dan
ambruk di atas tubuh parjono.
“he.he..he… enak ya non , ngent*t sama abang..”
nadia hanya mendongak sesaat sambil menatap dengan sayu , lalu
merebahkan lagi kepalanya di dada parjono. Smentara nadia terbaring di
atas tubuhnya , parjono menggunakan kesempatan itu untuk mengelus elus
punggung nadia , dan elusan itu semakin turun dan berubah menjadi
remasan saat tiba di bongkahan padat pantat nadia.
“bentaran neng ah , abang mau ambil minum dulu “g kata jono sambil
menurunkan tubuh nadia , lalu bangkit menuju meja untuk mengambil bir.
Nadia hanya berbaring saja , masih dengan tatapan yang begitu sayu dan
wajah tanpa ekspresi.
Parjono kembali menghampiri sambil menenggak sebotol bir ,
“minum non nadia ,..?” jono menyodorkan botol bir pada nadia.
Gadis itu hanya menggeleng lemah , .tanpa sepatah katapun terucap.
“ayo..minum , nanti kita mulai ronde kedua hehehe…”
Nadia terpekik kecil terkejut , saat tiba tiba sekujur tubuhnya diguyur bir oleh parjono.
“he..he..he…kesukaan gue nih , bir campur susu murni, ..he…he…he….”
jono lalu dengan rakusnya mencaplok dan mengulum buah dada nadia yang
telah basah oleh bir , bergantian kiri dan kanan dengan nikmatnya ia
menilati dan menyedot tumpahan bir di puting susu nadia.
Kali ini tak ada reaksi apapun dari nadia , ia tetap terdiam kaku ,
wajahnya tanpa ekspresi , tatapan matanya benar benar kosong , tak ada
desahan ataupun erangan apalagi protes.
Awalnya parjono yang masih asik menikmati bir campur “gsusu murni” tak menyadari jika nadia
terbujur kaku layaknya orang mati , ia baru mulai merasa aneh saat tiba
tiba suhu tubuh nadia terasa semakin dingin, ia bagai sedang menyentuh
es balok.
“non nadia…kok badannya jadi dingin gini ya…??” kata jono sambil mengangkat wajah.
Dan parjono pun terhenyak mundur saat melihat ekspresi pada wajah
nadia , tak ada lagi wajah cantik yang mengundang birahi , kini yang ada
hanyalah wajah pucat mengerikan , tatapannya yang sayu berubah menjadi
sorot mata berwarna merah yang menyeramkan.
Nadia berdiri mendekati parjono yang masih terkejut. Pria itu perlahan
beringsut mundur , dan dengan gerakan cepat berbalik menuju meja untuk
mengambil pisaunya disana.
Dengan pisau di tangan kini ia berdiri menghadap nadia dengan sikap siaga.
“siapa elu…!!!! kesurupan setan mana loo..!!!!” teriak jono memberanikan diri atau lebih tepatnya menutupi rasa takutnya.
“kesurupan suster ngesot bang..hi.hih.hihi..” jawab nadia sambil tertawa dengan mengerikan
parjono terlihat begitu shock mendengar jawaban itu , hampir saja pisau ditangannya terlepas jatuh.
“kk..kamu…kamu…jangan jangan…..”
“siapa saya bang…hi..hi..hi..hi….”
“kamu..kamu….ss..ssuster ..asti..?”
langkah nadia terhenti , wajahnya mengekspresikan kemarahan menjadikannya lebih menyeramkan.
“ya..!!! aku asti….perempuan yang kalian perkosa di kamar mayat..!!!!”
ternyata berita di koran itu benar pikir parjono ,ia bimbang sesaat
tak tahu apa yang harus dilakukan , sementara nadia yang kerasukan arwah
asti semakin mendekat.
Akhirnya dengan segenap keberaniannya parjono bergerak menerjang nadia.
“hiaaaaa!!! mampus loo setan…!!!!”
parjono menusukan pisaunya ke perut nadia . Darah segar langsung
muncrat keluar dari luka tusukan itu , namun anehnya nadia tetap berdiri
tegak ditempatnya, tanpa terlihat kesakitan atau jatuh.
Parjono yang makin panik melihat serangannya tak berarti apa apa secara
naluriah mengambil botol bir di atas meja dan dengan sekuat tenaga
mengahntamkannya ke kepala nadia.
darah mengalir dari kepala nadia akibat hantaman botol , namun ia tetap
tak bergeming .justru sosoknya kini malah kian menyeramkan dengan perut
dan kepala yang berlumuran darah .
keberanian parjono pun kian surut dan mulai menghilang , dengan panik ia
menoleh ke kiri dan kanan mencari sesuatu yang mungkin bisa digunakan
sebagai senjata.
“setan..!!! pergi…!!! pergi loo…!!!!” teriak parjono sambil melempar sebuah kursi.
Kursi kayu itu hancur berantakan saat menghantam nadia , namun gadis itu tetap berjalan mendekat.
Parjono terus beringsut mundur sambil melempar barang apa saja yang ia
temukan , namun tak satupun yang dapat membuat nadia roboh. Hingga
akhirnya ia pun terpojok ke dinding , tak ada tempat lagi untuk mundur.
“tidak….!!! jangan…jangan bunuh saya…!!!ampuunn..!!! ampuunnn….!!!! ” parjono memohon.
Respon nadia hanya tertawa cekikikan , kuku tangannya memanjang dan
terlihat sangat tajam. Dengan satu gerakan cepat kuku kuku tajam itu
menyabet leher parjono
“aaakhhh..!!! jerit jono kesakitan sambil memegang lehernya yang
berlumuran darah. Belum sempat ia mengambil nafas , satu sabetan lagi
telah merobek perutnya hingga issinya terburai keluar, kontan saja
tubuhnya langsung ambruk ke lantai , lalu tubuhnya kejang dan kelojotan
meregang nyawa seperti ayam yang baru disembelih, dan beberapa detik
kemudian ia pun tewas menyusul temannya bento.
Nadia tertawa melihat parjono telah tewas , ia lalu mengambil tas dan
dompet miliknya juga pakaiannya , dan tanpa mengenakannya lagi , nadia
keluar dari rumah itu menembus tirai air hujan yang masih turun dengan
derasnya , lalu berjalan dan menghilang di kegelapan malam.
******* *************
Di kota besar seperti bandung atau jakarta , orang bisa dengan
mudahnya kehilangan nyawa, hampir setiap hari selalu saja ada berita
tentang orang yang mati secara mengenaskan , baik itu karena kecelakaan ,
pembunuhan atau bencana alam. Karena itulah orang orang tidak terlalu
menganggap istimewa saat surat kabar memuat berita tentang dua kematian
yang mengenaskan dalam satu malam.
Kematian aceng sedikit menjadi perhatian karena menyangkut nama
konglomerat albert donatius. Hasil penyelidikan polisi untuk sementara
menyimpulkan bahwa aceng mati bunuh diri. Hal ini berdasarkan kondisi
TKP yang bersih , rumah dalam keadaan terkunci dan tak ada tanda tanda
orang lain masuk , sementara itu nadia yang terbaring sakit dipastikan
tak pernah terbangun atau sadarkan diri , kesimpulan ini diperkuat oleh
hasil diagnosa dokter.
Satu hal yang masih mengganjal bagi pihak kepolisian adalah tidak
ditemukannya surat wasiat atau pesan terakhir apapun yang biasanya
dibuat oleh pelaku bunuh diri sebelum mengakhiri hidupnya, bahkan orang
orang disekitar aceng dan yang dekat dengannya menyatakan aceng tidak
pernah punya masalah serius atau setidaknya bercerita punya masalah.
Kematian kedua sama sekali tidak menarik perhatian publik. Matinya
seorang tukang ojeg bernama parjono dianggap hal yang biasa terjadi ,
meski tewasnya dibunuh secara sadis. Tapi polisi jelas berpendapat lain ,
bahkan lebih serius menyelidiki kasus ini. Fakta bahwa parjono dan
bento adalah saling mengenal ditambah mereka tewas dengan kondisi yang
hampir mirip , setidaknya mengundang kecurigaan pihak kepolisian. Mereka
meyakini jika kedua orang ini tewas dibunuh oleh pelaku yang sama yang
masih misterius , bahkan mungkin dengan alasan dan motif yang sama pula.
Beberapa saksi dan orang orang yang dicurigai punya keterkaitan
dengan kasus ini sudah dipanggil polisi untuk dimintai keterangan ,
namun hasilnya nihil , para penyidik masih menemui jalan buntu.
Abdul , masto dan udin adalah yang termasuk dipanggil oleh pihak
kepolisian. Mereka awalnya sempat cemas , khawatir polisi telah
mengetahui peristiwa pemerkosaan yang lalu.
Namun ternyata polisi hanya menanyakan kegiatan mereka beberapa hari ke
belakang , kapan kontak terakhir dengan para korban dan kemungkinan ada
pihak pihak tertentu yang dendam pada korban. Tak ada sedikitpun
disinggung soal pemerkosaan ataupun nama suster asti.
“gue yakin banget sekarang , pasti bento sama jono dibunuh sama setannya si asti…” kata abdul sepulang dari kantor polisi.
“kok elu bisa yakin gitu sih..?” tanya udin meski dalam hati iapun mulai yakin soal suster asti ini.
“iya dul , bisa aja kan yang bunuh mereka orang orangnya si codet..”
timpal masto menyebut salah satu musuh besar bento di dunia hitam.
“enggak men , gue hafal banget cara kerja si codet . Lagipula elu
berdua denger sendiri kan , polisi sendiri kebingungan , mereka anggap
kasus ini terlalu janggal untuk sebuah pembunuhan..”
masto dan udin langsung terdiam . Memang tadi ia mendengar bahwa
pihak kepolisian juga menganggap kasus ini terlalu aneh, terutama pada
kematian bento di lokalisasi.
Bagaimana mungkin seorang pembunuh bisa menyelinap masuk , membunuh
bento dan kembali menyelinap keluar tanpa diketahui siapapun. Dengan
kondisi mayat yang perutnya robek dan bermandikan darah seharusnya si
pembunuh akan kesulitan menyembunyikan senjata yang digunakan , dan juga
pastinya tubuhnya akan juga terciprat darah korban. Padahal saat itu
lokalisasi sedang ramai pengunjung.
“terus…menurut elu , apa kita juga bakalan dikejar juga , dul..??”
“iya lah din….setan itu pasti bakal ngejar semua orang yang merkosa dia waktu itu , ya..termasuk kita juga lah….”
masto spontan melirik ke kiri dan kanan khawatir tiba tiba suster asti muncul disebelahnya, ” mampus gue…” gumamnya kemudian
“enggak deh..gue ga mau mati gara gara setan…..kita harus cari jalan keluarnya..!!! “g udin terlihat makin gelisah
“gue udah mikir itu juga din , elu tau kan kalo gue pernah belajar
ilmu kebatinan ,”h kata abdul ” nah ..guru gue itu orang sakti , dia
pasti bisa nolongin kita..!!”
“orang sakti..??maksud elu..dukun..paranormal gitu…??”
“bener banget….kita harus cepet temuin dia sebelum nyawa
kita….kheeek..!!!”h jawab abdul sambil memberi gestur leher terpotong
dengan tangannya.
Kedua temannya hanya mengangguk setuju saja , bagi mereka saat ini
apapun akan mereka lakukan asal bisa lolos dari teror arwah penasaran
suster asti
******* *************
Mitha duduk bersimpuh di atas sebuah dipan kayu beralaskan karpet
berwarna merah yang sudah lusuh. Di usianya yang ke -17 , raut dan gurat
kecantikannya semakin jelas terbentuk , dan tidak sembarang cantik
karena ada sedikit nuansa jepang di wajahnya yang cute.
Hal tersebut tidaklah mengherankan , kerana ibu kandung mitha memang
asli orang jepang , sementara ayah mitha adalah seorang diplomat yang
dulu pernah bertugas di negeri sakura.
Darah campuran indo-jepang membuat mitha sejak kecil selalu menjadi
pusat perhatian , karena selalu menjadi yang tercantik diantara teman
temannya bahkan di setiap tempatnya bersekolah.
Biasanya laki laki yang terangsang jika melihat anak-anak atau
pedhopilia , adalah orang orang yang mengalami gangguan kejiwaan
setidaknya perilaku sex nya menyimpang . Tapi untuk kasus mitha , bahkan
lelaki normal sekalipun yang tak mempunyai penyimpangan apa apa ,
kejantannanya akan bereaksi saat melihat mitha ketika masih SD atau SMP ,
dimana kecantikannya dan lekuk tubuhnya mulai terbentuk indah.
Bisa dibayangkan bagaimana cantiknya mitha saat ini , saat ia telah
menjadi gadis remaja , saat dimana keindahan seorang wanita sedang ranum
ranumnya siap untuk dipetik bahkan dinikmati. Bagi sebagian orang wajah
mitha yang ke jepang jepangan dengan rambut pendeknya yang serasi
dengan bentuk wajah , mengingatkan mereka pada pemain film bokep jepang
yang rata rata wajahnya cantik ,cute and innocent.
Mitha bersimpuh diatas karpet lusuh , dengan seragam putih abu abu
masih melekat di tubuhnya. Matanya terlihat berkaca kaca , wajah
cantiknya menyiratkan kegundahan , tubuh moleknya sesekali bergidik.
Di belakang mitha duduk seorang pria tua , mulutnya komat kamit seperti
sedang membaca mantera ,dan yang lebih mengejutkan , lelaki tua itu tak
mengenakan pakaian sama sekali alias telanjang bulat.
Dia adalah pak mamat , seorang penjaga sekolah yang juga punya
kemampuan sebagai dukun atau paranormal , dan dengan kemampuannya itulah
ia dapat dengan mudah memperdayai para siswi cantik atau guru perempuan
di sekolah ini untuk ia tiduri.
Salah satu siswi yang pernah menjadi korban pak mamat adalah seorang
siswi pindahan dari jakarta bernama voni ( cerita selengkapnya tentang
vonny bisa dibaca di HANTU BANGKU KOSONG ).
sambil komat kamit , tangan pak mamat menyelusup masuk ke balik
seragam putih mitha dan mengelus elus punggung mulus gadis itu. Rupanya
hal inilah yang membuat matanya berkaca kaca dengan ekspresi gundah.
Selama ini tak ada seorang lelaki pun yang pernah menyentuh tubuhnya
bahkan pacarnya sendiripun belum.
Justru sekarang orang yang pertama menyentuh dirinya adalah seorang
penjaga sekolah , sama sekali bukan orang yang diharapkan mitha.
Pak mamat begitu leluasanya mengelus punggung mitha tanpa ada
perlawanan sama sekali , bahkan saat ia melepaskan kaitan BH di punggung
mitha , reaksi gadis itu hanyalah memejamkan mata kuat kuat sambil
mengigit bibir , mati matian rupanya ia berusaha menahan tangisnya ,
meski setetes air mata sempat jatuh dari sudut matanya.
Setelah melepas kaitan BH , pak mamat kemudian memijat bahu mitha
dengan lembut sambil berbisik di telinga gadis itu , “g coba untuk rilex
non mitha…..”
lama kelamaan mitha memang akhirnya merasa rileks saat bahunya
dipijat. Melihat hal itu , tangan tua pak mamat dengan cekatan membuka
kancing seragam gadis itu satu persatu, setelah terbuka semua nya, pak
mamat dengan mudahnya menyingkirkan BH yang kaitannya sudah ia lepas
sebelumnya.
“wwuiiihh….” pak mamat menggumam kagum bercampur puas saat menyentuh
buah dada yang menonjol dengan indahnya secara langsung , dari belakang
ia meremas remas bukit kembar itu , terasa empuk dan kenyal , putingnya
ia pilin pilin.
“aduhhh.ashhh….eehhh….”mitha mulai mendesis. Ini kali pertama buah
dadanya disentuh lelaki , perasaan antara malu dan nikmat bercampur jadi
satu.
“dibuka ya neng seragamnya ..”h kata pak mamat sambil melepas seragam
mitha , kini mitha bertelanjang dada , hanya tinggal mengenakan rok abu
abu dan kaus kaki putih saja.
Pak mamat kembali menggerayangi dua bukit kembar yang menjadi impian
banyak pria. Sambil meremas remas , pak mamat menciumi tengkuk , pundak
dan leher mitha.
“ooohhh..pak….ahhhh…”mitha kembali mendesah merasakan sensasi geli dan nikmat.
Puas dengan aksinya , pak mamat menyuruh mitha untuk berbalik dan duduk menghadap dirinya.
Saat duduk berhadapan , mitha menundukan kepalanya karena risih , tangannya menyilang menutupi dadanya.
“aaahh..ayolah non mitha..jangan ditutupi seperti itu…” kata pak
mamat sambil menyingkirkan tangan yang menutupi buah dada mitha.
Pak mamat memandang dengan kagum keindahan tubuh gadis itu , wajah
cutenya memang benar benar ,mengundang fantasi nakal. Ia lalu mengangkat
kepala mitha dan berusaha mencium bibirnya.
Mitha sempat memalingkan muka saat bibirnya hendak dicium , namun lama
kelamaan perlawanannya luluh juga. Bibir pak mamat berhasil melumat
bibir cantik mitha, lidahnya menari nari di dalam mulut gadis itu.
Ciuman pak mamat tak hanya sebatas bibir , tapi juga dagu , leher dan
belakang telinga, cumbuan demi cumbuan akhirnya membuat mitha rileks
dan berusaha menikmatinya saja. Apalagi saat buah dadanya sudah dicaplok
dengan rakusnya oleh pak mamat , kuluman dan permainan lidah pak mamat
kian membuainya.
“aahh..pak…ahh..sshhh..ahh…”
:sslrp..cpp..cpp…slrp…” suara hisapan dan jilatan pak mamat pada payudara mitha terdengar dengan jelas.
Cukup lama pak mamat menikmati buah dada ranum itu , sehingga meninggalkan bekas merah dan basah pada kulit mulus mitha.
Pak mamat kemudian meraih tangan mitha , dan menggengamkannya ke
penisnya yang meski sudah tua namun masih dapat menegang dengan
maksimal.
“dikocok..kocok.neng…” perintah pak mamat sambil memberi instruksi cara mengocok penis yang baik dan benar.
Awalnya mitha terlihat canggung, jangankan menyentuh , melihat langsung kemaluan pria saja baru sekarang.
Meski pun akhirnya ia mulai terbiasa , namun sambil mengocok ngocok
penis pak mamat dengan tangannya , ia memalingkan wajahnya enggan untuk
melihat karena masih merasa risih.
Saat penisnya dikocok jari jari lentik mitha , kesempatan itu digunakan
pak mamat untuk mengelus elus kulit lengan mitha yang begitu bersih ,
mulus dan halus terawat.
“wuuiih….kulit non mitha emang luar biasa mulus , halus , cakep , bikin bapak tambah terangsang nih..”
perasaan malu dan terhina yang sempat hilang , kini muncul lagi di
diri mitha mendengar pujian itu. Tak pernah sekalipun dalam benaknya
jika gadis baik baik seperti dirinya harus menjadi pemuas nafsu seorang
lelaki tua penjaga sekolah , hanya agar masalah yang menimpanya saat ini
cepat selesai.
Tak puas rasanya jika hanya merasakan tangannya saja , pak mamat meraih
kepala mitha dan menyuruhnya untuk mengulum batang kemaluannya.
“ayo non…sekarang pake mulut….”
“nggak pak…nggak mau…” kali ini mitha berontak
“kenapa non….bukannya non mitha pengen urusannya cepat selesai kan..??”h pak mamat terlihat kesal, “gnah ..makanya ayo kulum..”
“nggak pak..!!! saya mohon…jangan…” mitha tetap berontak , kali ini tangisnya tak tertahankan lagi.
Raut wajah pak mamat kian menampakkan kekesalan , “gnon mitha…inget
kan..non mitha sudah setuju dengan syarat yang bapak ajukan…non mitha
sendiri yang bilang syarat apapun akan dipenuhi , ya kan..??”
“pak…saya mohon pak..!!! saya memang akan memenuhi semuanya , saya
rela bapak tiduri ..saya bahkan rela..harus….harus..kehilangan milik
saya yang paling berharga pak, “g kata mitha di sela sela tangisnya , ”
tapi saya mohon jangan menambah beban penderitaan saya dengan hal ini
pak..”
meski belum pernah melakukan , mitha paham betul apa itu oral sex.
Dan baginya hal tersebut adalah sangat menjijikan , bagaimana mungkin
ada dengan entengnya menjilati bahkan memasukan kemaluan ke dalam mulut.
Sampai kapanpun ia tak akan pernah mau melakukan hal tersebut bahkan
pada suaminya sendiri kelak.
Pak mamat terlihat kecewa , pikirannya sedang menimbang nimbang ,
rasanya percuma saja memaksa gadis ini , padahal sudah sejak lama pak
mamat mengimpikan kenikmatan jilatan dan kuluman bibir mitha pada
penisnya, tapi sekarang….
“ya sudahlah kalo gak mau..!!! sekarang buka roknya sama celana
dalamnya sekalian , terus berbaring disana.”h kata pak mamat akhirnya
mengalah.
Kali ini mitha melakukannya dengan patuh , seragam abu abunya plus
celana dalam ia lepas lalu kemudian berbaring pasrah, ia hanya tinggal
mengenakan kaus kaki putih saja.
Mitha kini pasrah saat pak mamat sudah berlutu diantara kedua pahanya.
“sakit sedikit tahan aja ya non…” kata pak mamat sambil mulai mendorong masuk penisnya kedalam vagina mitha.
“aahh..periihh..”pertama kali kewanitaannya ditembus rasanya sangat
menyiksa mitha , tubuhnya menggeliat hebat , keringat mulai membasahi
tubuhnya.
Pak mamat terus menusukan penisnya mencoba menyeruak sempitnya vagina mitha .
“aduuhh…aaahhh..ahhh…”h setiap dorongan dari pak mamat, membuat mitha menggeliat , hingga dadanya membusung terangkat.
Pak mamat yang masih kesal karena mitha menolak melakukan oral sex , kini tanpa ampun lagi menekan penisnya sedalam mungkin.
“aaaahww..aaa..aaa….”
dorongan terakhir berhasil merenggut kesucian mitha , kali ini air matanya mengalir tak terbendung lagi.
Pak mamat menikmati sejenak jepitan vagina mitha yang masih fresh , baru
beberapa saat kemudian ia mulai memompa tubuh molek mitha , gerakannya
keras dan liar sebagai pelampiasan kekesalanya tadi.
“aahh..ahhh..periih…periihh…” mitha merintih menahan sakit ,
tangannya mencakar cakar karpet merah yang menjadi alas, tubuhnya
mengejang , penis itu terasa merobek robek vaginanya.
Pak mamat terlihat senang melihat reaksi mitha seperti , ia malah semakin intens dan keras menghantam kewanitaan mitha.
“aduhh..aahhh.periihh….mamii…mammii..periih mamii…”
kepala mitha bergerak ke kiri dan kanan , tubuhnya menggeliat tak
karuan berusaha sebisa mungkin mengurangi rasa sakit yang menyiksanya.
Genjotan pak mamat yang semakin kasar membuat tubuh mitha terguncang
guncang dengan keras. Buah dada gadis itu terus ia genggam dan remas ,
bukan hanya buah dada , paha dan pantat gadis itupun terus ia gerayangi.
Kepuasan tersirat di wajah pak mamat , ia bagaikan sedang menindih
seorang pemain film bokep jepang , ia pun semakin semangat menggesek
dinding vagina gadis itu dengan batang kejantanannya.
Sekian lama kewanitaannya dihantam akhirnya mitha mengerang panjang
saat untuk pertama kalinya mengalami orgasme , dan tak berapa lama
kemudian pak mamat menyusul. Sperma yang hangat dan kental menyembur
kuat membasahi vagina mitha.
Mitha pun terkapar lemah di dipan , hilang sudah kesucian dirinya , air
matanya mengalir , nafasnya terengah engah , membuat buah dadanya
bergerak naik turun.
Pak mamat turun dari atas tubuh mitha , ia lantas mengambil secarik
kain putih, dilapnya bercak bercak darah perawan mitha , kemudian kain
itu dimasukan ke dalam sebuah tempat pembakaran dupa dan dibakar.
Asap merah muncul dari reaksi pembakaran tersebut , dihembuskannya asap
itu pada sekujur tubuh mitha yang masih berbaring lemah di dipan .
“udah beres non….mahluk halus itu gak bakalan gangguin non mitha lagi…” kata pak mamat sambil mengenakan pakaiannya kembali.
“bapak nggak bohong kan..??” tanya mitha tak bersemangat
“percaya deh neng….kalo bohong ..bapak rela dituduh melakukan pemerkosaan sama neng mitha..” pak mamat berusaha meyakinkan.
“memang bapak memperkosa saya kok…” gumamnya pelan nyaris tak
terdengar. Dengan gontai ia memungut seragamnya dan memakainya kembali.
“g Saya bisa pulang sekarang pak..???”
“iya..iya silakan…hati hati di jalan ya non…” jawab pak mamat dengan nada penuh kepuasan
mitha melangkah keluar dengan terseok seok karena selangkangannya terasa
sakit ( KISAH MITHA SELENGKAPNYA AKAN DICERITAKAN KHUSUS
TERSENDIRI…coming soon )
pak mamat melongok keluar memastikan mitha benar benar telah pergi ,
setelah dirasa aman ia lalu berkata , “g sudah…kalian boleh keluar
sekarang….”
dari ruang dalam keluarlah masto , abdul dan udin . Muka mereka
bertiga masih terlihat takjub , karena selama adegan panas antara mitha
dan pak mamat ,mereka intip dari dalam.
Namun akibat mengintip itu kepala mereka jadi pusing tak karuan menahan
nafsu , baru melihat mitha dengan wajah indo jepang saja sudah membuat
mereka horny , ditambah lagi saat ia ditindih , dan kehilangan
keperawanan di depan mata mereka.
Masto dan udin yang awalnya merasa aneh kenapa orang seperti pak mamat malahan menjadi penjaga sekolah , kini mulai paham.
Mereka bertiga sebenarnya sudah datang sedari tadi dan menceritakan
semua permasalahannya , abdul pun dengan tanpa ragu menceritakan tentang
pemerkosaan yang mereka lakukan terhadap suster asti pada pak mamat ,
karena ia tahu guru kebatinannya ini satu”hvisi dan misi “g dengan
dirinya. Ketika sedang membicarakan tentang kemungkinan arwah suster
asti yang menuntut balas , tiba tiba mitha datang . Dan untuk sementara
urusan mereka ditunda dulu.
“jadi bagaimana ki sewu..?” abdul memanggil pak mamat dengan sebutan
ki sewu , nama yang ia ketahui saat dirinya belajar ilmu kebatinan pada
pak mamat.
“hmmm….memang benar …arwah suster itu sedang mengejar orang orang yang memperkosanya dulu” jawab pak mamat.
“lalu kami harus bagaimana ki , kami tak mau mati , apalagi gara gara setan..!!!” kata udin dengan hati kian gelisah.
“kunci dari semua ini ada di gadis bernama nadia, anak konglomerat albert donatius…” kata pak mamat.
“nadia…kenapa..?? apa hubungannya dengan semua ini..??” abdul
bertanya dengan keheranan , begitu juga kedua temannya yang merasa tak
pernah punya urusan dengan nadia , kenal pun tidak.
pak mamat kemudian menyuruh mereka duduk lebih dekat , lalu ia mulai
menceritakan sesuatu yang sepertinya cukup mengejutkan ketiga orang itu.
Masto , udin dan abdul saling berpandangan bingung , mereka masih
berusaha mencerna pada apa yang baru saja diceritakan pak mamat.
“nah…..sekarang yang harus kita lakukan adalah menculik gadis yang
bernama nadia ini , dan kita bawa ke desa watu ireng , dengan begitu
kalian kelak akan terbebas dari kejaran setan itu , dan yang terpenting
lagi , arwah suster asti harus dimusnahkan..” kata pak mamat
“baik , ki. Kami siap melakukannya..” kata abdul
“iya ki…apapun akan kami lakukan asal setan itu pergi selamanya.” timpal udin.
“gya..ya…ya….tapi sebelum itu , ada yang harus aku lakukan untuk
mempermudah semuanya…”h kata pak mamat , lalu membakar dupa , mulutnya
komat kamit membaca mantera , awalnya perlahan lalu makin keras dan kuat
, tangannya menengadah ke langit.
Efek dari mantera tersebut membuat seluruh ruangan berguncang keras
bagai terkena gempa , benda benda berjatuhan , bahkan masto , udin dan
abdul tak bisa duduk dengan stabil akibat guncangan ini.
Guncangan itu terjadi kurang lebih lima menit sampai akhirnya perlahan
lahan mulai berhenti dan suasana kembali normal, namun ruangan itu sudah
berantakan seakan habis terkena ledakan bom.
Tepat setelah suasana kembali tenang , tiba tiba terdengar pintu depan diketuk.
“dul , buka pintunya…tamu kita sudah datang rupanya” perintah pak mamat
abdul yang posisinya dekat dengan pintu langsung bergegas membukakan
pintu , sementara masto dan udin , kelihatan harap harap cemas melihat
siapa yang datang , siapa tahu jika yang datang adalah perempuan cantik
seperti tadi , mereka boleh mencicipi sedikit.
Abdul membuka pintu dan langsung berteriak dan melompat mundur,
“gwaaa.aaaaa…..sss..ss…..ttt..ppp..” bicaranya tak karuan membuat heran kedua temannya.
“dul kenapa luu..siapa tamunya…??” tanya masto penasaran.
Belum juga abdul menjawab , tamu yang dimaksud telah melompat masuk ,
dan sontak udin dan masto pun berteriak kaget bercampur ketakutan ,
wajahnya pucat pasi. Hanya pak mamat yang terlihat tenang tenang saja.
Tamu yang datang ternyata bukanlah perempuan cantik seperti yang
diharapkan udin , tetapi dua sosok pocong dengan kain kafan lusuh , dan
wajahnya yang hancur sangat mengerikan.
“tenang..semuanya jangan takut…” pak mamat berusaha menenangkan , “gini teman kalian yang akan membantu kita..”
ketiganya memandang pak mamat dengan tatapan heran ,
“ini adalah bento dan parjono , “g pak mamat menjawab keheranan mereka , “g aku telah membangkitkan mereka dari kuburnya”
to be continued…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar