Malam ini begitu gelap dan membosanakan , setidaknya itulah yang udin
rasakan. Seharusnya setelah mereka berhasil menculik nadia , pak mamat
akan membawanya ke watu ireng , tujuannya agar udin , masto dan abdul
tidak terus menerus diteror oleh arwah suster asti yang mereka perkosa
dulu.
Namun rencana itu berantakan karena orang tua mitha melaporkan pak mamat
ke polisi atas tuduhan pmerkosaan , akibatnya untuk sementara waktu
mereka harus bersembunyi di rumah abdul sampai situasi aman.Untuk
membunuh rasa bosan , udin meminjam taksi abdul untuk sekedar
berkeliling sambil membeli makanan dan rokok , siapa tahu juga ia
mendapat sedikit hiburan di jalan. Udin tak khawatir akan polisi karena
yang dicari adalah pak mamat dan bukan dirinya.
Hampir satu jam udin berkeliling , tapi rupanya hujan yang turun
tanpa henti membuat jalanan begitu sepi. Tak ada yang bisa dilihat untuk
sekedar cuci mata , orang orang sepertinya enggan untuk keluar rumah.
Akhirnya setelah membeli sedikit makanan dan rokok , udin memutuskan
untuk kembali saja pulang. Mobil taksi yang dikemudikannya meluncur
santai menembus tirai air hujan di jalanan yang sepi.
Lampu merah di persimpangan menghentikan laju taksinya . udin
mengambil kesempatan itu untuk menyalakan rokoknya. Saat itulah pintu
belakang taksi terdengar dibuka dan seseorang masuk kedalamnya.
“ke rumah sakit ya bang …..” suara perempuan menyebutkan tujuannya.
“maaf mbak….lagi gak narik…” jawab udin sambil menoleh ke belakang.
Tak ada siapa siapa disana.
Udin terbengong dan keheranan melihat jok belakang yang kosong.
“perasaan ada yang naek tadi….apa gue salah denger ya…??”
Namun udin merasa yakin jika tadi ia mendengar suara perempuan masuk
ke taksinya. Udin memperhatikan sekeliling , tak ada siapapun disana
kecuali dua mobil lain yang sedang menunggu lampu hijau.
“aahh..ngelamun gue nih…..” gumam udin lalu kembali menjalankan taksinya saat lampu berganti hijau.
Beberapa hisapan rokok kemudian , udin sudah melupakan kejadian di lampu merah tadi , ia mengemudi pulang dengan santainya.
“di depan belok kanan ya bang…..” tiba tiba suara perempuan itu terdengar lagi saat taksi tiba di sebuah pertigaan.
Decit suara ban terdengar melengking membelah malam saat udin mengerem
mendadak mobilnya. Ia menoleh panic , namun kembali tak melihat siapapun
di jok belakang. Perasaannya mulai tak enak dan tegang , bulu kuduknya
merinding.
“jangan jangan….” Udin teringat akan suster asti.
Dengan gugup dan panik udin kembali menjalankan mobilnya , pedal gas
ia injak sekuatnya agar bisa segera pergi dari sana. Namun aneh sekali ,
saat gas diinjak , taksi itu bukannya melesat maju malahan meluncur
mundur.
“loh kok…eh….kenapa nih….eh….???!!! ” udin kaget dan ketakutan.
Apalagi saat ia injak rem taksi itu tak juga berhenti. Taksi itu
meluncur mundur dengan kecepatan tinggi , mengagetkan pengguna jalan
lain yang berpapasan dengannya. Suara klakson diselingi deritan rem
terdengar salaing bersahutan saat mobil lain berusaha menghindari
tabrakan , akibatnya beberapa mobil terlihat slip dan berputar putar di
jalanan yang licin. Sumpah serapah keluar dari mulut pengemudinya.
Taksi itu terus berjalan mundur tanpa bisa udin kendalikan , wajah pria
itu kian pucat ketakutan setiap kali taksinya nyaris bertabrakan.
“kenapa mobilnya bang…..??” suara perempuan itu terdengar lagi dan kali ini udin dapat melihat sosoknya.
Di jok belakang duduk seorang perempuan dengan baju putih perawat , senyum jahat menghiasi wajah pucatnya yang kaku.
” ass…asti…kk..kamu asti…??” udin tergagap ketakutan.
“malam ini giliran kamu , udin…!!!” suara asti terdengar lambat dingin dan menyeramkan.
“ampuun…jangan ….saya mohon asti…..”
Rengekan udin hanya ditanggapi tawa cekikikan yang mengerikan oleh asti.
“ammpun…jangan…jangan bunuh saya…saya janji akan menyerahkan diri ke polisi…tapi jangan bunuh saya….”
Dan tiba tiba saja taksi itu berhenti , sosok suster asti pun menghilang.
Udin akhirnya bisa bernafas lega , ia menyilangkan kedua tangannya di
atas setir dan menyandarkan kepalanya disana , ia berusaha untuk
menangkan diri.
Saat mulai tenang , suara lengkingan keras peluit mengagetkan udin . ia
terhenyak mendengar suara yang sepertinya tak asing. Asal suara itu dari
sebelah kanannya , dan dari sana udin melihat sebuah titik cahaya
terang yang mendekatinya.
Darah dalam tubuh udin berdesir cepat , jantungnya berdegup kencang,
saat menyadari dirinya berada di tengah tengah perlintasaan kereta api.
Dengan panik ia mencoba menyalakan mobil namun tak berhasil , ia lalu
mencoba membuka pintu ,namun keempat pintu mobilnya tak ada yang bisa
dibuka satupun.
Lampu kereta terlihat semakin mendekat diiringi lengkingan peluitnya ,
udin semakin keras berusaha keluar dari taksinya. Gagal dengan pintu ia
coba jendela , ia tendangi , pukuli dan segala cara agar pecah namun
usahanya juga sia sia.
Udin melihat sekeliling berharap ada seseorang yang akan menolongnya ,
sayang sekali daerah itu sangat sepi apalagi lintasan ini adalah
lintasan kereta yang tak berpalang pintu dan penjaga.
Akhirnya tak ada yang bisa udin lakukan selain menatap nanar dan berkaca kaca kereta yang kian mendekat.
“mati gue…..” Kata kata terakhir yang udin ucapkan sebelum taksinya
dihantam kereta dengan sangat keras, suara benturan terdengar hingga
radius puluhan meter.
Taksi itu sempat terlempar beberapa meter sebelum akhirnya terhantam
untuk kedua kalinya. Akibatnya taksi itu ringsek tak berbentuk , apalagi
hantaman kedua membuatnya terseret cukup jauh.
Dan korban ketiga dari dendam arwah suster asti pun telah jatuh.
————————————————————————-
Di rumah persembunyian , abdul dan masto belum mengetahui jika udin telah tewas.
Mereka kini justru sedang sibuk membantu pak mamat alias ki sewu mempersiapkan sesuatu di ruang tengah.
Abdul dan masto duduk di lantai beralaskan tikar, di hadapannya
terbaring tak sadarkan diri seorang gadis cantik tanpa mengenakan
pakaian apapun alias telanjang bulat.
Dia adalah nadia , gadis cantik putri dari konglomerat papan atas
Indonesia , albert donatius. Mereka berhasil menculik nadia dari villa
keluarganya di kawasan puncak , arman kekasih nadia juga ikut menjadi
korban , mobilnya terjatuh ke sungai akibat serangan pocong.
Di sisi yang lain , pak mamat terlihat serius membaca mantera .
diambilnya segelas air air dan dengan jarinya ia cipratkan ke seluruh
tubuh nadia, dari ujung rambut hingga kaki. Cipratan air itu lalu ia
ratakan dengan tangannya . dimulai dari wajah , pak mamat mengusap
lembut wajah nan putih bersih tersebut. Berlanjut ke leher dan turun
terus ke dada , dan ia pun berlama lama disana.
Bulatan gunung kembar itu tak hanya dielus , tapi juga diremas remas
dengan kedua tangannya. Buah dada memang begitu menonjol dan
menggairahkan , pak mamat terus melakukan gerakan memijit dan meremas ,
sesekali putingnya ia tarik dan pilin.
Nadia yang masih tak sadarkan diri tak memberi reaksi apa apa.
Puas disana , pak mamat melanjutkan meratakan cipratan air tadi hingga ujung kaki.
Semua adegan itu disaksikan oleh abdul dan masto dengan muka ngiler
dan mupeng. Sejak gadis itu ditelanjangi sebenarnya mereka sudah
terangsang , namun karena pak mamat melarang mereka tak berani macam
macam.
Pak mamat mengakhiri aksinya dengan memegang dahi nadia sambil membaca mantera , lalu ia berbicara pada masto dan abdul.
“aku telah mengirim gadis ini ke alam ghaib agar teman kalian bisa
membalaskan kematian mereka , biarkan mereka bermain main sejenak
dengannya.”
Abdul dan masto mengangguk paham . kawan mereka , bento dan parjono
telah terlebih dahulu tewas dibunuh oleh arwah suster asti. Dan dengan
alasan tertentu , arwah suster asti mengunakan tubuh nadia sebagai alat
untuk membalas dendam.
Bento dan parjono pada akhirnya memang dihidupkan kembali oleh pak
mamat meski dalam wujud pocong. Hanya di alam ghaib saja mereka bisa
berwujud manusia biasa.
Sebelum nadia , pak mamat pernah mengirim mitha ke alam ghaib sebagai
balasan atas pelaporan pemerkosaan dirinya ke polisi . disana mitha
harus mengalami pemerkosaan brutal oleh bento dan parjono , sehingga
remaja cantik itu harus masuk rumah sakit jiwa. Kini giliran nadia.
————————————————————————————————————
Nadia membuka mata perlahan dan mendapati dirinya terbaring di
ranjang empuk kamar tidurnya sendiri, kepalanya terasa berat dan
tubuhnya begitu penat.
Ia bangun dan sejenak duduk di kasurnya sambil menatap sekeliling , meyakinkan dirinya memang berada di rumah sendiri.
Ia merasa baru saja mengalami mimpi panjang yang melelahkan , namun anehnya ia tak bisa mengingat apa mimpinya itu.
Dengan sedikit gontai nadia turun dari ranjangnya dan menuju cermin.
Disana ia menyisir rambutnya yang indah sebahu agar sedikit lebih rapi.
Ditatapnya bayangan di cermin , tubuhnya yang terawat baik terbentuk
indah dengan ideal. Sebentuk baju tidur yang agak tipis membalut
tubuhnya , potongan lehernya yang rendah memberi sedikit intipan belahan
buah dada yang tak tertutup bra.
Fantasinya melayang layang , terbayang wajah tampan arman kekasihnya
tercinta , ia memang sering bercinta dengannya di kamar ini.
Terbayang saat arman memeluknya dari belakang dan berbisik mesra di telinganya ,
” I love you honey……”
Lalu arman mencium lembut tengkuk dan leher nadia , sesekali lidahnya
bermain liar disana. Tangan arman yang memeluknya mulai bergerak naik
meraih buah dada yang menonjol sempurna , tak puas menyentuh dari luar ,
arman menelusupkan tangannya ke balik baju tidur nadia yang mulai turun
memperlihatkan kedua bahu nadia yang putih mulus menambah kesan sexy
dan erotis.
“ooohh…saayaangg…..” nadia menggumam lirih
Tanpa sadar ia meremasi buah dadanya sendiri , sementara tangan
satunya telah masuk ke balik celana dalamnya dan menggesek vagina dengan
jarinya sendiri.
“ooohh..aaaahhh….” nadia masih membayangkan arman yang melakukan semua itu , ia menggigit bibir sambil memejamkan matanya.
Tiba tiba sebuah serangan sakit kepala hebat membuyarkan semua fantasinya , ia jatuh berlutut di lantai.
“uuuuuuhhhh….” Nadia mengerang kesakitan sambil memegang kepalanya ,
berbagai kilasan memori muncul di kepalanya bagai sebuah trailer film.
Dirinya berada di tempat pelacuran kelas kambing , dirinya bermain
cinta dengan preman disana, preman itu tewas dan seorang suster muncul.
Dirinya kehujanan saat naik ojeg , tukang ojeg membawanya ke sebuah
rumah kosong , tukang ojeg memperkosanya , tokang ojeg tewas dan seorang
suster muncul.
Kilasan itu muncul terus menerus bagai sebuah trailer film yang tak
membentuk seuatu rangkaian cerita utuh. Nadia tak tahu apakah semua itu
nyata atau bagian dari mimpi panjangnya tadi.
Potongan memori it uterus muncul dan membuat kepala nadia terasa sakit
begitu hebatnya. Satu hal yang paling mengganggunya adalah kemunculan
sosok suster yang entah mengapa begitu menintimidasi dirinya.
Nadia bangkit sambil memegangi kepalanya , ia berjalan sempoyongan ke luar kamar.
“bik isaaahh……biikkk…!!!!” nadia memanggil pembantunya
“bik isaahh…..mang aceeeng….!!!!”
Tak ada seorangpun yang menjawab panggilannya.
Sekilas ia melihat kamar orang tuanya , begitu gelap artinya kosong.
Nadia tak merasa heran , ia sudah terbiasa ditinggal orang tuanya.
“biik isaaahh…..mang aceeengg..!!!”
Nadia kembali memanggil kedua pembantunya sambil melangkah menuju
dapur , namun hingga ia tiba disana pun , kedua pembantunya tak
terlihat.
“apa udah tidur kali ya…??” pikir nadia.
Sakit kepala yang menderanya berangsur lenyap seiring tak lagi munculnya kilasan memori seperti tadi.
Segelas susu sepertinya akan membuatnya lebih tenang dan segar pikir nadia dalam hati.
Nadia mengambil gelas dan membuka lemari es untuk mengambil kotak
susu . namun alangkah terkejutnya dia saat membuka kulkas , bukannya
berisi rak penuh makanan , minuman dan buah buahan. Di dalamnya justru
meringkuk sesosok pocong dengan kain kafan lusuh. Pocong itu menoleh
perlahan ke arah nadia memperlihatkan wajahnya yang rusak.
“aaaaww..!!!!….aaawwww…!!!! aaawww…..!!!!” nadia histeris , pintu
kulkas sontak ia banting. Gelas yang dipegannya jatuh ke lantai dan
pecah berderai.
Secepat kilat ia berbalik dan berlari kembali ke kamarnya , pintunya ia kunci.nafasnya terengah engah karena capek dan shock
Gadis itu duduk bersandar pada pintu kamarnya dan mulai menangis ketakutan , tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.
Tangisan nadia terhenti oleh suara suara gaduh yang terdengar di
kamarnya. Jantung nadia berdegup kencang saat ia berusaha mencari
seumber suara tersebut , ia sempat bimbang apa akan tetap disini atau
harus keluar kamar.
Suara itu terdengar lagi dan dipastikan datangnya berasal dari lemari
pakaian. Nadia beringsut mundur menjauhi lemari pakaian dan mendekati
pintu kamar , kuncinya ia buka perlahan waspada dan bersiap pada segala
kemungkinan.
Lemari itu tak hanya mengeluarkan suara gaduh saja tetapi juga
berguncang seperti ada kucing dan anjing yang berkelahi didalamnya.
Nadia menatap tegang lemari yang berguncang keras itu , sampai beberapa
saat kemudian goncangannya berhenti begitupun suara gaduh di dalamnya.
Meski begitu ia belum merasa aman dan lega , firasatnya mengatakan akan
terjadi sesuatu yang lain. Benar saja , pintu lemari itu mendadak
terbuka dengan sendirinya , derit suara pintunya begitu menusuk telinga.
Nadia menunggu dengan tegang apa yang akan terjadi , handle pintu kamar
ia genggam erat.
Dan mendadak sesosok pocong melompat keluar dari dalam lemari.
“nnaaaa…..diiiii….aaaaa……” suara pocong itu terdengar berat dan melayang menggema ke seluruh penjuru kamar.
Kali ini nadia lebih sigap , ia membuka pintu kamar dan berlari secepat mungkin menuju pintu keluar rumahnya.
Sesampainya di luar , nadia bingung hendak kemana , dipandanginya arah
kiri dan kanan dari jalanan di komplek perumahan mewah tempatnya tinggal
, keduanya sama sama sepi , tak terlihat siapapun disana.
“toloooong……!!!! Toloonggg…….” Nadia berteriak sekeras mungkin berharap tetangganya ada yang mendengar.
“tooloooooonggggg…….!!!!” Nadia berteriak lebih keras lagi namun tak ada seorangpun yang muncul , jalanan tetap sunyi senyap.
Sadar tak ada yang mendengar , nadia berlari menuju rumah tetangga
tepat di depannya untuk meminta pertolongan. Namun baru juga ia tiba di
depan pagar , seluruh lampu rumah itu mendadak padam. Nadia tertegun
melihatnya , apalagi kemudian satu persatu lampu rumah disekitarnya juga
ikut padam termasuk lampu penerangan jalan , sehingga kompleks
perumahan itu kini gelap gulita , sunyi sepi dan menyeramkan.
Nadia mulai dilanda kepanikan , secara naluriah ia berlari kembali
menuju rumahnya sendiri , dan tiba tiba dari balik pagar muncul pocong
yang menyambut kedatangannya.
“aaawww…..tidaaakkk….!!!” nadia sontak berbalik dan berlari tanpa
tujuan , yang penting segera menjauh dari pocong yang mengganggunya.
Namun sayang sekali , ia tak bisa pergi lebih jauh lagi . sekelebat
bayangan putih menyambarnya , membuat gadis itu tersungkur jatuh dan
kepalanya membentur jalanan , akibatnya ia kembali tak sadarkan diri.
————————————————————————————————————–
“sebenernya nie cewek ok juga ya…..???”
“ahhh..goblog loe….iyalah ok…masa anak orang kaya tampangnya kumuh….”
“bukan gitu maksud gue…..ok sih ok .,, tapi inget dong gara gara dia kita mati , ya kan ….???”
Bento terdiam membenarkan perkataan parjono. Entah apa alasannya , suster asti memanfaatkan tubuh nadia untuk membalas dendam.
Ditatapnya dalam dalam gadis cantik yang terikat dihadapannya. Masih
dalam keadaan tak sadarkan diri , nadia terikat menggantung dengan
tangan di atas kepala di sebuah ruangan besar mirip gudang kosong. Di
tempat inilah bento dan parjono memperkosa habis habisan mitha ,tempat
ini adalah wilayah kekuasaan mereka , tempat mereka bersemayam di alam
ghaib.
“jadi gimana nih…kita mulai aja…..” kata parjono sambil melepas
pakaiannya sendiri diikuti oleh bento , sehngga kini dua pria kasar itu
sudah telanjang bulat siap untuk beraksi.
Bento lalu merenggut pakaian tidur nadia , membuat gadis itu juga kini
telanjang bulat dengan posisi terikat dan tak sadarkan diri.
Bento menarik nafas panjang mengagumi tubuh polos nadia , ia teringat
kembali saat gadis ini tiba tiba muncul di lokalisasi. Semula bento
merasa beruntung saat seorang gadis yang kecantikannnya ratusan kali
lebih baik dari pelacur kampung mau bercinta dengannya. Namun kedatangan
nadia yang semula sebagai bidadari mendadak berubah cepat menjadi
malaikat maut.
Bento meraba dan meremas buah dada nadia yang terasa begitu empuk dan
halus , putingnya ia mainkan dengan jari. Tak cukup dengan sentuhan
tangan , ia mengecup lembut buah dada nadia , lidahnya menjelajah liar
mengitari putting susu nadia , sesekali ia sedot juga layaknya seorang
bayi yang sedang menyusu. Bulatan sebelah kiri ia jilat dan sedot dengan
rakus sementara bulatan sebelah kanan tak pernah lepas dari
genggamannya.
Meski nadia tak sadarkan diri , namun erangan lirih yang keluar dari
mulutnya menandakan jika ia bisa merasakan rangsangan yang dilakukan
bento.
Parjono tersenyum kecil melihat kawannya asyik menggerayangi nadia ,
ia lalu beranjak ke sudut lain ruangan itu dimana tergelar sebuah kasur
di lantainya.
Di kasur itu tergolek tubuh ranum seorang gadis remaja yang tak kalah
cantik dengan nadia ( bahkan mungkin lebih cantik ) berwajah indo
jepang, tubuhnya yang ranum terbentuk dengan sangat sempurna , masih
terbalut oleh seragam SMA putih abu abu.
Namun seragam itu sebenarnya tak benar benar menutupi tubuhnya , atasan
putihnya yang selain terlihat kecil , juga seluruh kancingnya telah
terlepas sehingga kesempurnaan tonjolan dadanya tak bisa tertutupi.
Sementara rok abu abunya yang sangat pendek , sisi kiri dan kanannya
sudah terbelah sehingga tak bisa menutupi pahanya yang putih mulus.
Dialah mitha , gadis SMA yang mempunyai darah jepang keturunan
langsung dari ibunya yang orang jepang asli. Mitha adalah salah satu
korban pak mamat , dukun cabul yang menyamar menjadi penjaga sekolah.
Namun berbeda dengan korban pak mamat lainnya , mitha dan orang tuanya
berani melaporkan pelecehan seksual yang terjadi kepada polisi ,
akibatnya pak mamat masuk DPO polisi. Sebagai balasan atas pelaporan itu
, pak mamat mengurung mitha di alam ghaib.
Secara fisik di alam nyata tubuh mitha memang berada di rumah sakit jiwa
, tetapi jiwanya masih terjebak di alam ghaib , di persemayaman bento
dan parjono.
“halo anak manis…..udah cukupkan istirahatnya….??” Tanya parjono.
Mitha tak menjawab , ia hanya beranjak bangkit dan duduk pasrah
menanti apa yang akan terjadi selanjutnya. Wajahnya begitu sendu
menggambarkan ekspresi keletihan dan kepasrahan.
Parjono tertawa senang sambil duduk di samping mitha , diraihnya
wajah cantik itu lalu dengan penuh nafsu bibir mungil mitha ia ciumi dan
kulum.
Mitha merespon dengan membuka mulut sedikit , memberi jalan masuk bagi
lidah parjono untuk mencari pasangannya. Bibir mereka saling memagut
,lidah mereka saling bertaut , ciuman mereka semakin panas membara
membakar birahi.
Sambil terus berciuman , parjono membimbing tangan mitha untuk
menggenggam penisnya. Mitha kini sudah terbiasa dengan perannya sebagai
budak seks , ia tak secanggung dan sepolos saat pertama terdampar
disini. Berkali kali digerayangi dan disetubuhi membuatnya menjadi lebih
paham akan seks , maka ia pun melayani nafsu seks bento dan parjono
dengan penuh kepasrahan. Selain sadar tak mungkin ia melepaskan diri ,
mitha pun khawatir jika kedua lelaki ini akan memperkosanya dengan kasar
seperti saat pertama kali dulu.
Tangan lentik mitha dengan perlahan mengocok penis parjono , sentuhan
kehalusan tangan mitha di penisnya saja sudah memberi sensasi luar
biasa baginya , apalagi ditambah dengan kocokan , lelaki itu bagai
sedang melayang di swargaloka.
Mengimbangi mitha , tangan parjono merambah buah dada gadis itu yang
menonjol sangat sempurna membuat pria manapun ngiler dibuatnya ( bahkan
gay sekalipun ).
Dengan asyiknya parjono memainkan buah dada gadis itu , putting
susunya yang mencuat ia kitari dan gelitiki dengan jarinya menyalurkan
rasa geli yang erotis pada mitha , dan efektif membuat birahinya
melonjak naik.
Mitha melenguh tertahan karena bibirnya masih saling bertautan dengan
bibir parjono, hanya saja genggamannya di penis parjono kian erat ,
begitupun kocokannya semakin cepat dan intens.
Parjono lalu menarik diri melepas ciuman bibirnya dan remasannya di buah dada mitha.
“jangan tangan doang…pake mulut juga dong….”
Dengan patuh mitha meraih penis parjono dengan mulutnya dan tanpa ragu ia mengulumnya.
Sebelum ini sebenarnya mitha paling anti dengan yang namanya oral sex
karena menurutnya begitu menjijikan. Tapi sekarang lain , bento dan
parjono berhasil mengubah mitha dari seorang gadis cantik yang polos
menjadi budak seks yang liar.
“uughhh..gilaaa…enak bangeeeett……”parjono berseru penuh kenikmatan
saat merasakan hisapan demi hisapan mulut mitha di penisnya , apalagi
tak hanya sekedar hisapan saja , terkadang lidah mitha juga ikut bermain
menjilati batang yang semakin keras menegang itu. Kepala mitha mulai
bergerak maju mundur memberi sensasi kenikmatan yang terasa hangat
hangat basah nan dahsyat pada parjono.
“uuhhh…..anjrrittt…assoooyy…..”
Mata parjono merem melek menikmatinya . sungguh suatu ironi yang
membuat lelaki manapun yang melihatnya akan iri. Seorang remaja yang
sangat cantik jelita dengan tubuhnya yang tak sekedar indah tapi juga
putih bersih , sedang mengulum penis pria kasar dengan tubuhnya yang
hitam dan lusuh ditambah wajahnya yang tak lebih tampan dari tukul
arwana.
Kocokan mulut mitha terus berlanjut memberi kenikmatan tanpa henti
pada parjono. Untuk menyalurkan kenikmatan yang dirasakannya , ia
menyingkap rok abu abu mitha lalu meremas bongkahan pantat mitha dengan
nakalnya , terkadang pantat indah itu ia tepuk perlahan dengan
tangannya. Parjono sengaja tidak melepas total pakaian yang melekat di
tubuh mitha , karena ia malah lebih terangsang melihat mitha seperti
ini. Parjono terus menepuk dan menampar pantat mitha hingga memerah .
setiap kali pantatnya ditepuk , tubuh mitha mengejang dan berimbas pada
gerakan mulutnya yang menyedot tiba tiba atau juga terkadang melakukan
gigitan ringan pada penis pajono dan semua itu memberi sensasi
kenikmatan yang berbeda bagi keduanya.
Saat sedang asyik asyiknya parjono bermain dengan mitha , tiba tiba dari tengah ruangan terdengar jeritan histeris nadia.
“aaaawww….bajingan…lepassiiin…..lepassiin…aaww…..!!!”
Rupanya nadia telah sadarkan diri, namun ia terkejut mendapati
dirinya menggantung dengan tangan terikat di atas kepala , telanjang
bulat pula. Namun yang paling membuatnya histeris adalah saat menyadari
bahwa vaginanya sedang ditembus milik lelaki garang yang tak ia kenal.
Bento mengangkat dan membuka lebar kedua paha nadia , dan dengan
mudahnya ia menancapkan penisnya di vagina gadis itu. Dengan penuh
semangat bento bergerak maju mundur menggenjot tubuh nadia.
Penetrasi penis bento yang berukuran lumayan memberi sedikit rasa tak
nyaman pada nadia , hal inilah yang membuatnya tersadar dari pingsannya.
“aaahh…aahh….bajjingaann…aaahww…aaawa…..!!!”
Nadia terus mengerang dan memaki karena hanya itu yang bisa dilakukannya .
Bento begitu menikmati setiap gesekan dan jepitan vagina nadia yang bisa dibilang masih cukup sempit.
Geraman kenikmatan sesekali terdengar dari mulut bento , berbeda dengan
nadia yang selangklangannya mulai terasa sakit. Walaupun nadia bukan
virgin , tetapi besarnya ukuran penis bento ditambah posisi dirinya yang
terikat membuatnya tak bisa menikmati semua itu.
Tubuh nadia menggeliat menahan deraan rasa sakit saat bento semakin
keras menghentakan tubuhnya. Nafas nadia mulai terengah engah , dari
sudut matanya menetes butir butir air mata yang membasahi wajah
cantiknya. Nadia berusaha keras menikmati genjotan bento agar tak terasa
menyiksa . dipejamkannya mata kuat kuat , ia bayangkan jika yang sedang
menembus vaginanya adalah arman kekasihnya dan bukan pria yang tak ia
kenal.
“oohh…aahhch..oohh…”
Cara ini lumayan efektif, nadia mulai bisa menikmati persetubuhan ini
, erangan dan rintihan nadia membuat bento tersenyum penuh kemenangan.
Semakin keras dan cepat bento menghentak dan menyodok vagina nadia , semakin kentara pula rintihan gadis itu.
“ooochhh..aahhh…ahhh.oohh…..”
“oohh…..aww….ahahhhhh/……”
Rintihan demi rintihan terus meluncur dari nadia yang akhirnya
berujung pada jeritan panjang tanda ia telah mencapai puncak , tubuhnya
mengejang dan menegang sesaat lalu melemas. Vaginanya mulai mengeluarkan
cairan yang semakin memperlancar sodokan penis bento.
Bento menghentakan tubuhnya kian cepat , diiringi irama kecipakan saat
tubuh mereka beradu. Penisnya tertanam kian dalam di vagina nadia dan
ebeberapa saat kemudian penisnya terasa berkedut kedut dan spermanya
menyembur di dalam vagina nadia.
“aaaaarrggghh….” Bento menggeram panjang .
Penisnya sengaja tak ia cabut dulu karena masih ingin menikmati
hangat dan basahnya vagina gadis cantik itu , sesekali tubuhnya
menghentak untuk merasakan sisa sisa kenikmatan yang begitu diresapinya.
Saat akhirnya bento mencabut penisnya , nadia hanya tergantung lemah tak
berdaya. Tubuhnya terasa lemas, selangkangannya terasa sakit dan kini
ia tak hanya sekedar meneteskan air mata , nadia mulai terisak menangis.
“looo kok…nangis sih nona cantik….dikasih enak malahan nangis
..hehehehe..” kata bento sambil menjlati air mata yang mengalir di pipi
nadia. Gadis itu hanya mendelik jijik tanpa berkata apa apa.
“ooo..gitu aja kok ngambeg sih…..” goda bento sambil mencubit nakal pantat nadia.
“brengsek kamu…..bajingann…..siapa kamu sebenarnya……??!!”
Bento tertawa melihat reaksi nadia , ” hahahaa…jangan gitu dong non ,
dulu kita kan pernah senang senang berdua , masa lupa sih….??”
Untuk pertama kalinya nadia mengamati wajah bento baik baik mencoba mengingat apakah mereka pernah bertemu sebelumnya.
Kilasan kilasan memori kembali muncul dan kembali menyebabkan sakit
kepala hebat pada nadia. Kali ini rangkaian memori itu hanya berputar
dan berulang saat nadia beradaa di lokalisasi dan bercinta dengan bento ,
diakhiri dengan tewasnya bento dan munculnya seorang suster.
Nadia meronta ronta menahan rasa sakit di kepalanya , mulutnya
terbuka seperti hendak menjerit namun tak ada suara yang keluar ,
tangannya yang terikat membuatnya tak mampu berbuat banyak.
Beruntung bento melepaskan ikatan nadia. Gadis itupun langsung ambruk ke
lantai sambil memegangi kepalanya yang sakit. Kilasan kilasan memori
yang semula hanya potongan potongan acak , kini mulai menyatu membentuk
rangkaian cerita utuh. Flashback dirinya bermain cinta dengan bento dan
berakhir dengan kepergian dirinya bersama seorang suster terangkai lebih
jelas , detail dan urut.
Yang masih belum nadia pahami adalah bagaimana ia bisa sampai di
lokalisasi itu dan siapa suster yang menjemputnya, ia tak bisa mengingat
kejadian sebelum dan sesudah dari lokalisasi tersebut , semuanya begitu
gelap.
“gak mungkin….gak mungkin….ini mimpi…..” nadia bergumam menyangkal memorinya sendiri.
“hahahaha…tapi itu beneran kok neng….dulu kita pernah ngent*t hot banget loo…”jawab bento.
“ngggaaaakkk……!!! Ngggak mungkiiiiinnn….!!!!” Nadia berteriak terus melakukan penyangkalan.
“percuma non nadia kayak gitu juga , lagian emang udah kejadian kok…”
ujar bento dengan santai, ” yang penting sekarang , non nadia ada di
tangan kami dan harus patuh sama kami atau terima akibatnya”
Kata kata “kami” membuat nadia tersadar bahwa masih ada orang lain
disana. Di salah satu sudut ruangan , nadia melihat seorang gadis remaja
yang bajunya acak acakan tak karuan sedang disetubuhi dari belakang
oleh seorang pria.
Wajah pria itu memantik memori lain yang kembali menyiksa gadis itu
dengan sakit kepala hebat. Nadia mengingat pria itu sebagai tukang ojeg
yang pernah memperkosanya dulu kala hujan deras. Namun kapan , dimana ,
dan bagaimana ia bertemu tukang ojeg itu ia tak tahu , semuanya serba
gelap.
“haa…rupanya non nadia juga inget sama temen abang yang itu ya…?”
Nadia tak menjawab , hanya mengerang kesakitan memegang kepalanya.
Bento sejenak meninggalkan nadia yang masih berkutat dengan sakit
kepalanya. Ia melangkah mendekati parjono yang sedang menyetubuhi mitha.
Posisi mitha menungging dengan pantat terangkat ke atas,
dibelakangnya parjono dengan semangat terus menyodoknya.tubuh mitha
berguncang seirama hentakan tubuh parjono , buah dadanya bergoyang
menggoda.
“hehehehe….asyik loe jon…??”
Parjono hanya menjawab dengan acungan jempol. Baginya dan juga bento,
mitha adalah gadis tercantik dan teryahud yang pernah mereka tiduri ,
sukarela ataupun terpaksa. Wajah mitha yang bernuansa jepang , membuat
mereka merasa memiliki bintang film bokep pribadi , begitu cantik , cute
dan innocent setype dengan sora aoi ataupun Vivian hsu.
“ikutan dong gue jon….” Kata bento sambil menyodorkan penisnya ke wajah mitha.
Parjono menghentikan goyangannya , memberi kesempatan mitha untuk
mengemut penis bento , sementara menunggu ia gunakan kesempatan untuk
meremas remas buah dada gadis itu yang menggantung menggoda , membuat
suasana kian panas.
Barulah setelah penis bento berada dalam mulut mitha , parjono
melanjutkan genjotannya dari belakang , erangan tertahan terdengar dari
mulut mitha yang tersumpal penis.
Setiap kali parjono menyodokan penisnya , penis bento yang sedang
dikulum mitha semakin tertekan kedalam mulutnya , menyalurkan efek
kenikmatan berantai pada bento. Namun begitu , mitha lah yang pertama
kali mencapai klimaks . vaginanya makin basah memperlancar sodokan bento
yang makin lama makin cepat hingga akhirnya ia orang kedua yang
mencapai orgasme.
Mitha kini lebih leluasa mengulum penis bento setelah parjono
mencabut miliknya. Satu tangan mitha melakukan gerakan memijat di penis
bento sementara kepalanya terus bergerak maju mundur , sesekali ia
berhenti untuk melakukan sedotan yang cukup dalam , lalu kembali
bergerak maju mundur.
“oooyaa….terus…terus…..non terus……” bento menyemangati mitha , dan
beberapa saat kemudian penisnya berkedut lalu sperma kental tersembur
memenuhi mulut mitha.
“dijilati yang bersih…..” perintah bento.
Dengan patuh mitha membersihkan penis bento dengan mulutnya ,
lidahnya enjilati cairan asin yang menetes dan mengalir di batang keras
tersebut.
Mitha akhirnya merasa lega saat kemudian bento dan parjono beranjak
meninggalkan dirinya , artinya ia bisa istirahat sejenak. Dalam hatinya
ia bersyukur saat mengetahui ada perempuan lain yang bernasib sama
dengannya di tempat ini , ia tak mengenalinya namun siapapun dia yang
pasti kehadirannya membuat beban mitha sedkit lebih ringan.
Bento dan parjono kini mendekati nadia yang duduk bersandar pada
sebuah tiang kayu. Pandangan matanya kosong seperti sedang melamun ,
sakit kepala yang menderanya memang sudah tak terasa lagi menyisakan
rasa shock dan tak percaya pada apa yang terjadi.
Bagai computer yang di reset mendadak , sebagian memorinya tentang masa
lalu terasa kabur dan menghilang. Ia tak ingat kapan terakhir pergi ke
kampus , atau kapan terakhir bertemu arman , ia juga tak ingat makanan
terakhir yang ia makan , baju yang ia pakai atau film yang ia tonton.
Ingatannya hanya berputar sekitar bento , parjono dan suster yang tak ia
kenal.
Siksaan mentalnya semakin bertambah saat melihat bento , parjono dan
mitha tadi. Ia menyadari jika perempuan itu juga adalah korban seperti
dirinya ,dan ia juga menyadari jika dirinya juga akan menjadi budak seks
sama seperti apa yang baru dilihatnya tadi.
“hehehe…si non satu ini ngelamun kayaknya….” Kata bento
“kayaknya ngelamunin kita tuh……gak sabar pengen ngent*t sama kita….” Timpal parjono.
Nadia memandang jijik dan marah pada dua pria telanjang dihadapannya ,
tak sepatah katapun terucap dari mulutnya. Secara naluriah nadia
meyilangkan kedua tangan menutupi dadanya dan merapatkan kakinya.
Bento berjongkok di samping nadia , dan dengan tiba tiba menjambak
rambut gadis itu hingga terpekik kesakitan, bento lalu berbisik di
telinga nadia.
“dengar baik baik ya…..nona nadia kini milik kami , jadi ikuti semua kata kami atau rasakan akibatnya….paham…??”
Nadia diam tak menjawab apa apa.
“pahaamm….???!!!!”bento membentak sambil menjambak rambut nadia lebih keras.
Meski terpekik kesakitan nadia tetap diam seribu bahasa , hanya wajahnya saja yang menyiratkan rasa marah dan terhina.
Bento dan parjono saling berpandangan , gerakan kepala mereka mengisyaratkan sesuatu.
Dengan gerakan cepat bento meraih kedua tangan nadia dan memitingnya
hingga gadis itu tak bisa bergerak , parjono tak kalah sigapnya , ia
membuka lebar kedua paha nadia dan menahannya dengan lutut hingga gadis
itu tak bisa menutup kakinya.
“eehhh…..mau apa kalian..jangan……tolong….mau apa kalian….??” Melihat
situasi yang tak menguntungkan seperti ini , nadia baru bersuara.
Kini giliran bento dan parjono yang tak bicara apa apa , alih alih
bicara parjono malah mengacungkan dildo berwarna hitam di depan wajah
nadia , dan belum sempat nadia bereaksi , parjono dengan cepat
menancapkan dildo itu di vaginanya.
“haaaaa…..” nadia menjerit keras saat dildo itu mulai menerobos masuk
. awalnya hanya terasa ngilu biasa layaknya penis yang pernah memasuki
vaginanya , namun semakin lama dildo itu terasa hangat dan dengan cepat
berubah menjadi panas dan menyalurkannya ke seluruh tubuhnya.
Nadia berontak dan meronta , namun ia tak bisa banyak bergerak , tangannya dipiting bento sementara kakinya ditahan parjono.
“aaaahhhhh…..!!!!” nadia menjerit panjang menahan rasa panas dari
dildo tersebut. Seperti halnya terjadi pada mitha sebelumnya , penis
buatan itu memberikan siksaan rasa panas luar biasa namun tak
menyebabkan luka fisik.
Nafas nadia mulai memburu , dadanya membusung , pandangannya mulai nanar
dan kabur. Untunglah saat siksaan rasa panas itu semakin tak
tertahankan lagi , parjono mencabut dildo itu , lututnya tak lagi
menahan kaki nadia. Begitupun bento yang melepaskan pitingannya.
“nah,….non nadia ngerti kan gimana kalo gak nurut sama kita..??”
Nadia diam tak menjawab karena masih mencoba mengatur nafasnya.
“heeehhh!!!…ngerti nggaakk….????!!!” Bento kembali menjambak rambut nadia.
“ii..iya bang..ngerti…..ngerti……”
Tak ada gunanya juga pikir nadia untuk melawan , malah akan membuat
mereka semakin ganas dan kasar. Lagipula nadia sudah cukup shock dan
terpukul dengan apa yang dialaminya. Kehilangan memorinya dan hanya
menyisakan kenangan dirinya bersama bento , parjono dan suster misterius
membuatnya sangat tertekan. Nadia mengalami disorientasi.
Bento dan parjono tertawa puas melihat nadia sudah menyerah , mereka
tak menyangka ternyata membuat gadis ini menyerah cukup mudah. Tak
seperti mitha dulu yang harus diperkosa habis habisan baru menyerah.
Parjono menarik bangkit nadia dan membawanya mendekati mitha , bento mengikutinya dari belakang.
Dan untuk pertama kalinya mitha dan nadia saling mengenal ,tak banyak
kata yang terucap dari kedua gadis itu selain tatapan mata senasib.
Dalam hati nadia mengagumi kecantikan mitha , jika situasinya berbeda
mungkin ia akan merasa iri padanya , namun sekarang ia justru kasihan
padanya. Sebuah kecantikan yang sempurna harus rusak oleh dua manusia
terkutuk.
Bento dan parjono menggiring kedua gadis itu keluar dari ruangan
melalui sebuah pintu tanpa mengenakan sehelai benangpun di tubuh mereka ,
sebelumnya bento telah melepas total seluruh pakaian yang melekat di
tubuh mitha.
Hal pertama yang dirasakan mitha dan nadia saat keluar adalah hawa
dingin malam yang menusuk tulang apalagi mereka berdua tak berpakaian.
Sambil terus berjalan, tubuh mereka terlihat menggigil kedinginan.
Nadia dan mitha digiring menuruni sebuah tangga batu yang membentuk
jalan setapak , tak ada bangunan lain disekitarnya . di sisi kiri dan
kanan mereka yang terlihat hanyalah rerumputan tinggi dan pepohonan
besar. Dari kejauhan di bawah sana terdengar gemericik air yang ternyata
sebuah sungai , kesanalah bento dan parjono membawa mereka.
Sungai itu tak terlalu besar , aliran airnya cukup tenang , beberapa
batu besar terlihat menghiasi sungai tersebut. Tak jauh dari sana di
hulu sungai , terdapat aiar terjun mini yang airnya tak terlalu deras.
Seandaianya saja ini siang hari dan seandainya saja mereka tidak dalam
cengkraman kekuatan jahat , mungkin nadia dan mitha akan menikmati
pemandangan dihadapannya ini.
“nahh…gadis gadis…sekarang saatnya mandi….”
Nadia dan mitha tercengang mendengarnya, hawa malam ini saja sudah cukup menyiksanya apalagi harus berendam di sungai.
“ayoo cepaatt…!!!” bentak bento
Kedua gadis itu menatap ragu dan cemas aliran sungai dihadapannya.
“aahhh..kelamaan…..!!!” kata bento seraya mendorong nadia dan mitha hingga tercebur ke sungai.
Nadia dan mitha terpekik kaget nyaris bersamaan. Di luar dugaan mereka ,
air sungai ini ternyata hangat layaknya sumber air panas di pegunungan ,
dan sama sekali tak terasa dingin. Malahan tubuh mereka berdua mulai
terasa nyaman apalagi setelah tadi tersiksa oleh dinginnya angina malam.
“hehehe…kita nggak sejahat itu kan..?? masa perempuan cantik suruh
berendem dia air dingin tengah malem…..masa kita kita tega ..ya gak
jon…??” nada suara bento terdengar mengejek.
“iya..kita kan orang baik…..” jawab parjono.
Huh , kalau orang baik tentunya tidak akan memperkosa kami berdua , pikir nadia dalam hati.
“nah ..ayo silakan mandi, bersihin badan biar seger…”
Sungai itu tak terlalu dalam bagi mitha dan nadia , mereka terendam
hanya sebatas pinggang saja , apalagi tinggi mereka tak jauh berbeda ,
nadia hanya beberapa senti lebih tinggi dari mitha.
Nadia akhirnya memanfaatkan kesempatan ini untuk membersihkan diri .
kehangatan air sungai itu membuatnya nyaman dan rileks. Ia menggosok
gosok seluruh badannya sendiri dengan air sungai itu , mitha pun
melakukan hal serupa.
Nadia memejamkan mata dan membenamkan tubuhnya hnigga sebatas leher ,
mencoba lebih menikmati kehangatan sungai itu dan membayangkan dirinya
berada dalam sauna.
Tubuh nadia semakin lama semakin nyaman , bahkan kehangatan yang
dirasakan di bagian bawah tubuhnya membuat birahinya mulai terangkat
naik , khayalan bermain cinta dengan arman kembali muncul di pikirannya.
Kehangatan sungai yang asalnya terasa nyaman sedikit demi sedkit
berubah menjadi kehangatan yang erotis.
Sentuhan halus dibahunya mengagetkan nadia yang sedang berkhayal
“aku Bantu bersihin ya kak…??”kata mitha dengan suara lirih menggoda .
Tanpa menunggu jawaban , mitha langsung saja menyeka punggung nadia
dengan tangannya , dan nadia sendiri membiarkannya dan menikmatinya.
Sentuhan halus tangan mitha di punggungnya semakin menaikan gairah
nadia. Mitha kini beralih ke depan sehingga mereka saling berhadapan ,
tanpa canggung mitha mengusap dada nadia hingga ke buah dada , tangannya
melakukan gerakan mengusap mengikuti bentuk bulatan buah dada nadia ,
jarinya menggelitik nakal seputar putingnya.
“ooohh…tanpa sadar nadia mendesah lirih dengan nikmatnya.
Belum pernah ia terangsang oleh perempuan sebelumnya bahkan terpikir
pun tidak. Namun secara misterius kehangatan air sungai ini mampun
membangkitkan birahinya hingga level tertinggi.
Usapan lembut di buah dada nadia , kini berganti menjadi pijatan
pijatan yang makin membuat nadia terangsang. Secara otomatis tangan
nadia bergerak menyentuh buah dada mitha dan melakukan hal serupa. Hawa
erotis sungai ini ternyata mampu membuat kedua gadis cantik ini
melupakan situasi sebenarnya , melupakan jika mereka berada dalam
cengkraman kekuatan jahat , pikiran mereka telah tertutup oleh birahi.
Nadia dan mitha saling berbalas , menggelitik , mencubit dan meremas
buah dada , tak ada sedikitpun rasa canggung , senyum kecil di wajah
mereka menandakan keduanya saling menikmati.
Wajah cantik kedua gadis itu kini saling mendekat , bibir indah
mereka saling bertemu , menghasilkan ciuman terdashyat dan terpanas yang
pernah mereka lakukan. Bibir mereka saling mengulum mesra , lidah
mereka menari liar mencari pasangan.
Nadia dan mitha berciuman sambil berpelukan , semakin panas ciuman mereka semakin erat mereka berpelukan.
Buah dada mereka yang bersentuhan saling menekan , mereka gesek gesekan
dengan sensual ,semakin memberi rangsangan luar biasa bagi keduanya.
Bento dan parjono hanya menyaksikan saja semuanya dari tepi sungai
dengan asyiknya , penis mereka semakin keras menegang menunggu
pelampiasan.
Memang sebuah tontonan menarik, dua gadis cantik jelita dengan tubuh
indah putih dan mulus , berendam telanjang di sungai sambil saling
bercumbu begitu mesra begitu panas. Tangan nadia meluncur masuk ke dalam
air dan menyentuh vagina mitha , jarinya meliuk liuk nakal menggelitik
di liang vagina mitha.
“aaaahhh….” Mitha melepas kuluman bibirnya dan berseru panjang.
Tubuhnya seperti kena strum saat vaginanya disentuh jari nadia yang
kemudian menajdi rasa geli dan berakhir dengan kenikmatan.
“ooohh…..oohhhhh..aaachhh….” mitha tak menahan erangannya saat jari nadia bermain keluar masuk di vaginanya
“OOuuhh..ooohh…as….aahh…” mitha memeluk nadia kian erat , buah dada
kedua gadis semakin saling menekan , putting keduanya semakin mengeras
apalagi bagi mitha yang kemaluannya makin basah.
Rangsangan jari nadia hampir saja membuat mitha orgasme , namun
sebelum itu terjadi , bento dan parjono telah ikut masuk ke dalam sungai
dan memisahkan kedua gadis itu.
“udah dong ah….masa kita dicuekin sih….” Kata parjono sambil menarik
tubuh nadia , sementara bento menarik mitha ke tepian sungai dan
membawanya ke air terjun di hulu sungai.
Nadia sendiri dibawa parjono ke sebuah batu besar berpermukaan datar
membentuk seperti meja altar.Parjono membaringkan nadia yang terlihat
pasrah disana , sejenak ia memandangi tubuh polos nadia memuaskan
matanya sambil jarinya menelusuri setiap lekuk keindahan tubuh nadia.
“wuiihh…ini baru body…” gumam parjono
Lelaki itu lalu mengambil posisi di hadapan vagina nadia , paha gadis
itu ia buka lebar mengangkang , tak ada perlawanan apapun dari nadia.
Jari parjono bergerak nakal di permukaan vagina nadia untuk sesaat
kemudian mulai mengorek nakal liang kenikmatan itu.
Nadia hanya menggelinjang geli dan mendesah nikmat atas perlakuan
parjono , apalagi lelaki itu begitu ahli memainkan jarinya , korekan ,
putaran dan gesekan yang mampu membuat nadia melayang.
Setelah beberapa lama , vagina nadia semakin basah tubuhnya pun semakin
menegang dan akhirnya permainan jari parjono membuatnya orgasme.
Parjono yang sedari tadi sudah menahan diri kini tak berbasa basi
lagi , penisnya sejenak ia gesekkan dan pukulkan ke vagina nadia ,
sebelum akhirnya mendorongnya masuk ke dalam.
“aahh..aahkk….” nadia sedikit tersentak oleh dorongan parjono.
Pria itu membiarkan sejenak penisnya merasakan jepitan vagina nadia ,
terasa begitu hangat dan menyenangkan. Ia lalu meremas nakal kedua
bulatan kembar di dada nadia.
“oooohh….” Tanpa sadar nadia merangkul pinggul parjono dan sedikit mendorongnya , meminta parjono untuk segera beraksi.
Parjono tertawa senang dengan sikap nadia , ia pun mulai bergerak
maju mundur melesakkan penisnya semakin dalam. Gesekan penis pada
klitorisnya membuat nadia begitu terangsang dan tak ragu
mengekspresikannya dengan desahan keras.
Setiap kali nadia mendesah , semakin semangat pula parjono melakukan
genjotan. Sodokannya kian cepat dan kuat membuat tubuh nadia terguncang
guncang dengan liar. Beberapa saat kemudian nadia merasakan darahnya
mengalir lebih cepat , tubuhnya bergetar , dadanya membusung dan
tangannya mengepal , satu erangan panjang menandakan nadia telah
orgasme, tubuh gadis itu kemudian melemas.
Kini giliran parjono mengejar kenikmatan , sodokannya semakin cepat
dan cepat , tubuh nadia yang lemas semakin teguncang guncang tak berdaya
, dan akhirnya parjono menggeram , tubuhnya menegang dan spermanya
meluncur deras membasahi vagina nadia.
Di hulu sungai ,bento membawa mitha menuju air terjun mini dan mereka
berdiri di bawahnya. Karena tidak terlalu besar , efek yang dirasakan
tak jauh berbeda dengan shower kecuali air terjun ini sedikit lebih
deras dan volume airnya lebih banyak dibandingkan shower.
Bento merangkul mitha dari belakang di bawah guyuran air terjun.
Diciumnya pundak gadis itu penuh nafsu, kedua tangannya tak pernah lepas
mengenggam bulatan sempurna payudara mitha. Penis yang keras terasa
mengganjal di bagian bawah gadis itu.
Mitha menyentuh tangan bento yang menggenggam buah dadanya meminta
untuk meremas lebih keras lagi.tentu saja dengan senang hati bento
menagbulkannya, sambil terus menelusuri leher mitha dengan lidahnya , ia
meremas remas gemas buah dada gadis itu. Putingnya yang mengeras ia
mainkan , ia sentil , pilin dan jarinya melakukan gerakan memutar disana
, membuat mitha semakin mendesah nikmat.
Aksi bento berlanjut , lidahnya bergerak menelusuri punggung polos
mitha yang putih bersih , dari pangkal leher hingga ke pinggul , lalu
kembali lagi ke atas dan mengulanginya lagi. Mitha hanya menggelinjang
kegelian , kali ini sungguh menikmati rangsangan dari bento , putingnya
semakin mengeras. Vaginanya terasa ‘gatal’ ingin segera disodok.
Bento berjongkok di bawah mitha , mengagumi bongkahan padat pantat mitha , dicubitnya dengan gemas pantat gadis itu.
Namun ia tak berlama lama disana , ia membalikan tubuh mitha sehingga gadis itu tepat berada dihadapannya.
“buka lebar dong non kakinya….”
Mitha melebarkan kakinya sehingga ia berdiri mengangkang.
Kini bento lebih leluasa, diawali dengan korekan korekan nakal jarinya
di liang vagina mitha berlanjut dengan jilatan lidahnya yang menyapu
ganas permukaan kemaluan gadis itu , lidahnya menyeruak mencari
klitoris.
Jilatan jilatan panas di vaginanya membuat mitha semakin melayang , nafasnya semakin memburu , desahannya semakin keras.
“oohhh….oosshhh….ahhhh..”
“aauhh….aahhh….soooohh…..”
Nafas mitha semakin memburu cepat , tubuhnya menggelinjang tak
terkendali , tangannya mengacak acak dan menarik narik rambut bento
sebagai pelampiasan.
Bento sudah merasakan jika mitha sudah hampir kalah , jilatannya semakin
liar dan ganas , kini ditambah dengan remasan gemas di pantat mitha ,
nafsu mitha semakin melonjak tak terkendali. Sampai akhirnya mitha
merasakan seolah seluruh cairan tubuhnya tersedot keluar , tubuhnya
otomatis melemas membuatnya jatuh berlutut dibawah guyuran air terjun.
Saat mitha berlutut , giliran bento yang berdiri. Sejenak ia membiarkan mitha mengatur nafasnya , lalu ia menyodorkan penisnya.
“gentian non….”kata bento sambil mengeluskan penisnya ke pipi mitha.
Karena nafasnya masih belum pulih , untuk sementara mitha hanya
menggunakan tangan untuk memijat penis bento. Barulah setelah pulih , ia
mulai menggunakan mulutnya.
Kepala jamur bento ia jilati dengan gerakan melingkar diselingi dengan
gerakan bibirnya yang menjumput kepala penis itu layaknya sedang
menjumput ujung es krim.
Tentu tak hanya itu ,lidahnya juga menelusuri batang penis besar itu
dari atas hingga ke zakar , lalu naik lagi ke atas , melakukan jumputan
bibir di kepalanya lalu kembali bergerak menjilat hingga ke bawah.
“weeitss..ternyata non mitha udah jago nih….hehehehe..”
Mitha tak memperdulikan omongan bento , ia sudah terlanjur pasrah pada
apa yang terjadi , jadi ia hanya berusaha untuk menikmatinya saja.
Apalagi bagi mitha yang belum banyak pengalaman soal seks , melakukan
permainan di bawah air terjun yang hangat ternyata menghantarkan sensasi
yang luar biasa baginya , membuatnya begitu bergejolak dan bernafsu.
Beberapa jilatan kemudian, mitha mulai memasukan penis itu ke dalam
mulutnya. Satu hal yang paling disukai oleh bento adalah kuluman bibir
mitha yang terasa berbeda dibandingkan bibir lain yang pernah mengulum
penisnya , mulut mitha terasa lebih dahsyat dan sensasional.
Hanya butuh waktu beberapa menit sampai akhirnya penis bento
menyemburkan spermanya di mulut mitha, dan meski merasa jijik mitha
terpaksa menelannya dan menjilati sisanya yang berleleran di batang
penis.
Bento lalu membawa mitha ke tepian sungai yang tertutup rerumputan ,
ia pun berbaring disana dan menyuruh mitha untuk naik keatasnya.
“ayo dong anak manis…..abang kangen goyangan mautnya nih….”
Mitha menaiki tubuh bento , penis pria itu ia bimbing masuk kedalam
vaginanya. Padahal penis itu baru saja melemas setelah menegluarkan
isinya , namun dengan cepat pula penis itu kembali menegang.
“aaaawww…”" mitha mendesah pelan pada saat penis itu mulai menancap , agak sedikit ngilu tapi nikmat.
Mitha perlahan mulai bergerak naik turun di atas tubuh bento , dan pria
itu tentu saja sangat menikmatinya. Tangan bento tak lepas menjelajahi
lekuk lekuk tubuh indah gadis remaja yang terbentuk sangat sempurna ini.
Buah dada mitha terguncang guncang erotis senada dengan gerakan naik
turun pemiliknya.
“hiiiihh…..”bento meremas buah dada itu dengan gemas.
Sudut mata mitha menangkap adegan panas nadia dan parjono tak jauh
dari sana , mereka tengah bercumbu dengan panasnya sambil berendam di
sungai. Adegan itu cukup efektif untuk melecut birahi mitha semakin naik
, goyangan pinggulnya makan gencar dan ganas membuat kenikmatan yang
dirasakan bento semakin bertambah.
“hheee….ya …uughhh..terus..non…teruss……”
Semakin cepat gerakan mitha , semakin keras pula remasan bento pada
buah dada gadis itu. Merekapun akhirnya mencapai orgasme bersamaan ,
desahan kenikmatan keduanya terdengar saling bersahutan. Sperma bento
terilhat mengalir diantara bibir vagina mitha dan penis bento yang masih
menancap disana.
Sepanjang malam itu bento dan parjono secara bergantian menyetubuhi
mitha dan nadia. Berbagai gaya permainan mereka praktekan disana.
Awalnya mitha dan nadia masih bisa mengimbangi dan menikmati permainan
sex liar tersebut apalagi air sungai yang hangat memberikan nuansa
erotis yang menaikkan birahi mereka. Namun lama kelamaan tenaga mereka
mulai habis , apalagi bento dan parjono terlihat tak pernah lelah dan
puas meski telah orgasme berkali kali. Akhirnya mitha dan nadia benar
benar kepayahan , bahkan untuk berdiri pun tak sanggup.
“hehehe..kasihan nih..tamu tamu kita yang cantik kecapean……” kata bento sambil mengelus elus wajah nadia.
“iya …elu sih…terlalu bernafsu ben…..” kata parjono sambil mendekap mitha , buah dada gadis it uterus ia remasi.
“jangan takut nona nona cantik…..sekarang kalian boleh istirahat kok….nanti kita main lagi ya…hehehehhe…..”
Wajah mitha dan nadia terlihat lega mendengar perkataan bento ,
karena jika permainan ini terus berlanjut , mereka sudah benar benar tak
sanggup.
Karena tenaga kedua gadis itu sudah habis , maka bento dan parjono
membopong mereka kembali ke rumah besar. Bento menggendong nadia
smentara parjono membopong mitha.
Sepanjang jalan menaiki jalan setapak , parjono sesekali menciumi dan
mengulum bibir mitha meski gadis itu tak merespon karena kelelahan.
Akhirnya mereka sampai juga kembali ke rumah besar. Dan bento dan
parjono sungguh terkejut saat ada yang menyambut kedatangan mereka.
“wah…wah….wah….kalian apain tuh mereka sampe kayak gitu…??”
Suara pria itu terdengar tak asing bagi bento dan parjono. Dia adalah pak mamat alias ki sewu.
Bagi pak mamat yang berilmu tinggi , bukanlah hal yang sulit untuk bolak balik pergi ke alam ghaib seperti sekarang ini.
Bento dan parjono membaringan kedua gadis yang dibawanya di atas kasur
lalu bergegas menghampiri pak mamat. Kedatangan pak mamat memang
mengejutkan mereka , namun sebenarnya mereka terkejut karena pak mamat
tak datang sendiri.
“aki..kok bisa ada disini….dan itu…..?” bento terdengar bingung sambil menunjuk seseorang yang dibawa pak mamat.
“tapi….beneran nih…tapi kan…waaahh…..” parjono lebih terlihat bingung lagi.
Pak mamat tertawa lepas melihat kebingungan mereka , ia lalu menghampiri seseorang yang datang bersamanya.
Dia adalah seorang perempuan cantik . matanya begitu indah namun
menyiratkan kemarahan.betapa tidak , gadis itu terikat di sebuah tiang
kayudengan tangan di belakang, pakaiannya tersingkap tak karuan,
memperlihatkan bagaian bagian indah tubuhnya. Buah dadanya telah mencuat
keluar tanpa penutup .
“kalian semua bajingaan….bangsaaattt….bajingaannn…!!!!” gadis itu
berteriak marah. Pak mamat tertawa sambil menepuk pelan pipi gadis itu ,
sementara bento dan parjono masih terlihat biingung.
“jangan bingung….sekarang dia bukan apa apa lagi…..sekarang dia adalah budak seks kalian yang baru….” Kata pak mamat.
Bento dan parjono saling berpandangan tak percaya , diamatinya baik
baik gadis dihadapannya ini. Mereka sangat mengenal perempuan ini ,
perempuan yang kata pak mamat akan menjadi budak seks mereka yang baru
di alam ghaib ini.
Dialah suster asti.
To be continued…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar