Seminggu terakhir masyarakat dihebohkan dengan serangkaian berita
mengejutkan yang menghiasi hampir seluruh media cetak dan elektronik.
Dimulai dengan berita tewasnya mantan suami pedangdut Kristina yang juga
tersangka korupsi Al Amin Nasution. Ia tewas di dalam penjara karena
serangan jantung. Setelah itu serentetan berita kematian para koruptor
dan penjahat kelas kakap hampir setiap hari muncul di media. Ada yang
mati karena serangan jantung, dibunuh atau pun kecelakaan. Polisi tak
menemukan keterkaitan antar kematian beruntun tersebut meski sempat
merasa janggal dengan waktu kematian yang berdekatan. Berbagai spekulasi
beredar di masyarakat. Ada yang menganggapnya santet, karma, azab,
bahkan pertanda kiamat sudah dekat. Dari dunia selebritis pun muncul
beberapa berita menghebohkan dengan berita perampokan di rumah keluarga
Azhari. Selain membawa barang berharga dan sebuah mobil, para perampok
itu juga memperkosa Sarah dan Rahma Azhari yang kebetulan sedang ada di
rumah. Komentar nakal lantas berkembang bahwa Sarah dan Rahma pastinya
lebih menikmati pemerkosaan itu dibanding si pemerkosanya sendiri. Namun
yang paling banyak mendapat perhatian adalah berita menghilangnya
penyanyi Mulan Jameela setelah melakukan show di Kalimantan. Tiga hari
kemudian ia ditemukan di tengah perkebunan karet dengan kondisi yang
mengenaskan tanpa selembar kain pun menutup tubuhnya. Menurut keterangan
polisi, Mulan mengalami penculikan dan pemerkosaan. Polisi kini sedang
melakukan pengejaran terhadap 10 orang pelaku yang identitasnya sudah
diketahui. Sementara itu pembalap Tinton Soeprapto sangat terpukul
karena kematian kedua anaknya Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto yang
tewas karena overdosis narkoba ketika berpesta merayakan bebasnya Ananda
dari dakwaan penganiayaan (setelah mengeluarkan banyak uang, waktu dan
tenaga menyuap sana-sini). Masalah demi masalah yang terkait dengan
anak-anaknya, ditambah lagi kematian mereka yang sangat memalukan
membuat Tinton menjadi gila, ia mencoba bunuh diri namun berhasil
digagalkan. Sejak itu pria tua itu dimasukkan ke rumah sakit jiwa,
dikurung dalam ruang isolasi dengan jaket pengaman. Sesekali ia sering
tertawa-tawa sendiri, tapi kadang ia menangis meraung-raung seperti anak
kecil, kadang ia juga berteriak-teriak sendiri
“Mereka adalah aset bangsa…aset bangsa…tidak mungkin mereka begitu…kalian dengar itu!! Hahahha!!”
Hampir tidak ada yang bersimpati pada nasib keluarga itu, malah
banyak orang semakin mencibir pada mereka. Banyak yang beranggapan
semuanya adalah karma yang harus ditanggungnya atas dosa-dosa Tinton di
masa lalu.
***NAGA_LANGIT PRODUCTION***
‘K’ menyaksikan berita di Tv dengan serius tanpa ekspresi. Satu cup
besar es krim di tangannya telah lama mencair karena sedari tadi hanya
diaduk aduk saja. Di dekatnya berdiri dua orang berbadan besar layaknya
petinju , berwajah dingin dan sadis , kepala plontos dan sama sama
berpakaian serba hitam ala bodyguard. Dilihat sepintas mereka seperti
kembar (mungkin juga benar) yang membedakan hanyalah tinggi badan saja.
Yang bertubuh sedikit lebih pendek adalah ’7′ (seven) dan yang tinggi
adalah ’11′(eleven). Mereka semua (‘K’ , ’7′ , ’11′ )adalah bagian dari
kelompok rahasia yang selama berabad abad , memelihara , menjaga dan
memberikan ‘black note’ pada orang tertentu yang dianggap mempunyai
potensi besar membuat sejarah. Menurut ramalan jayabaya , pada suatu
masa kelak, nusantara akan menjelma menjadi pusat kekuatan dunia dan
penguasa dunia. Untuk itulah kemudian para sesepuh negeri ini berkumpul
dan sepakat membuat sebuah buku wasiat yang sekarang disebut ‘black
note’.Tujuannya adalah untuk membantu menciptakan sebuah negeri yang
ideal , dimana kebaikan dan kejahatan seimbang. Itulah sebabnya ‘black
note’ mempunyai dua fungsi , sex dan death. Setiap pemegang ‘black note’
bebas menggunakannya untuk apa saja , kebaikan atau kejahatan , selama
diperhitungkan dengan matang resikonya. Para sesepuh sepakat jika yang
memegang ‘black note’ adalah orang lain yang tak ada hubungannya dengan
mereka. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi perseteruan dan pertumpahan
darah antara mereka maupun keturunan mereka kelak. Tugas mereka hanyalah
mengawasi penggunaannya dan mengingatkan jika ‘black note’ digunakan
secara berlebihan. Ken arok menjadi orang pertama yang memegang ‘black
note’ . dan selama ratusan tahun black note terus berpindah tangan.
Banyak peristiwa sejarah Indonesia yang terjadi karena ‘black note’ (
meski tentunya tak banyak yang tahu ). Dimulai dari berdirinya
Singosari, Pertempuran ARU, Pertempuran 10 November , G30SPKI ,
kerusuhan Mei 98 dan banyak lainnya. Dan selama ratusan tahun itu pula
‘black note’ untuk pertama kalinya hilang.
‘K’ meneguk habis es krimnya yang mencair lalu melangkah menuju meja
diikuti oleh ’7′ dan ’11′. Di atas meja berjajar rapi foto foto 3R dari
orang-orang yang diduga menemukan ‘black note’.
”jadi ….apa ada petunjuk baru….??” Tanya ‘K’
’7′mendekati meja , “berdasarkan petunjuk yang kami dapatkan ,
dipastikan ‘black note’ hilang di sekitar hotel tiga melati… “. Ia
memisahkan tiga buah foto , ” dan itu artinya kemungkinan besar ‘black
note’ ada di tiga orang ini…”
‘K’ mengambil tiga foto itu dan membaca keterangan di baliknya.
“Sunaryo, tukang parkir…… Doni Alamsyah , malam itu melabrak pacarnya
yang selingkuh…….dan Bambang Sudibyo , waktu check in dan check outnya
hampir bersamaan dengan Indra….”
Indra adalah pengusaha sukses yang sebelumnya diberi kepercayaan
untuk memegang ‘black note’. Namun karena teledor buku itu hilang dan
indra pun harus menebusnya dengan nyawanya.
“jadi sekarang bagaimana , boss ’K'…??”
“jangan buang waktu lagi….kita selidiki tiga orang ini…..” jawab ‘K’
“baik boss….kami siap…..”
“lalu tentang Joker…..apa dia sudah muncul…..??”
’7′ dan ’11′ saling berpandangan lalu salah satu dari mereka menjawab,
“sepertinya belum boss….kita belum melihat indikasi ia muncul…..”
’K’ menghembuskan nafas panjang. Ada dua hal yang dikhawatirkan jika
‘black note’ hilang. Pertama ,’black note’ akan digunakan secara
serampangan yang mengakibatkan kehebohan dan kepanikan di masyarakat.
Hal itu kini sudah terjadi.
Kedua, kekacauan yang diakibatkan penggunaan ‘black note’ yang
sembarangan akan memancing Joker keluar dari persembunyiannya. Dan jika
itu terjadi maka kekacauan yang ditimbulkan akan lebih dahsyat lagi.
‘black note’ harus ditemukan sebelum Joker muncul.
***NAGA_LANGIT PRODUCTION***
Bizzarre ,tempat hang out anak muda yang paling ‘happening’ saat ini.
Malam ini Bizzarre mengadakan event wild party dengan cosplay sebagai
dress code. Artinya setiap pengunjung wajib memakai kostum yang mengacu
pada karakter tertentu. Dan tentu saja dalam party seperti ini , para
wanitanya yang paling banyak mendapat perhatian. Mereka berdandan dan
berkostum secantik dan se-sexy mungkin. Berbagai kostum mulai dari
catwoman , lady vampire , sailor moon hingga Amazonian mereka kenakan.
Ada pula yang memakai cos uniform , seperti pilot , army , nurse dan
lainnya. Yang pasti para wanita tersebut tanpa ragu memperlihatkan dan
menonjolkan sedikit keindahan tubuhnya. Satu yang menjadi bintang dalam
party itu Vio. Sejak pertama tiba hingga berada di dance floor sekarang
ini, Vio langsung menarik perhatian banyak pria. Nama Viona mEmang sudah
mulai dikenal sebagai model paling fresh dari sebuah majalah pria
dewasa yang berani tampil sexy. Apalagi malam ini pakaian yang dipakai
Vio sangatlah menggoda iman pria yang melihatnya. Vio memakai baju
‘nurse’ model kemben terusan yang seolah terlalu kecil menempel di
tubuhnya. Selain mencetak lekuk tubuhnya dengan jelas , bagaian bawah
baju itu berada tinggi di atas lutut dan hanya menutupi sebagian paha
mulusnya. Bagian atas bajunya berada jauh di bawah leher dan hanya
menutupi sebagian buah dadanya. Sisa tubuh Vio yang lain terbuka dan
terpapar jelas. Sebuah topi mungil ala suster menempel di kepalanya
menambah nilai eksotis Vio. Doni duduk di bar sambil mengamati Vio yang
meliuk liuk erotis di dance floor dikelilingi banyak pria. Doni mEmang
sudah datang duluan dari Vio , dan ia memang sengaja menunggu mantan
kekasihnya itu. Ia telah mempersiapkan sebuah scenario pemerkosaan bagi
Vio yang telah mengkhianatinya. Semuanya tertulis di ‘black note’. Dan
bagian pertama scenario tersebut telah berjalan dengan baik.
Sebelum menuju Bizzarre, Vio terlebih dahulu melakukan photo session
untuk majalah edisi bulan depan. Thema sesinya adalah ‘sexy nurse’.
Pakaian yang Vio pakai sekarang sebenarnya adalah outfit dia saat
pengambilan gambar. Entah mengapa saat sesi selesai , Vio merasa nyaman
dengan pakaiannya dan memtuskan pergi ke Bizzarre menggunakannya.
Padahal ia telah menyiapkan cos ‘lara croft’ sebelumnya. Vio terus
menggoyangkan tubuhnya , meliuk erotis , menghentak mengikuti irama
music. Apalagi distimulasi pula dengan beberapa teguk minuman
beralkohol, gerakannya makin panas saja. Para pria yang berusaha
mendekatinya semakin banyak saja. Hampir semua pria itu berpikiran sama ,
mencoba keberuntungan dan berharap bisa membawa pulang Vio dan meniduri
sepuasnya. Doni pernah meniduri Vio saat masih menjadi pacarnya , jadi
ia paham betul apa yang ada di otak para lelaki yang berusaha mendekati
Vio saat ini. Dan ia pun tertawa karena tahu jika tak seorangpun dari
mereka yang akan berhasil membawa Vio pulang malam ini. Bahkan lebih
dari itu , orang orang yang beruntung akan menikmati tubuh Vio pun
mungkin saat ini tak akan pernah terpikir akan seberuntung itu. Orang
orang itu mungkin saat ini sedang berselimut sarung diluar sana ,
ditEmani kopi panas atau bir murahan tanpa terlintas sebersit pun mereka
akan didatangi bidadari. Semuanya sudah diatur dalam ‘black note’.
Doni melirik jam tangannya , ” time to go girl….” . ia lantas
menyelinap keluar terlebih dahulu dan menunggu Vio di tempat parkir.
Setengah jam kemudian Vio keluar dari Bizzarre. Jalannya sedikit
sempoyongan karena pengaruh alcohol, beberapa orang pria mengikutinya
berusaha menjadi ‘hero’ yang akan mengantarnya pulang dan berharap bisa
menidurinya. Namun tentu saja tak ada seorangpun dari mereka yang
berhasil. Honda jazz Vio meninggalkan Bizzarre dengan tatapan kecewa
dari para pria yang gagal mendapatkan Vio.
***NAGA_LANGIT PRODUCTION***
Malam itu hujan tak turun , tapi langit terlihat kelam tanpa titik
bintang dan bulan. Doni mengikuti mobil Vio dari jarak aman tanpa
menyalakan lampu.
Sama seperti sebelumnya saat pertama kali terpengaruh ‘black note’ ,
Vio mengendarai mobilnya tanpa menyadari jika ia sebenarnya tidak sedang
menuju rumah bahkan justru semakin menjauh dari jalan pulang. Dulu Vio
diluar kesadarannya mengendarai mobil menuju perumahan terbengkalai dan
kali ini ia mengarahkan mobilnya ke luar kota . Jalan yang dilaluinya
mulai terlihat sepi. Selain karena mEmang sudah larut malam , daerah ini
pun mEmang sebenarnya jarang dilalui. Sebuah pabrik sepatu menjadi
bangunan terakhir yang Vio lihat karena selanjutnya hanya ada pepohonan ,
kebun sayuran dan sesekali sawah. Rumah penduduk hanya terlihat
seperti titik cahaya kecil yang jaraknya jauh dari jalan. Tak hanya
sepi, jalan itu pun minim lampu penerangan bahkan bisa dikatakan nyaris
tidak ada. Tiba tiba mobil Vio berhenti. Jauh di belakangnya , Doni pun
ikut berhenti dan menyembunyikan mobilnya di balik bayangan rimbun
pepohonan dan gelap malam. Warna mobil Doni yang kebetulan hitam
membuatnya tak terlihat dari tempat Vio. Vio turun dari mobilnya dan
mEmandang daerah sekelilingnya dengan wajah bingung.
“aduh….dimana lagi gue….??”
Seingat Vio , ia tadi hanya minum beberapa gelas dan tak akan
membuatnya sampai mabuk berat. Setidaknya seharusnya ia masih bisa
menemukan jalan pulang. Ia tak mengerti kenapa bisa sampai tersesat jauh
ke tempat ini. Hawa malam yang dingin dengan cepat menyerang Vio dan
menyadarkannya jika ia memakai pakaian yang minim.
“kenapa gue pake baju kayak gini…???” Vio terlihat semakin bingung.
Kedua tangannya bersilang memegang bahu berusaha mengurangi dinginnya
angin malam.
Tak tahan udara dingin , Vio kembali masuk mobil namun tak segera
menjalankannya. Ia berdiam diri mencoba merefresh memorinya , mencoba
mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Ia ingat photo session di sore
hari .. ia ingat baju ‘sexy nurse’ yang dipakainya adalah outfit session
tadi. Ia ingat berencana dating ke party di Bizzarre. Namun ia tak
ingat kenapa memutuskan memakai baju ini ke Bizzarre padahal seharusnya
ia akan berdandan ala Lara Croft.
Memorinya semakin mundur ke belakang, kurang lebih seminggu yang
lalu. Vio ingat ia sedang chatting di internet saat tiba tiba dia merasa
gejolak birahinya naik drastic. Sebuah nama daerah perumahan mendadak
terlintas di pikirannya. Dan ia ingat dirinya bergegas pergi ke tempat
itu meski hujan turun dengan derasnya. Disana ia bertemu dengan pria
asing yang mirip preman. Vio tak pernah bertemu dengannya apalagi
mengenalnya , tapi ia malahan bercinta dengan panas dengannya. Pagi
harinya ia baru terkejut mendapati dirinya berada di sebuah rumah
setengah jadi , tanpa busana dengan seorang bertampang criminal ( yang
juga tanpa busana) memeluk tubuhnya. Panic dan bingung Vio bergegas
meninggalkan tempat itu sebelum orang itu terbangun. Vio bergidik
mengingat semuanya.
Vio tak habis pikir mengapa belakangan ini sering melakukan hal
diluar kesadarannya. Mengkonsumsi minuman beralkohol sudah lama ia
kurangi , lagIpula ia hanyalah seorang ‘social drinker’ (minum hanya
untuk pergaulan dan bukan untuk mabuk ). Shabu sudah lama juga
ditinggalkannya , semenjak temannya yang juga artis ( Sheila Marcia )
tertangkap polisi. Apakah mungkin karena santet atau guna guna …???
Sayang sekali Vio tak percaya hal semacam itu. Namun karena tak ada
alasan lain yang masuk akal , mau tak mau kemungkinan itu ia
pertimbangkan juga. Vio bisa mengkhawtirkan itu nanti , sekarang yang
terpenting adalah segera keluar dari tempat ini yang rasanya semakin
gelap dan sepi saja. Honda jazz-nya kembali bergerak menyusuri jalan
mencari arah pulang. Jalan itu mEmang gelap dan tak ada petunjuk apapun.
Namun kondisi jalan yang bagus dan beraspal memberi sedikit harapan
untuk Vio . jalan seperti ini pastinya akan berujung di jalan raya ,
meskipun entah dimana. Beberapa ratus meter berjalan , sebuah titik
cahaya terlihat oleh Vio yang kemudian dipastikan berasal dari sebuah
warung kopi sederhana khas pinggiran. Warung itu menjadi satu satunya
bangunan diantara jajaran sawah dan ladang. Empat orang pria sedang
bermain kartu di bale bale depan warung ditEmani kopi panas yang tinggal
setengah. Mereka Togar dan Tejo [ supir angkot ] , Eman [ pengangguran ]
,dan Ipul [ satpam pabrik ]. Seorang lagi yang juga pemilik warung
hanya berdiri sambil menyaksikan permainan. Sesekali ia mengomentari dan
mengejek pemain yang kalah. Orang itu biasa dipanggil si kumis.
“oooh…great Vio…..” Viona mengeluh saat melihat orang orang di warung
tersebut. Mobilnya terlanjur berhenti tepat di seberang warung. Tadinya
Vio merasa sedikit lega melihat warung itu karena bisa menanyakan arah
jalan pulang, sekarang ia ragu. Pakaiannya yang terlalu minim akan
menjadikan dirinya tontonan gratis bagi mereka , dan Vio tak merasa
nyaman dengan hal tersebut. Tapi jika tak bertanya , Vio khawatir
tersesat makin jauh. Vio merasa bimbang. Si kumis menjadi yang pertama
menyadari jika ada mobil yang berhenti di seberang warungnya. Keningnya
berkerut heran , tak biasanya ada mobil melintas di jam selarut ini.
“mobil siapa tuh….???”
Keempat orang lainnya teralih juga perhatiannya pada mobil tersebut dan sama herannya dengan si kumis.
“siapa , mis….???” Tanya Ipul
“mana gue tahu….nyasar kali…???” jawab si kumis
“sepertinya …aku lihat cewek disitu…..” timpal Togar dengan logat khas bataknya.
“ah masa….ngarang kali kau…..” Eman meniru logat Togar dan langsung dijawab dengan geplakan kepala oleh Togar.
”jangan meledek kau……kalo soal cewek aku yakin…soalnya ,….alamaaaaakk…..”
Togar tak bisa meneruskan kata katanya karena terpana melihat mahluk
yang baru saja keluar mobil. Tak hanya Togar, semua orang di warung itu
sama terpananya, ternganga tak mampu berkata kata. Vio rupanya
memutuskan untuk turun dan bertanya arah jalan kepada mereka. Dan
seperti yang diduganya, tubuhnya yang terbalut pakaian minim ini menjadi
tontonan gratis bagi orang orang itu. Seorang gadis cantik berbalut
seragam suster super sexy tentunya bukanlah pemandangan yang biasa
mereka lihat setiap hari.
“busseeeett…..suster mana nih…..???” kata Ipul sambil menggosok gosok penisnya yang langsung menegang di balik celana.
”suster pale lu peang…!!! palingan juga pecun dari kota nih….” jawab
si kumis , berbagai pikiran mesum mendadak muncul di kepalanya.
“aaah…iya….gue tahu, pasti nih cewek hepatitis…..!!!” Eman berkata dengan nada yakin dan sok pintar.
Keempat orang lainnya langsung memandang Eman dengan heran.
“cewek hepatitis apaan maksud loe….???”
“aahh..bego nih semua….”Eman berlagak sok pintar, “cewek hepatitis….masa gak tahu , itu loo yang suka nari telanjang…”
Satu geplakan Togar langsung melayang ke kepala Eman.
“bah…monyong kau….itu striptis tolol….!!!”
“hepatitis..hehehhe…” Tejo tertawa geli , ” mbahmu itu hepatitis…..”
Mereka terus saling berkomentar nakal dan tertawa saat Vio berjalan menuju warung, dan mereka langsung terdiam saat ia tiba.
“ee..maaf Bang numpang Tanya…ini di mana ya…???” Vio bertanya dengan
suara agak bergetar. Selain hawa dingin, ia juga merasa risih dengan
pandangan lapar orang orang itu.
“nyasar neng yah…Emang dari mana tadi…???” Tanya si kumis sok wibawa.
“emmm..darii…..” Vio bingung menjawabnya. Ia memang tak sadar bagaimana bisa sampai disini.
Ipul yang berada dekat dengan Vio tak tahan untuk tak menyentuhnya, dielusnya perlahan paha mulus yang terbuka itu.
“wiiihhh…mulus benerrrr……”
“eeehh…!!!!” Vio terpekik kaget , reflex tangannya menampar pipi Ipul , “jangan kurang ajar ya…!!!”
Ipul memegangi pipinya yang panas. Hatinya semakin kesal karena
kawannya yang lain menertawakannya. Hampir saja ia balas menampar
seandainya tak ditahan Tejo.
“eh, neng…!!! Jangan belagu deh….pecun aja sok jual mahal….!!!” Kata Ipul kemudian.
Tangan Vio kembali bergerak untuk menampar mulut Ipul, namun kali ini si kumis dengan cepat menangkap tangannya.
“lepas….!!! Lepasiinn…!!!!” Vio menghentakan tangannya mencoba
melepaskan cengkaraman si kumis namun sia sia saja malahan cengkramannya
semakin kuat dan menyakitkan.
“sombong amat sih neng….Emang semalem berapa sih…abang juga punya duit kok….!!!” Kata si kumis tanpa melepas pegangannya.
“iihhh..sakit tahu….!!!” Vio menendang selangkangan si kumis. Kontan
saja pria itu kesakitan, pegangannya terlepas, mulutnya memaki tak
jelas.
“dan gue bukan cewek gituan…..!!!” sambung Vio lagi.
Vio mulai menyadari situasinya sungguh tak menguntungkan, keputusan
untuk turun dari mobil kini disesalinya.bIa bergegas hendak kembali ke
mobilnya namun kalah cepat dengan Togar yang langsung melompat
menghalangi jalan.
“minggir….!!!” Hardik Vio
“hei, butet…!!! Macam mana kau bukan cewe gituan…pakaian kau saja macam itu….”
Kemben terusan ala “sexy nurse” yang menampilkan setengah paha
terbuka dan setengah buah dada terlihat tentunya mEmang menimbulkan
pikiran mesum pria yang melihatnya.
Vio terdiam, dalam hatinya ia juga bertanya tanya kenapa memutuskan memakai pakaian seperti ini tadi.
“minggir….!!!” Vio semakin gusar dan mencoba menendang Togar yang menghalangi jalan. Dan itu sebuah kesalahan.
Gerakan Vio justru mempermudah Togar untuk menangkapnya. Tubuh gadis
itu ia dekap erat dan rapat ke tubuhnya. Togar menikmati tekanan empuk
buah dada Vio yang terhimpit.
“wooii…empuk kali payudaranya nii…..”
Vio meronta dan berteriak panic meminta dilepaskan. Tangannya memukul
mukul liar tubuh Togar yang tentunya tak berpengaruh apa apa. Togar
malahan mengangkat tubuh Vio membuat kaki gadis itu menendang liar
mencari pijakan. Satu kesempatan Vio menendang selangkangan Togar dengan
lututnya. Cukup keras untuk membuat Togar melepaskannya. Togar memaki
dengan bahasa batak yang tak dimengerti oleh semua orang disana. Melihat
dua kawannya telah “jatuh”, tiga orang lainnya bergerak bersama
mengepung Vio dengan siaga dan waspada. Vio memandang bergantian tiga
orang pengepungnya. Tangannya terkepal meski sebenarnya ia lebih siap
menyerang dengan kakinya. Belajar dari dua orang sebelumnya, dengan
cepat Tejo dan Eman menyergap dan menangkap kaki Vio. Dengan cepat pula
Ipul menangkap tubuh Vio dari belakang , tangannya dengan nakal mencuri
remasan di buah dada gadis itu.
“lepasin…!!! Lepasin….!!! Tolong…!!! Tolong……!!!!”
Kali ini Vio tak bisa melawan karena tubuh dan kakinya tertahan.
“kena juga lu…dasar pecun belagu….!!!” Si kumis sudah berdiri kembali
meski ngilu masih terasa.”rasain pembalasan gue entar…..!!! bawa aja ke
belakang cuy….!!!”
Vio menjerit dan meronta dengan panik saat tubuhnya dibopong ke
belakang warung. Si kumis lalu buru buru menutup warungnya sementara
Togar menyembunyikan mobil Vio di tempat aman dan tak terlihat.
Suara teriakan Vio sebenarnya masih bias terdengar hingga radius
beberapa ratus meter dari situ meski samar. Namun si kumis cs tak
khawatir, tempat itu sepi dan rumah penduduk terdekat jaraknya 1 KM.
selebihnya hanya sawah dan ladang saja. Meski begitu sebenarnya ada
orang yang mendengar teriakan Vio, namun ia terlihat tak peduli. Ia
malahan hanya menyalakan rokoknya dan menghisapnya dengan santai sambil
duduk di atas kap mobilnya. Doni mendengar teriakan itu dan ia tak perlu
melihat langsung untuk tahu apa yang terjadi dengan mantan pacarnya
itu. Semuanya berjalan persis seperti skenario yang ia tulis di ‘black
note’. Asap rokoknya ia hembuskan perlahan sambil menikmati suara
jeritan Vio yang semakin samar di kejauhan. Wajah Doni terlihat puas
sekali.
“well..sepertinya ada yang sedang bersenang senang dengan ‘black note’ nih…..”
Suara pria di belakangnya membuat Doni terlonjak kaget. Ia terkejut
melihat ada orang disana apalagi orang ini tahu tentang ‘black note’
“siapa kamu….???”
***NAGA_LANGIT PRODUCTION***
Bagian belakang warung itu ternyata sebuah lahan tak tergarap yang
dipenuhi oleh tanaman dan pepohonan yang tumbuh liar. Vio diikat
diantara dua buah pohon yang tak terlalu besar dan tumbuh sejajar.
Tangan dan kakinya diikat merentang ke masing masing pohon , membuat
huruf ‘X’ besar diantaranya. Vio awalnya terus meronta namun ikatannya
terlalu kuat , ia malah menyakiti dirinya sendiri. Akhirnya Vio terdiam ,
buah dadanya naik turun mengikuti helaan nafasnya. Sorot mata marah
menjadi satu satunya perlawanan yang tersisa.
“brengsek kalian semua….!!! Bajingan pengecut….!!!” Maki Vio.
Kelima pria itu tak terpengaruh makian Vio. Mereka sedang begitu
menikmati pemandangan seorang suster sexy yang terikat tak berdaya. Dan
seeakan hendak menteror mental Vio, mereka membuka pakaian masing masing
di hadapannya hingga telanjang bulat. Terror itu berhasil. Mental Vio
langsung jatuh , wajah memucat cemas saat melihat lima penis yang
berdiri penuh siap menusuk dirinya.
“jangan…jangann….” Vio bergumam lirih saat mereka mulai mendekat.
Dengan satu tarikan, si kumis menurunkan bagian atas baju Vio. Buah
dada yang tak terlapis apa apa lagi itu kini terpapar dengan jelas.
“buled bener ooy….” Si kumis memainkan buah dada kiri Vio , yang kanan menjadi bagian Ipul.
Eman dan Togar tak tinggal diam. Mereka masing masing mengelus dan
menciumi paha mulus gadis itu. Sementara Tejo menikmati dengan asyik
kehalusan dan kemulusan punggung Vio. Tejo menciumi tengkuk Vio dan
berlanjut dengan jilatan menyusuri punggung mulusnya hingga ke bawah.
Bagian bawah baju Vio ia singkap ke atas. Baju suster itu kini
tersangkut di pinggang Vio, tak lagi menutupi bagian terindah dari
tubuhnya. Apalagi setelah Tejo merobek celana dalam Vio dengan pisau.
Terbukalah sudah buah dada , pantat , paha dan vagina Vio menunggu untuk
dijamah.
Kelima pria itu menggerayangi tubuh Vio dengan ganas. Si kumis dan
Ipul saling berbagi buah dada untuk diremas dan dikulum. Eman dan Togar
saling berbagi paha mulus untuk mereka nikmati , sementara Tejo asyik
dengan pantat Vio nan montok. Sesekali jemari Tejo meraih ke depan
menggelitik vagina Vio. Vio tak lagi berteriak bahkan ia berusaha
menahan tangisnya agar tak meledak. Ia sadar tangisan dan teriakan tak
akan membantunya justru akan membuat para pemerkosanya semakin
bersemangat. Vio tak mau itu terjadi. Yang bisa Vio lakukan saat ini
hanyalah memejamkan mata sambil menggigit bibir. Meski merasa geli
karena seluruh bagian sensitifnya digerayangi, ia sama sekali tak
terangsang. Rasa malu dan terhina membuatnya tak bisa menikmati semua
itu. Awalnya mudah bagi Vio untuk menahan agar tak terangsang. Namun
saat Togar mulai menciumi dan menjilati vaginanya, pertahanan Vio mulai
goyah. Rupanya Togar cukup lihai untuk urusan yang satu ini. Sapuan
lidah di bibir vagina hingga ke dalam liangnya membuat tubuh Vio
menggelinjang tak karuan. Secara otomatis kuluman si kumis dan Ipul di
buah dadanya menjadi lebih terasa. Terutama saat kumis tebal menggesek
putingnya, Vio merasakan sensasi sex yang belum pernah ia rasakan
sebelumnya. Bibirnya yang tertutup rapat akhirnya terbuka dan
mengeluarkan desahan desahan erotis.
“ooohh….aaahhh..eehmmmaaahh…..”
Lidah Togar masih dengan lihainya menyapu dan mengorek vagina Vio ,
hanya tinggal menunggu waktu hingga gadis ini mencapai puncak. Tanpa
melepas buah dada Vio, Ipul meraih bibir gadis itu dan menciumnya penuh
nafsu. Lidahnya menjelajah mencari pasangannya. Awalnya Vio tak
meladeninya , namun karena terus menerus tersentuh akhirnya lidah Vio
ikut bergerak juga dan merespon ciuman bibir Ipul sebisanya.
Tiba tiba Vio merasakan darahnya mengalir lebih cepat , nafasnya mulai memburu , seluruh tubuhnya terasa menegang.
“mmmppphh..mmmmm….”
Mata Vio terpejam menikmati orgasme pertamanya. Rintihannya
terbungkam oleh ciuman bibir Ipul. Dan tubuhnya perlahan melemas.
Sejenak kelima orang itu menghentikan permainannya dan membiarkan Vio
menikmati hasil ‘kerja’ mereka. Tubuh Vio yang terikat semakin terlihat
lemah tak berdaya. Nafasnya tak teratur. Buah dadanya yang menjulang
indah bergerak naik turun. Pipinya yang putih terlihat merona kemerahan.
“hehehe..dasar pecun, gitu aja udah KO….” Si kumis mengejek.
Panas telinga Vio mendengarnya , matanya memandang dengan marah.
“eehh..berani melotot lu ya…..!!!” hardik Ipul seraya menampar pipi Vio cukup keras.
“aaawww…!!!” Vio menjerit kesakitan, air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya jatuh juga.
“nangis lu….pecun bias juga nangis lu…..!!!!”
Air mata Vio semakin memancing Ipul untuk menamparnya lagi.
“aawwww….sakiiitt….!!!!”
Satu tamparan lagi.
“aawww…!!!!…amppuunn…aammmp…!!!”
Satu tamparan lagi.
“aaww….ammpunn..jangaaann…sakiitt…..!!!”
Vio menundukan kepala seraya terus meminta ampun. Untunglah Ipul tak berlanjut menamparnya lagi.
“lai…ini cewe harus diberi pelajaran….beraninya dia tending si ‘ucok’ tadi….!!!” Kata Togar sambil mengelus penisnya.
“lu bakal rasa sekarang yee….!!!” Kata si kumis sambil mengambil celananya dan melepas sabuk kulit dari sana.
Vio melihatnya dan sadar apa yang akan terjadi padanya. Ia menggeleng
gelengkan kepala , wajahnya begitu memelas , mulutnya terus mengiba.
“jangan…jangan bang…ampuunn…jangaann…”
Dengan pandangan khawatir , mata Vio terus mengikuti gerakan si kumis yang bergerak ke belakangnya.
“bang..jangan bang…..saya ikut mau abang…tapi jangan sakiti saya…jangan bang….”
Togar, Tejo, Ipul dan Eman tersenyum senyum melihat Vio begitu ketakutan. Di belakang si kumis sudah mengambil ancang ancang.
“aaaaaakhhww……!!!!!”
Satu sabetan pertama sabuk si kumis mengenai punggung Vio dan
meninggalkan bekas merah disana. Air mata Vio mengalir makin deras ,
bibirnya menggumam lirih memohon ampun.
“sakiit bang…ampuuhnnn…amppunnhh….hhh…”
Sabetan demi sabetan terus mendera punggung Vio, meninggalkan bekas
merah yang memanjang dan melintang tak beraturan. Jerit kesakitan Vio
tak dihiraukan si kumis, sebaliknya ia semakin senang dan terangsang.
Begitupun empat kawan lainnya.
Sabetan sabuk si kumis juga mengarah ke pantat Vio. Tubuh gadis itu
bergetar dan menggelinjang menahan sakit yang dideritanya. Dan akhirnya
setelah melihat Vio cukup menderita, si kumis melempar sabuknya ke
tanah. Ia lalu mendekap Vio dari belakang , buah dada gadis itu
diremasnya dengan kasar. Ia berbisik di telinga Vio.
“sekarang elu ikutin apa mau kita..kalau melawan….hmmmm rasain sendiri akibatnya…paham…!!!!>???”
“aaaww….!!!” Vio terpekik saat buah dadanya diremas keras sekali , “pp..paa..pahamm..bang….”
Si kumis melepaskan dekapannya dan dengan isyarat ia menyuruh temannya untuk membuka ikatan Vio.
Saat ikatan dilepas , tubuh Vio langsung ambruk ke tanah. Ia terdiam
sejenak saat memulihkan nafasnya lalu Vio pun mulai menangis.ia
tersengguk sengguk sambil menutup wajah dengan kedua tangannya. Rasa
panas dan perih di punggung dan pantatnya masih terasa menyakitkan.
“alahhh..udah deh jangan cengeng….” Si kumis dengan kasar menarik
rambut Vio, “mending elu isep kontol gue….!!!” Si kumis menyodorkan
penisnya ke mulut Vio.
Khawatir akan disakiti lagi , Vio pasrah membuka mulut dan membiarkan penis itu menerobos ke dalamnya.
“iseep..!!! ayo isep yang kenceng….!!!!”
Vio mengikuti perintah si kumis dan memberi hisapan hisapan yang
menyalurkan kenikmatan ke seluruh tubuh pria itu. Dan sesaat berikutnya ,
tanpa diperintah lagi Vio melakukan jilatan , kocokan dan kuluman pada
penis si kumis. Sementara mengulum, tangan gadis itu tak dibiarkan
menganggur. Eman dan Ipul menyuruh mengocok penis mereka dengan tangan.
Togar mendekap Vio dari belakang, meremas buah dada dan memainkan
putingnya seraya mencium tengkuk gadis itu sesekali ke belakang telinga.
Sementara Tejo yang gak kebagian dengan sabar menunggu giliran. Secara
bergantian , Vio mengulum dan mengocok penis si kumis , Ipul dan Eman.
Berharap semua cepat selesai,Vio memberikan service terbaiknya.
Kombinasi jilatan lidah dan kuluman bibir basah Vio di penis tiga pria
itu , membuat mereka melayang tinggi ke nirvana.
Genggaman tangan Vio pun tak kalah membiusnya. Sentuhan kulit halus
lembut disertai kocokan yang begitu ‘ahli’ di penis mereka sungguh tak
pernah terbayangkan nikmatnya sebelumnya. Togar pun begitu asyik
menikmati buah dada bulat menonjol Vio yang begitu sempurna dengan
putingnya yang mengeras. Sungguh empuk dan nikmat untuk disentuh dan
diremas. Ciuman Togar di tengkuk dan leher Vio kian ganas saja apalagi
ditimpali rintihan samar gadis itu karena mulutnya masih tersumpal
penis. Dan Tejo , masih sabar menunggu giliran. Sekian lama Vio
melakukan oral sex , si kumis menjadi orang pertama yang meraih puncak
kenikmatan. Penisnya berkedut kedut dan spermanya ia semburkan ke wajah
cantik gadis itu.
”ooow…!!!” Vio terpekik kaget , tak menyangka si kumis akan
melakukan itu. Vio sebenarnya tak masalah jika harus menelan sperma
lelaki yang menyetubuhinya , namun ia tak suka wajahnya disembur sperma
karena khawatir akan merusak wajah cantiknya yang menjadi modal dia
sebagai model. Tetapi cairan putih itu terlanjur mengalir di wajahnya.
Vio tak bisa protes apalagi melawan karena posisinya memang tak
menguntungkan. Sudah merasakan kepuasan, si kumis mundur dan posisinya
digantikan Togar. Sementara Tejo yang sudah mulai kesal menunggu ,
menggantikan posisi Togar mendekap Vio dari belakang.
“non…bajunya dilepas aja..ganggu nih…..” kata Tejo sambil menurunkan
baju Vio yang tersangkut di pinggang. Dan terbukalah tubuh Vio yang
mulus dan indah tanpa penutup apapun.
Selain menggerayangi buah dada Vio , Tejo juga rupanya senang meraba
punggung gadis itu. Meski sekarang telah berhias bekas lecutan sabuk si
kumis namun tak mengurangi kepuasan Tejo menyentuhnya. Sebaliknya bagi
Vio , sentuhan tangan Tejo di punggungnya membuat memarnya terasa perih
kembali. Tubuh Vio menggeliat geliat menahan sakit.
“kenapa neng….sakit ya…???” kata Tejo yang justru malah dengan sengaja menyentuh dan menyusuri bekas memar yang memanjang itu.
“aduh…jangan dipegang bang….perihh….” Vio sejenak melepas kulumannya dan menyempatkan menoleh ke arah Tejo.
Ipul yang kenikmatannya terganggu , dengan tak sabar menarik kembali
kepala Vio untuk melanjutkan kulumannya. Kali ini kepala Vio ia tahan
dengan tangan agar tak melepas lagi seperti tadi. Tejo memang tak
menyentuh lagi memar Vio dengan tangan , tapi malahan berganti dengan
lidah. Memar itu ia jilati perlahan sambil tangannya sibuk memilin milin
putting gadis itu. Kontan saja tubuh Vio tersentak dan menggeliat. Ia
tak bisa menoleh atau protes karena kepalanya ditahan Ipul. Vio hanya
mengguman tak jelas sambil meneteskan air mata. Orang kedua yang
menyemburkan sperma ke wajah Vio adalah Ipul lalu diikuti kemudian oleh
Eman dan Togar. Sementara Tejo lebih suka spermanya ditelan Vio daripada
disemburkan di wajah. Saat oral sex berakhir , wajah Vio telah
belepotan oleh sperma dari keempat pemerkosanya yang bercampur dengan
air matanya sendiri. Dan kondisi Vio yang menangis tersedu sedu dengan
wajah penuh sperma rupanya cukup efektif membangkitkan kembali gairah si
kumis Cs. Si kumis lantas masuk kembali ke warung dan kembali tak lama
kemudian dengan membawa seember air lengkap dengan gayungnya.
“neng..cuci muka gih sono….” Perintah si kumis.
“ahhh..gak usah deh…cantikan kayak gini kok….” Ucap Eman
“iya tuh…anggap aja mandi susu…..” Ipul menimpali dan disambut derai tawa lainnya.
Telinga Vio rasanya makin panas saja. Ia merasa begitu terhina ,
sudah diperkosa , oleh orang orang kelas kampung pula. Meski begitu Vio
dengan senang hati menerima tawaran si kumis. Dengan sedikit lega Vio
mengambil beberapa gayung air untuk membersihkan wajahnya. Terasa dingin
memang, namun ia juga merasa segar sekaligus bersih. Dingin lebih baik
daripada harus bermandikan sperma.
“mandi aja non…tanggung sekalian…..” ujar Tejo bercanda.
“eehh..benar kau jo….si butet ini kita suruh mandi saja sekalian biar segar….” Togar menganggapi serius.
Vio tertegun dan berharap mereka bercanda. Berada di tempat terbuka
tanpa pakaian sama sekali pada malam hari seperti saat ini saja
dinginnya sudah begitu menyiksa. Sedari tadi rasa dingin itu ia abaikan
karena teralihkan oleh siksaan si kumis dan oral sex yang ia lakukan
pada mereka. Tapi sekarang hawa dingin itu sangat terasa apalagi jika
harus ditambah dengan mengguyur tubuh dengan air sedingin ini.
“iya neng…mandi aja sekalian….ayo”
“ta..tapi…bang….dingin….” keluh Vio.
“terserah deh…mau mandi atau ini…..” si kumis telah memegang kembali sabuknya.
Vio langsung saja terintimidasi dan menyerah, ia tak yakin mampu
menahan siksaan sabetan sabuk si kumis sekali lagi. Dengan gontai ia
mengambil segayung air lalu perlahan menyiramkannya perlahan ke seluruh
tubuh layaknya sedang mandi.
“ooohww…” rasa dingin langsung menyerang Vio hingga ke tulang.
“uu..uu..udd..ddahh..bbb..baa..baaannng…..” Vio menggigil kedinginan. Ia mencoba mengurangi rasa dingin dengan bersilang tangan.
“masa sekali doang..mana bersih dong neng…..!!!” kata Eman.
“betul…masih setengah ember lho….mbok ya dihabiskan….” Kata Tejo pula.
Bibir Vio tak berkata apa apa. Tapi sorot matanya menyiratkan
penghibaan dan memohon belas kasihan. Tatapan Vio dibalas si kumis
dengan memutar mutar sabuknya dan Vio pun sadar ia tak punya pilihan
lain.
Vio kembali mengambil segayung air dan disiramkan ke tubuhnya.
“oowhhh…” Vio kembali terpekik kedinginan.
Tubuhnya semakin menggigil , bibirnya bergetar dan giginya terdengar bergemeletuk karena dingin.
“aahhh..kelamaan kau……!!!” Togar dengan tak sabar mengambil ember itu dan menumpahkan sisa airnya ke tubuh Vio.
“ooooooowwwwwhh….” Vio terpekik panjang.
Dingin yang Vio rasakan semakin tak tertahankan lagi. Ia langsung
meringkuk dan berjongkok dengan tangan bersilang, tubuhnya terus
menggigil dan suara gemeletuk giginya semakin jelas terdengar.
“dingin neng ya….duhh kasiaaannn….” Si kumis membelai wajah Vio yang terlihat semakin putih karena pucat.
“ayo sini…abang angetin deh…..” si kumis mengangkat tubuh Vio sendirian , ” hei…gue duluan coy…!!!”
Si kumis menggendong tubuh Vio masuk kembali ke warung diikuti empat
orang lainnya. Di warung tersebut tepatnya dekat dapur memang terdapat
sebuah kasur sederhana namun cukup nyaman. Si kumis sengaja menyiapkan
itu untuk melepas lelah sejenak jika tak ada pembeli. Tubuh Vio
dibaringkan disana. Si kumis mEmang mendapat giliran pertama menikmati
tubuh sintal Vio, sementara empat orang lainnya menunggu giliran sambil
mengundi siapa selanjutnya.
“hhmmm….mulusss…dingiiinn….kayak es batu….” Si kumis meraba setiap
lekuk tubuh Vio yang masih kedinginan. Tak seinci pun tubuh indah Vio
terlewat untuk disentuh. Jari jarinya dengan nakal mengorek liang vagina
Vio. Gadis itu menggeliat dan menggelinjang mengalihkannya untuk
sementara dari rasa dingin yang menderanya.
Si kumis lalu menaiki tubuh Vio. Buah dada montok gadis itu ia remas ,
penisnya ia jepitkan diantara belahan montok tersebut. Sambil tak lepas
meremas , si kumis bergerak mendorong penisnya di sela jepitan buah
dada Vio.
“hhuuahh..mimpi apa gue ya…….” Si kumis merasakan kenikmatan berganda.
Masih dengan menjepitkan penisnya diantara buah dada Vio , ia menyodorkan ujungnya ke bibir Vio.
“jilat yang enak ..neng….”
Dengan pasrah Vio menjulurkan lidahnya menjilati ujung penis
tersebut. Lidahnya bergerak teratur memutar mengikuti bentuk kepala
penis yang tentunya memberikan efek nikmat luar biasa untuk si kumis.
Untuk beberapa menit si kumis betah melakukan hal itu. Meremas bulatan
dada Vio , menjepit dan menggesek di belahan dadanya dan sebagai
selingan ia menikmati jilatan lidah Vio di ujung penisnya. Barulah
kemudian ia memposisikan penisnya di depan vagina Vio. Paha gadis itu ia
buka lebar , mengatur posisi sejenak dan dengan sekali dorong , penis
itu melesak masuk ke dalam vagina Vio.
“ooooahhhh…..” Vio mendesah panjang saat penis itu menyeruak masuk.
Dan sambil tetap meremas buah dada Vio , si kumis mulai melakukan
genjotan. Terakhir kali si kumis menyetubuhi wanita adalah setahun lalu,
itu pun dengan janda anak tiga yang wajahnya biasa saja dan tubuhnya
sudah agak melar. Maka tak mengherankan ia kini menggenjot tubuh Vio
dengan bersemangat dan cenderung kasar. Lagipula siapa yang tak tergiur
untuk meniduri gadis cantik model majalah pria dewasa. Si kumis dan
yang lainnya memang tak tahu jika Vio ini sebenarnya adalah model. Tapi
itu tak penting, karena keindahan tubuh Vio telah menjelaskan segalanya.
Bagi Vio sendiri kekasaran si kumis membuatnya sulit untuk menikmati
persetubuhan ini. Dibandingkan si kumis, masih lebih baik Benjo, preman
berwajah sangar yang pernah menyetubuhinya beberapa waktu lalu.
Setidaknya meski berwajah seram, Benjo tahu bagaimana cara membuat
wanita merasa nyaman dan terbuai. Hingga kemudian si kumis mencapai
orgasme, Vio tak merasakan apa apa selain lelah dan panas di vaginanya.
Si kumis mencabut penisnya dengan perasaan puas. Ia melakukan kecupan
kilat di buah dada Vio sebelum meninggalkannya.
Sepeninggal si kumis, Vio dengan cepat berusaha mengatur nafas dan
mengumpulkan tenaga. Ia sadar masih ada empat orang lain yang harus
dilayaninya. Dan Vio berharap empat orang yang lain tak sekasar si
kumis. Giliran berikutnya ternyata Ipul. Di tangannya ia memegang sebuah
kaset dan kunci mobil Vio. Dengan pasrah Vio berbaring menunggu pria
itu menjamah tubuhnya. Tetapi Ipul justru menariknya bangun dan
membawanya kembali ke halaman belakang warung. Jantung Vio berdegub
lebih kencang, hawa dingin yang menusuk kembali menderanya. Ia merasa
cemas akan mengalami hal yang membuatnya menderita lagi. Namun Vio tak
berani protes. Ipul ternyata membawa Vio ke samping kanan warung dimana
Togar menyembunyikan honda jazz Vio. Ipul menyuruh Vio berdiri di depan
mobil sementara Ipul masuk ke dalam.
Vio menuruti perintah Ipul dengan bertanya tanya, apa yang akan
dilakukan pria itu. Vio terlompat kaget saat tiba tiba lampu depan mobil
dinyalakan. Ia menghalangi matanya dengan telapak tangan mencoba
mengurangi silau. Dari sound system mobilnya, Vio mendengar suara musik
yang volumenya disetting maksimal. Intro lagunya terasa familiar di
telinga Vio. Ini lagu Mari Bercinta dari Aura Kasih. Ipul keluar dari
mobil dengan senyum cabul menghiasi wajahnya.
“neng…tahu lagu ini nggak…???”
Vio mengangguk pelan.
“sekarang neng nari yang hot…kalo bisa lebih hot dari Aura Kasih…..ngerti..???”
Vio kembali mengangguk pelan. Di depan mobilnya Vio mulai menggerakan
tubuhnya sesuai irama lagu. Sebenarnya untuk urusan goyang badan, Vio
jagonya. She is a queen of the dance floor. Namun tidak untuk malam ini.
Risih, dingin dan lelah membuat gerakannya terlihat kaku. Dan itu
membuat Ipul geram. Didekatinya Vio dan ditamparnya dengan keras.
“aaww….!!!” Vio terjatuh di kap mobil sambil memegang pipi.
“heh…!!! Gue bilang nari yang hot…kayak Aura Kasih..!!! bukannya kayak unyil gitu….!!!”
Ipul kembali melayangkan tangannya ke pipi Vio.tak hanya sekali tapi berkali kali , bergantian kiri dan kanan.
“aaww…ampun bang…!!! Ampuun..!!! ampun…..!!! jangan…!!!!!!”
Vio mengangkat tangan mencoba menghalangi gerakan tangan Ipul.
“heh..pecun denger ya….!!! Gue puter lagunya sekali lagi…..!!! kalo
masih kayak unyil juga…hihhh…!!!!” Ipul mengangkat tangan mengancam Vio.
“jangan bang…iya bang..iya ..iya……”
Ipul masuk kembali ke mobil dan merewind lagunya dari awal.
“ayo nari yang bener….!!!”
Dan Vio mulai menari lebih serius.
Lagu mari bercinta Aura Kasih memang bernuansa erotis apalagi
diperkuat dengan dua versi video klip yang menonjolkan erotisme
penyanyinya, terutama video klip pertama yang dilarang tayang di
televisi. Ipul sangat merasakan erotisme lagu tersebut malam ini ,
apalagi divisualisasikan dengan nyata bukan hanya sekedar video klip. Di
bawah sorotan lampu mobilnya yang menambah eksotisme dan erotisme , Vio
menggerakan tubuhnya sesuai irama lagu. Gerakannya lebih erotis
dibanding Aura Kasih tentunya. Liukan tubuhnya sungguh mampu
membangkitkan birahi pria manapun dalam waktu singkat. Sambil bergoyang
dengan binalnya tangannya memainkan buah dadanya sendiri, dari bibir Vio
meluncur desahan demi desahan pemancing syahwat.
Mari bercinta denganku…….
Dekap aku hanyutkan ku…….
Dengan irama yang menggoda…..
Kita menari bersama…………..
Bagai sebuah pertanda, lirik lagu tersebut mengundang Ipul untuk
mendekat. Meski dengan wajah terpaksa, Vio menyambut Ipul dan melangkur
lehernya. Ia rapatkan tubuhnya dan menggesekan dadanya naik turun di
dada Ipul. Wajah Ipul jelas sumringah menikmati aksi Vio.ini mEmang yang
diinginkannya. Tak hanya di depan, Vio juga bergerak ke belakang Ipul.
Ia rapatkan tubuhnya dipunggung Ipul dan menggesekan buah dadanya naik
turun disana. Lagu aura kasih hampir habis saat Vio kembali ke depan.
Satu tangan Vio merangkul leher Ipul, sementar yang lain meraih penis
pria itu. Penis itu ia gesek gesekan di permukaan vaginanya, wajah Ipul
ia tarik mendekat dan mereka pun berciuman dengan panasnya. Berbeda
dengan si kumis yang cenderung ‘tembak langsung’ , Vio lebih menikmati
persetubuhan ini. Entah karena Ipul pandai merangsangnya, entah karena
pengaruh lagu mari bercinta. Atau entah karena pertama kalinya ia
bercinta di kap mobil dengan bercahayakan lampu depan yang terasa begitu
‘sexy’ .. mungkin juga karena gabungan semuanya. Tak ingin cepat
selesai, Ipul mengambil tangan Vio yang menggenggam penisnya lalu
dirangkulkan pula di lehernya. Kali ini dengan diiringi bait terakhir
lagu mari bercinta , keduanya berangkulan erat sambil berciuman dengan
dahsyat dan bernafsu. Tekanan empuk buah dada Vio dan gelitikan
putingnya membuat Ipul semakin mempererat pelukannya. Lagu mari bercinta
selesai. Ipul mendorong Vio terbaring di kap mobil , mempersiapkan
untuk ditindihnya. Lagu berikut yang terdengar dari dalam mobil adalah
dari Kangen Band. Rupanya itu kaset rekaman. Meski dalam posisi siap
ditindih namun saat mendengar lagu Kangen Band, mata Vio sekilas
berkernyit.selera musik pemerkosanya benar benar aneh. Dan sekarang
bukan hanya dirinya saja yang ternoda, mobil honda jazz kesayangannya
pun kini ikut ‘ternoda’ oleh lagu Kangen Band.
Perlahan tapi pasti , penis Ipul melesak masuk. Setelah di dalam ia
tak langsung melakukan genjotan. Ia membiarkan dirinya dan juga Vio
saling beradaptasi. Selagi menunggu sekali lagi ia mencium bibir Vio
dengan mesra. Barulah beberapa saat kemudian Ipul melakukan genjotan
tapi tak sekaligus. Ipul melakukan sekali hentakan lalu jeda beberapa
saat, sekali hentakan jeda lagi. hentakan lagi…begitu seterusnya.
Setiap kali Ipul menghentak,Vio mendesah pendek. Bukan desahan
penderitaan tapi desahan kenikmatan. Kali ini Vio memang menikmatinya.
Ipul bisa melihat dan merasakan saat Vio mulai terbiasa dan menikmati,
ia pun mulai melakukan genjotan dengan intens. Sambil memegangi kedua
tangan Vio, penisnya menghantam vagina Vio dengan gerakan stabil. Tubuh
Vio terguncang guncang di atas kap mobil, buah dadanya bergoyang seirama
gerakan pemilknya. Erangan dan rintihan lirih keluar dari bibir basah
Vio.
“ooohh…oohhhh..aaahhh..awhh…oohhh….”
Dan erangan pendek Vio berubah menjadi lolongan panjang saat tubuhnya
menegang lalu melemas. Dirinya mencapai orgasme lebih dahulu, Ipul
mengikuti beberapa saat kemudian. Untuk kedua kalinya sperma membasahi
vagina Vio. Ipul mencabut penisnya dan menyuruh Vio membersihkan penis
itu dengan mulutnya .Vio melakukan service terakhir .. penis itu ia
jilati dan kulum, sperma yang tersisa ia jilati hingga bersih..
“feeeww….asyik uy….nanti lagi ya neng….” Kata Vio sambil mencium pipi Vio dan meninggalkannya terbaring lemas di atas kap mobil.
Vio merasakan tubuhnya sudah tak bertenaga untuk bergerak sedikitpun,
ia hanya berbaring lemah di kap mobil sambil menatap langit gelap.
Pikirannya menerawang entah kemana. Dan Vio menghembuskan nafas panjang
saat mendengar langkah kaki mendekat. Masih ada tiga orang lagi yang
harus ia layani. Setelah itupun semuanya belum tentu berakhir, karena
bisa saja mereka ingin menikmati tubuh Vio untuk kedua kalinya .
setidaknya Ipul sudah berencana seperti itu. Vio pun mengeluh pendek,
ini akan menjadi malam yang sangat panjang baginya.
***NAGA_LANGIT PRODUCTION***
“Siapa kamu…???”
Doni terkejut saat tiba tiba muncul seseorang entah darimana bahkan
tahu akan keberadaan ‘black note’. Yang lebih membuat Doni heran adalah
penampilan orang itu yang aneh bin ajaib. Doni menebak usia lelaki ini
tak jauh berbeda dari dirinya. Namun pakaiannya sungguh luar biasa.
Orang itu memakai jas panjang ala pesulap jaman 80-an lengkap dengan
topi yang biasa digunakan untuk mengeluarkan kelinci. (untuk yang masa
kecilnya di era 80-an mungkin tahu pesulap terkenal bernama Mr.Robin).
“perkenalkan…nama saya Joker…..” pria itu membungkuk sambil membuka topi layaknya pesulap yang akan memulai atraksi.
“Joker….???” Doni tersenyum sinis, “dan saya Bruce Wayne…..”
Doni balas membungkuk, lebih bermaksud mengejek daripada menghormat.
“hahaha…kamu Doni…..dan saat ini kamu memegang ‘black note’….betul…???”
Doni langsung bersikap serius dan waspada. Dipandanginya pria yang mengaku Joker itu penuh curiga.
“kamu tahu soal ‘black note’…??” tanya Doni
“tentu saja….aku juga tahu perempuan yang diperkosa disana itu mantan pacarmu ..betul…??? dan namanya Viona…”
Doni terdiam mencoba membaca situasi.
“dan kamu sudah dua kali menggunakan ‘black note’ pada Viona itu..betul kan…???” lanjut Joker.
Doni masih tak bicara apa apa.
“aku juga tahu tentang spg bernama Ina , pemerkosaan Azhari bersaudara, kematian beberapa koruptor , dan…….”
“ok..ok…cukup….cukup…..!!!” Doni memotong , “darimana kamu tahu semua itu…???”
“tentu saja….karena akulah yang membuat ‘black note’……”
“apa…???” Doni terkejut , “kamu pembuat ‘black note’…???”
“well….bisa dibilang begitu…..aku salah satu dari yang membuatnya….”
Joker lalu menceritakan sejarah singkat dari ‘black note’. Doni
menyimak dengan serius , sesekali dahinya berkerut mencoba mencerna apa
yang didengarnya.
“ok…kamu pembuat ‘black note’…”Doni angkat bicara setelah cerita
Joker selesai, “lalu kenapa dari semua pembuat ‘black note’ …Cuma kamu
yang masih hidup…bahkan abadi….”
“hehehehe..itu gak penting….atau tepatnya belum saatnya kamu tahu…..”
“ok…lalu kenapa kamu muncul disini…apa akan mengambil kembali ‘black note’…???”
“oohh..tidak…silakan saja pakai sepuasmu….justru aku datang untuk membantu kamu mEmanfaatkan buku itu dengan lebih maksimal……”
“maksimal….maksudnya…???” Doni terlihat bingung
Joker tersenyum penuh arti , “kamu pernah menggunakan ‘black note’ pada Rossa dan gagal kan…??”
Doni teringat saat di mall dan pertama kali menggunakannya, ia gagal menggunakan ‘black note’ pada Rossa.
“ya…dan itu karena Rossa bukanlah nama lengkap…..” jawab Doni
“dengan bantuanku kamu bisa ‘mengerjai’ Rossa bahkan tanpa harus tahu nama lengkapnya….”
“tapi aturannya kan……”
“aturan tetap aturan…..”Joker memotong , “tapi dengan sedikit improvisasi dan imajinasi….aturan bisa kita akali…..”
Doni malahan semakin bingung. ‘black note’ ia ambil dari dalam
mobilnya, dibacanya aturan secara berulang ulang namun ia tak
mendapatkan ide apapun.
“bingung….??’ Tanya Joker , “kreatiflah sedikit dan coba berpikir di luar kotak…..”
Sekali lagi Doni membaca aturan ‘black note’ namun ia tetap tak menemukan apa yang dimaksud Joker.
“jika kamu kreatif….imajinasi seliar apapun akan bisa kamu
wujudkan……” kata Joker sambil membuka topinya dan benar benar
mengeluarkan kelinci dari sana.
“maksudnya…???”
“apa imajinasi terliar kamu…. Rossa , Agnes Monica atau Aura Kasih
menyanyi sambil striptease di televisi….atau bayangkan Magdalena, Olga
Lydia membawakan acara sambil melepas pakaiannya satu persatu…….atau
mungkin ingin melihat Rahma Sarita, Tina Talisa atau Chantal Della
Concetta membaca berita tanpa busana alias bugil….menggoda kan???”
“saya pernah berpikir seperti itu..tapi ada dua masalah….”
“yaitu…???”
“pertama kita harus tahu nama lengkap mereka, sementara artis biasanya jarang menggunakan nama asli….”
“ok…kedua..????”
“katakanlah kita bisa melakukan itu semua…lalu apa…??? Pihak stasiun
TV akan dengan mudah mensensornya atau memotongnya dengan iklan jika itu
siaran langsung…..”
“sekali lagi…..kuncinya imajinasi dan improvisasi……”kata Joker sambil
kembali membuka topi. Kali ini sekawanan burung merpati terbang dari
dalamnya.
“tanpa melanggar aturan ‘black note’ kita bisa membuatnya mungkin…” lanjut Joker.
Doni malah semakin bingung dibuatnya.
‘ok..kita buat lebih mudah….. ” kata Joker ,”bagaimana jika saya
katakan kita bisa menghabisi seluruh warga Jakarta dengan sekali tebas…”
Kali ini Doni tertawa terbahak bahak mendengarnya.
“hahahaa..itu konyoll…sangat konyol sekali…..bagaimana mungkin kita
bisa tahu seluruh nama warga Jakarta dan harus berapa juta nama yang
kita tulis di ‘black note’…hahahhaa….”
“tak perlu seperti itu…” jawab Joker dengan tenang , “cukup tulis beberapa nama dan selesai sudah…..”
Doni langsung terdiam, “hanya beberapa nama …??? Bagaimana bisa….???”
“contoh mudah adalah mei ’98….kamu tahu siapa saja yang tewas dan diperkosa saat itu dan berapa jumlahnya…???”
“tentu saja tidak….”
“begitupun pemegang ‘black note’ saat itu. Dia tak perlu tahu nama
siapa saja yang akan tewas dan diperkosa….dia hanya menulis beberapa
nama yang tepat…dan terjadilah semua….”
Doni mulai menggali memorinya tentang kerusuhan mei ’98 dimana banyak
korban tewas dan perempuan diperkosa. Dan perlahan lahan sebuah
gambaran muncul di benaknya , ia mulai paham maksud dari Joker.
Kerusuhan mei 1998 diawali dengan tewasnya beberapa mahasiswa dan tiba
tiba saja setelah itu terjadi pergerakan massa besar besaran hingga
terjadi kerusuhan.
“efek domino….” gumam Doni.
“binggo,…..!!!!” Joker berseru senang ,”itu dia..efek domino….kematian yang menyebabkan kematian orang lain….”
“jika kita menulis nama seseorang akan tewas karena kecelakaan
pesawat, maka akan ada seratus orang lagi yang ikut tewas tanpa harus
ditulis di ‘black note’….” Doni mulai paham
“benar sekali….dan jika kita membunuh presiden Amerika, maka besok
atau lusa akan ada ratusan atau mungkin ribuan orang yang akan tewas
karena negaranya diserang tentara Amerika….”
Doni kini sudah benar benar paham. Selama ini ia memang hanya
menggunakan ‘black note’ secara ‘straight’ saja. Ia hanya menulis nama
dan penyebabnya saja. Tak pernah terpikirkan sebelumnya jika nama yang
ia tulis bisa dijadikan penyebab bagi yang lainnya. Efek domino.
“sepertinya kamu paham sekarang….” Kata Joker sambil merogoh topinya , mengeluarkan sebuah apel dan memakannya.
“pilih nama yang tepat….buat skenario yang pas…dan besok sore kita
akan melihat Chantal Della Concetta membacakan berita tanpa
pakaian…tanpa sensor…dan tanpa iklan……” kata Joker kemudian.
” ‘black note’ bisa melakukan itu semua…???” tanya Doni meyakinkan diri.
“untuk itulah aku disini, my friend……aku bantu kamu memaksimalkan
fungsi ‘black note’….dan mewujudkan fantasi terliarmu……” jawab Joker
mantap.
Doni menganggukan kepala. Kali ini ia tak lagi berwaspada pada Joker,
sebaliknya ia mulai sepenuhnya percaya pada sosok misterius ini.
“bayangkan lagi…..kita bisa mengatur acara Tv semau kita…..bagaimana
jika bioskop transtv atau box office RCTI menayangkan film Miyabi, Sora
Aoi atau Takako Kitahara…tanpa sensoor…????”
Doni tersenyum nakal mendengarnya.
“atau bagaimana jika sinetron cengeng SCTV dan sinetron murahan
Indosiar , kita ganti dengan drama erotis dari Philipina atau
Prancis….hmmm…???”
Doni dan Joker tertawa bersamaan membayangkannya. Doni membayangkan
reaksi para moralis yang megusung UU pornografi saat melihat film JAV
ditayangkan bebas di televisi.
“jadi….mau terima bantuan saya….the Joker……???” Joker mengulurkan tangannya.
Doni ragu sesaat , “apa imbalannya….???”
“hahaha..tentu saja tak perlu imbalan…’black note’ bukan
pesugihan….aku sudah cukup senang jika ‘black note’ digunakan
sebagaimana mestinya….” jawab Joker meyakinkan….”jadi deal..or no
deal….???”
Joker kembali mengulurkan tangannya dan kali ini Doni menyambutnya dengan mantap.
“deal…!!!” jawab Doni.
Dan Joker pun tersenyum penuh kemenangan. Umpannya mengena sesuai
rencana. Doni sama sekali tak mengetahui apa rencana Joker sebenarnya.
Namun dipastikan beberapa hari ke depan akan terjadi kekacauan yang luar
biasa. Bahkan bukan tidak mungkin kerusuhan dan pemerkosaan massal mei
1998 akan terulang kembali.
****************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar