Villa “golden olive” adalah salah satu villa mewah di kawasan puncak
bogor yang dimiliki oleh albert donatius. Tak hanya mewah , villa ini
pun cukup luas dengan bebebrapa bagiannya masih berupa areal pepohonan
yang rimbun memberikan nuansa asri dan hijau. Bangunan utamanya cukup
besar dan berjarak cukup lumayan dari pintu gerbang.
Semenjak tewasnya aceng , nyonya donatius memutuskan untuk membawa
nadia ke villa ini . Gadis itu hingga saat ini masih tak sadarkan diri
karena penyakit misterius , dan nyonya donatius bersikukuh untuk tak
membawa nadia ke rumah sakit .
Enam orang anak buah kepercayaan keluarga donatius menjaga villa
tersebut , dua orang di pintu gerbang , dua orang di dalam dan dua orang
lagi berpatroli di sekeliling villa.
Mereka semua adalah orang orang terlatih yang tak hanya jago berkelahi tetapi juga piawai menggunakan senjata api.
Aldo dan roy saat itu mendapat giliran berpatroli , aldo menyusuri sayap barat villa sedangkan roy di sayap timur.
“roy…bagaimana situasi timur..over….” aldo menghubungi rekannya
“timur aman…bagaimana barat ..over….” roy menjawab
“all clear …tetap siaga saja..over and out..” aldo memutuskan komunikasi
Malam itu cuaca sepertinya cukup bersahabat meski agak berawan , secercah cahaya bulan membuat areal villa tak terlalu gelap.
Sayap barat yang sedang aldo telusuri sebagian besar wilayahnya masih
banyak pepohonan yang rimbun , pada siang hari memang terlihat asri
namun di malam hari terasa agak menyeramkan.
Aldo menyorotkan senternya ke segala arah mencari sesuatu yang
mencurigakan , meski dalam hati ia tak begitu yakin akan ada orang yang
bisa menyusup masuk ke dalam villa ini.
Tiba tiba suara gemerisik diantara pepohonan menghentikan langkah aldo , ia menajamkan pendengarannya.
Suara gemerisik itu terdengar lagi bahkan kali ini diakhiri dengan
suara benturan keras pada sebuah pohon besar , terlihat pohon itu
bergetar dan daunnya berjatuhan.
Sesaat aldo bermaksud untuk menghubungi rekannya , namun ia
mengurungkan niatnya dan memeriksa sumber suara itu sendiri karena bisa
saja itu hanya binatang malam.
Aldo bergegas mendekati pohon tadi , senternya disorotkan ke segala
penjuru , waspada seandainya ada yang menyerangnya meski hanya binatang ,
aldo mencabut pistolnya.
Suara gemerisik itu terdengar lagi , kali ini dari atas pohon , aldo mengarahkan senter dan pistolnya ke arah suara.
“ooo…shit….!!!” Aldo terkejut. Di salah satu batang pohon berdiri
sesosok pocong dengan kain kafan lusuhnya , sorot lampu senter yang
menyinari wajah pocong itu membuatnya semakin terlihat menyeramkan.
Meski terkejut namun nalurinya sebagai bodyguard yang terlatih untuk
tak takut apapun membuatnya bersiap menyerang pocong itu menggunakan
pistolnya.
Suara tembakan memecah keheningan malam saat aldo memuntajkan
pelurunya , ia tak berhenti menembak sampai pistolnya berbunyi klik
tanda peluru habis.
Seluruh peluru aldo tepat mengenai pocong itu , masih di tempatnya
semula pocong itu terlihat limbung , lalu bergoyang ke depan dan
belakang seperti mainan anak anak sebelum akhirnya melayang jatuh.
Aldo terus menyoroti pocong itu saat melayang jatuh , namun ketika hanya
tinggal beberapa senti dari tanah , gerakan pocong itu berubah . ia
tidak terus melayang jatuh , tapi jutru melayang terbang langsung ke
arah aldo dan langsung menggigit leher pria malang itu yang sama sekali
tak menyangka akan terjadi hal seperti ini.
Aldo pun tewas kehabisan darah dan pocong itu pun melesat menghilang.
—————————————————————————————————————————-
Dari dalam ruangan tempat Taka dan Sam berjaga , tepatnya di depan kamar
nadia , suara tembakan pistol Aldo jelas sekali terdengar. Mereka pun
segera waspada dan menyiapkan pistolnya.
“aldo..roy..ada masalah….over…???”
tak ada jawaban
” aldo..roy…do you copy…over…??? ” tetap tak ada jawaban
“gerbang..gerbang….apa ada masalah….??” Penjaga gerbang pun tak menjawab
“gimana sam..?? ” taka bertanya pada rekannya
“ada yang gak beres nih…coba kamu periksa nona nadia apa masih aman..?? ” jawab sam
Taka membuka pintu kamar nadia dengan hati hati , ia tak masuk ke dalam dan hanya melongok saja di pintu .
Nadia masih terbaring dengan damainya . Taka berlama lama memandangi
nadia , bukan untuk memastikan keamanannya melainkan sekedar menikmati
kecantikannya yang bagaikan putri salju. Baru beberapa saat kemudian ia
menutup pintu kembali.
Sayangnya atau untungnya , Taka tidak masuk ke dalam kamar , karena
jika ia lakukan itu maka ia akan melihat sosok pocong yang berdiri di
balik pintu kamar.
Tiba tiba terdengar suara gedombrangan dari arah dapur , seperti ada yang mengamuk dan membanting banting peralatan dapur.
Sam dan Taka saling berpandangan , sikapnya semakin waspada , pistol mereka siap ditembakkan kapan saja.
“biar gue periksa….!!!” Kata sam sambil bergerak berhati hati menuju dapuryang terletak di bagian belakang villa.
Sesampainya di dapur ia tak menemukan siapapun disana , tetapi
kondisi dapur seperti baru saja terkena ledakan bom , sangat berantakan.
Panci , wajan dan peraltan dapur lain berserakan di lantai , meja dan
kursi semuanya terguling dan di beberapa sudut dapur terlihat pecahan
pecahan gelas dan piring.
Sam melangkah dengan hati hati diantara peralatan dapur yang
berserakkan di lantai , ia bermaksud mengecek pintu belakang. Dan
anehnya pintu belakang masih terkunci rapat.
Hal ini membuat Sam bingung , siapa yang meng acak acak dapur dan
kemana dia pergi , pintu belakang masih terkunci , sementara jika ia
lari ke dalam pasti akan bertemu dengannya.
Dalam kebingungannya , tiba tiba ia mendengar suara tembakan dari ruang depan.
“shit…taka….!!!” Sam segera berlari menuju kamar nadia , namun kali
ini ia tak hati hati hingga tersandung kursi yang terbalik di lantai ,
tubuh sam pun melayang meluncur jatuh menimpa perabotan yang berserakan
di lantai. Sumpah serapah pun keluar dari mulut sam.
Namun mengabaikan rasa sakitnya , ia segera memungut kembali pistolnya yang terjatuh dan bergegas menuju kamar nadia.
Sesampainya di depan kamar , ia menemukan taka sudah tergolek tak bernyawa di lantai.
Mendapati rekannya sudah tak bernyawa , dengan kekuatan penuh sam menendang pintu kamar dan langsung menyerbu masuk .
Pintu kamar terbuka dengan keras , sam melompat masuk dan mendapati
empat orang tak dikenal sedang merubungi Nadia yang masih terbaring di
tempat tidur.
“jangan bergerak….!!!” Sam berteriak sambil mengacungkan pistolnya.
Empat orang itu yang ternyata adalah pak mamat , abdul , masto dan udin . Semuanya terdiam tak bergerak sambil menatap Sam.
“siapa kalian..???” teriak Sam lagi
Pak Mamat hanya tersenyum dan bergerak mendekati Sam.
“Diam di tempat pak tua…!!!”
Pak Mamat menghentikan langkahnya , dan sambil tetap tersenyum ia menunjuk ke arah langit langit kamar.
Curiga pak mamat sedang menipunya , Sam tidak mempedulikan arah yang
ditunjuk pak mamat. Dan akibatnya sungguh fatal , sam tak melihat sosok
pocong meluncur turun dari atas dengan posisi terbalik , ia baru
menyadarinya saat wajah pocong itu sudah berhadapan langsung dengan
wajahnya.
Selain menyeramkan , wajah pocong itu juga mengeluarkan bau busuk yang membuat sam limbung ke belakang.
Secepat kilat pocong itu menyambar wajah sam dan mengigit hidung pria
itu. Rasa sakit dan ketakutan yang menjadi satu membuat sam secara
refleks menodongkan pistol ke bagian belakang kepala pocong itu lalu
tanpa ragu menarik pelatuknya.
Dan sebutir peluru meluncur menembus pocong sekaligus kepala sam , ia tewas oleh pelurunya sendiri.
Setelah sam tewas , si pocong meluncur kembali ke atas dan
menghilang. Abdul cs bergidik ngeri melihat semua kejadian itu , mereka
bersyukur karena pocong itu ada di pihak mereka.
Pak mamat kini kembali menghampiri nadia, keempat pria itu menatap nadia yang tertidur dengan pandangan penuh nafsu.
Betapa tidak.., nadia tertidur dengan pakaian tidur yang potongan
dadanya cukup rendah sehingga setengah dari payudaranya tersembul keluar
, bentuk puting yang tercetak disana menandakan nadia tak mengenakan
Bra.
Pak mamat menyingkap bagian bawah baju tidur nadia , pahanya yang
begitu mulus sungguh menggoda , apalagi vaginanya yang masih tertutup
celana dalam sungguh membuat penasaran.
Pak mamat mengambil sebuah lintingan tembakau dari sakunya , dengan sigap Abdul membantu menyalakannya .
Pak mamat menghisap lintingan tersebut layaknya rokok , lalu
menghembuskan asapnya ke sekujur tubuh nadia . Dihisapnya lagi lintingan
itu , dan kembali asapnya dihembuskan ke tubuh nadia. Tujuh kali ia
melakukan hal tersebut.
Dan sungguh ajaib , pada hembusan ketujuh jari jemari nadia mulai
terlihat bergerak , matanya perlahan mulai terbuka meski pandangannya
masih kosong.
“nadia….bangunlah nak….bangunlah….” perintah pak mamat . bak terhipnotis nadia bangkit dari tempat tidur dan berdiri
“nadia…saya pak mamat.., dan kamu akan mengikuti semua perintah saya “
“iya..pak mamat” rupanya asap tadi tak hanya membangunkan nadia namun juga menghipnotisnya .
Pak mamat berjalan mengitari nadia yang sedang berdiri , sisa
lintingannya terus ia hisap dan asapnya dihembuskan pada nadia , hingga
benar benar habis.
Setelah habis ia kembali berdiri di hadapan nadia , ditatapnya
sejenak wajah cantik gadis itu lalu tali bahu baju tidur nadia ia
turunkan dua duanya sehingga pakaian tersebut langsung meluncur jatuh ke
lantai.
Tak ada respon apapun dari nadia , yang bereaksi justru abdul , masto
dan udin . nyaris bersamaan mereka menelan ludah saat melihat keindahan
lekuk lekuk tubuh nadia yang sudah terbuka , hanya tinggal celana dalam
saja yang menempel pada gadis itu.
Pak mamat pun segera melepas pakaian, dan hanya menyisakan juga celana dalamnya.
Dirangkulnya tubuh nadia , dan ia langsung mencium bibir gadis itu.
Nadia ternyata merespon dengan liar saat pak mamat menciumnya , lidah
mereka saling bertaut. Sambil berciuman dengan panasnya , tangan pak
mamat menyusup masuk ke dalam celana dalam nadia , jari jemarinya
bermain dengan nakalnya di vagina gadis itu , permanianan lidah nadia
makin liar tanda ia mulai terangsang.
Pak mamat kemudian menurunkan celana dalam nadia , sehingga tubuh gadis
cantik itu kini benar benar polos. Dan kembali tiga begundal hanya bisa
menelan ludah ,meski penis mereka sudah menegang dan nafsunya sudah
mulai naik tinggi , namun tak ada seroangpun yang berani mendekat
apalagi menyentuh nadia tanpa seizing pak mamat.
“nadia ..buka celana bapak…” perintah pak mamat.
Gadis itu segera berlutut dan tangannya hendak membuka celana dalam pak mamat , namun tiba tiba pria tua itu mencegahnya.
“jangan pakai tangan, .pakai mulut…” kata pak mamat.
Sungguh pemandangan yang erotis saat seorang wanita muda nan cantik
berkulit putih mulus , berlutut membuka celana seorang pria tua berkulit
butek hanya dengan mulutnya.
Sentuhan bibir nadia saat melepas celana , memberi sensasi tersendiri
bagi pak mamat. Setelah celana pak mamat terbuka, tanpa diperintah
dengan spontan nadia meraih penis pria tua itu dan mulai melakukan oral
sex dengan sangat ahli.
Lidahnya menjilati dan melingkari kepala penis itu untuk beberapa
saat , kemudian turun menyusuri batangnya dari atas ke bawah kembali
lagi keatas begitu sterusnya berkali kali.
“oughh..ternyata kamu jago nyepong juga….” Pak mamat sungguh tak menyangka nadia bisa selihai ini.
Nadia kini mulai melakukan kuluman , dimulai dari kepalanya yang
mirip jamur , lalu berlanjut hingga hampir seluruh penis itu masuk
kedalam mulutnya. Jilatan , hisapan dan kuluman mulut nadia ternyata
begitu membuat pak mamat terbuai.
Bisa dibayangkan apa yang terjadi dengan abdul , masto dan udin .
mereka hanya bisa menonton dengan air liur menetes , beberapa kali
mereka terlihat membetulkan celana masing masing yang makin terasa
sempit.
Tak tahan lagi dengan sepongan nadia , pak mamat menyuruhnya berdiri ,
diangkatnya tubuh gadis itu lalu dibaringkan di kasur. Pak mamat mulai
menindih tubuh nadia , penisnya ia bimbing ke liang vagina , ia dorong
pantatnya maju dengan perlahan.
“aaaaahhhh….”
Nadia mendesah saat penis pak mamat mulai menyeruak masuk ke dalam
vaginanya. Pak mamat terus mendorong penisnya hingga amblas seluruhnya ,
lalu ditariknya sedikit dan didorong lagi. Setiap gesekan penis pak
mamat selalu direspon dengan desahan dan erangan kenikmatan oleh nadia .
Pak mamat mulai melakukan genjotan dari perlahan hingga makin cepat .
Tubuh nadia terguncang guncang , kepalanya mendongak ke atas , buah
dadanya bergoyang goyang begitu menggoda , begitu erotis.
“aahh..ahhh….ooohh….aaahhhh…”
Desahan dan erangan keluar dari mulut nadia , membuat pak mamat kian
bernafsu , ia hentikan goyangan payudara nadia dengan mulutnya , puting
susu gadis itu ia kulum dan sesekali digigit dengan lembut.
Nadia pun menjadi kian bernafsu , pinggulnya ikut bergoyang
mengimbangi gerakan pak mamat. Tubuh mulus nadia kini basah oleh
keringat , genjotan pak mamat kian lama kian gencar.
“aahh…oohhh…ahhh….sssh….aahhhh….”
“ooohh….oohhh…aaahhh…ahhhh…..”
Akhirnya setelah beberapa lama , nadia mencapai puncak kenikmatan.
Tubuhnya melengkung , kakinya menendang nendang bagai bayi ,vaginanya
berdenyut denyut. Dan tak lama berselang , pak mamat mencapai orgasme
juga , semburan sperma dengan deras menyembur mengisi rahim nadia.
Tubuh keduanya pun melemas , nafas nadia terengah engah seperti habis melakukan sprint , buah dadanya bergerak naik turun.
Trio abdul , masto dan udin hanya bias melongo dengan air liur
menetes menyaksikan adegan tersebut , mengingatkan kita pada trio dono ,
kasino dan indro saat melihat perempuan cantik.
Pak mamat kemudian membawa nadia yg masih dalam pengaruh hipnotis ke
kamar mandi , terdengar bunyi shower saat mereka di dalam. Hanya
beberapa menit saja mereka di dalam , dan saat keluar nadia sudah tampak
lebih cantik dan segar. Salah satu pemandangan yang enak dilihat adalah
saat seorang gadis cantik baru saja selesai mandi.
Pak mamat memakai kembali pakaiannya , juga nadia yg kembali
mengenakan pakaian tidurnya. Pria tua itu lantas memberi tanda pada
masto dkk untuk segera pergi dari sana.
Mereka membawa nadia ke sebuah taksi yg terpakir di luar villa. Taksi
itu dibawa oleh abdul dan bukan taksi biasa, melainkan taksi yang memang
dirancang khusus untuk melakukan kejahatan.
Abdul adalah anggota komplotan yang sering melakukan perampokan pada
penumpang taksi , dan jelas sebagian besar korbannya adalah wanita.
Modusnya dengan membawa korban ke daerah sepi dimana anggota lain
sudah menunggu untuk menyergapnya dan mengambil seluruh harta benda
milik si korban. Dan tak jarang jika korbannya lumayan cantik ,
dipastikan ia akan mengalami pelecehan seksual bahkan pemerkosaan . yang
pasti seorang mahasiswi cantik pernah terenggut kehormatannya di taksi
itu.
—————————————————————————————————————————–
Sebuah mobil BMW biru melaju agak kencang menembus malam menuju villa
“golden olive”. Arman sendirian mengemudikan mobil itu , kepalanya
bergoyang goyang seirama dengan musik linkin park yg bergaung dari audio
systemnya.
Ia berniat menemui nadia disana karena kebetulan selama tiga hari ke depan jadwal kuliahnya kosong.
Arman sebenarnya merasa heran , kenapa ibunya nadia tak mau membawa
anaknya ke rumah sakit , malahan dibawa ke villa keluarga di bogor.
Setidaknya hal ini sedikit merepotkan arman jika hendak menemui nadia ,
karena harus pergi ke luar kota.
Selain itu arman juga heran dengan penyakit nadia yang bahkan dokter
pun tak bisa mendiagnosanya. Sebersit pemikiran sempat terlintas di
benaknya , jika penyakit nadia mungkin berhubungan dengan kasus
pemerkosaan yg pernah arman saksikan dulu , namun dimana hubungannya ia
tak tahu.
Mobil arman sudah memasuki jalan kecil yang berujung di villa “golden olive”.
Sesampainya di gerbang villa , arman merasa curiga melihat gerbang
yang terbuka lebar dan tak seorangpun penjaga yang terlihat. Ia pun
menghentikan mobilnya di depan pos penjagaan dekat pintu gerbang.
Dengan berhati hati , arman keluar dari mobil dan memeriksa pos
penjagaan. Saat melongok ke dalam ia terkejut melihat dua orang penjaga
telah tewas dengan luka gigitan dileher.
Perasaan arman mulai tak karuan , ia menkhawatirkan keselamatan
nadia. Belum sempat arman kembali ke mobilnya , sebuah taksi melaju
kencang ke arahnya .
Namun karena sedikit terhalang oleh mobil arman saat hendak berbelok
ke luar villa , laju taksi itu melambat dan saat itulah arman melihat
jika kekasihnya dalam bahaya , ia masih hafal wajah orang orang yang
bersama nadia adalah wajah para pemerkosa suster asti.
Sontak arman berlari mengejar taksi yang sudah berbelok ke luar villa itu.
“Woiii…berhenti looo…!!!!!!” teriak arman sambil terus berlari mengejar taksi yang kian menjauh.
Arman semakin mempercepat larinya sampai akhirnya nafasnya pun habis , sementara taksi yang menculik nadia semakin menjauh saja.
Arman terdiam dan berhenti untuk mengatur nafasnya kembali dan saat
itulah ia baru menyadari kebodohannya mengejar mobil itu dengan berlari.
Ia pun bergegas berbalik menuju villa , tak lama kemudian sebuah BMW
biru melaju kencang mencoba mengejar taksi tadi.
Butuh waktu beberapa menit sampai akhirnya arman berhasil mengejar dan menguntit taksi itu tepat dibelakangnya.
“dul…orang yang tadi dul…..” masto memperingatkan abdul saat melihat mobil arman telah berada di belakangnya.
“iya…gue tahu..gue tahu….!!!” Jawab abdul sambil terus melirik ke kaca spion.
Nadia yang masih berada dalam pengaruh gendam pak mamat tak bereaksi apa apa , tatapan matanya kosong lurus ke depan.
Satu peluang dilihat arman , ia menabrak bagian belakang taksi itu sehingga lajunya menjadi sedikit oleng.
“anjjiiiiinggg……!!!!!” abdul memaki sambil berusaha mengendalikan taksinya.
Suara decitan rem dan gesekan ban dengan aspal jalan memecah kesunyian
malam atau mungkin tepatnya dini hari di jalanan yang sepi itu.
Abdul berhasil mengendalikan taksinya kembali , dan kini lebih mewaspadai setiap gerakan yang dibuat arman.
Ia melihat mobil arman berusaha menyusul dari kanan , maka taksinya
bergerak ke kanan untuk menghalangi , begitupun saat mobil arman
bergerak ke kiri dengan sigap abdul menghalanginya. Kedua mobil itu
meliuk liuk di jalanan yang sepi mencoba saling menyusul dan
menghalangi.
Abdul tersenyum penuh kemenangan karena arman tak juga berhasil
mendahuluinya. Sebaliknya pada arman , ia mulai frustasi dengan situasi
ini.
Kesempatan arman untuk menyusul akhirnya datang juga , sebuah truk
besar melintas dari arah berlawanan , cahaya lampunya menyilaukan mata
abdul dan membuatnya lengah.
Celah ini dimanfaatkan arman untuk bergerak ke sisi kanan sesaat
setelah truk itu melintas. Abdul yang terkejut melihat mobil arman sudah
berada di sampingnya , spontan membanting setir ke kanan dan arman pun
menyambutnya dengan membanting setir ke kiri.
Akibatnya kedua samping mobil itu berbenturan dengan kerasnya , walaupun keduanya masih tetap melaju dengan posisi berdampingan.
Dalam posisi mobil berdampingan , arman sekilas berusaha melirik nadia
yang berada di jok belakang. Entah sengaja memanasi atau tidak , masto
dan udin terlihat sedang menciumi leher nadia sambil meremas buah
dadanya. Baju tidur gadis itu sudah melorot ke bawah.
Meski Cuma sekilas namun hal itu cukup untuk membuat arman mendidih
penuh amarah , diinjaknya pedal gas lebih dalam , ia akan menghadang
taksi itu agar berhenti.
Dan arman pun hampir saja berhasil mendahuluinya , ketika tiba tiba ada
sesuatu yang melayang dari atas dan jatuh menghalangi laju mobilnya.
Refleks arman menginjak rem , decitan ban mobil terdengar menyayat
telinga. Taksi abdul sudah semakin menjauh meninggalkannya.
Saat arman hendak mengejar kembali , ia baru menyadari dan terkejut
melihat benda yang tadi menghalanginya. Benda itu ternyata adalah
sesosok mahluk yang menyeramkan , terbungkus kain kafan lusuh dengan
ikatan di atas kepalanya.
“pocong..???!!!!”
arman terkejut karena baru pertama kali melihat langsung sosok pocong.
Rasa takut sempat terbersit melintas di hati arman , namun saat teringat
jika nadia tengah digerayangi oleh para penculiknya , ketakutan itu
langsung sirna.
Arman memundurkan mobilnya , lalu pedal gas ia injak dengan keras
sehingga mobilnya melesat ke depan dengan kecepatan penuh menabrak
pocong dihadapannya sehingga terpental ke atas dan tak terlihat lagi.
Arman melirik kaca spion dan tak ada tanda tanda pocong tadi muncul lagi
Mengira pocong itu telah pergi , ia kini kembali focus pada pengejaran .
Namun tiba tiba , terdengar suara benturan di sisi kanan mobilnya .
dan sungguh terkejut arman saat melihat pocong tadi kini menempel disana
dengan wajahnya yang menyeramkan menekan pada kaca jendela.
“setan goblog…!!!!”
Arman berseru menutupi rasa kaget dan paniknya. Konsentrasinya kini
terpecah antara mengemudi dan berjaga jaga seandainya pocong itu
melakukan sesuatu.
Kepanikan kian menderanya saat pocong itu membenturkan wajahnya ke kaca jendela berulang ulang seolah hendak memecahkannya.
Dengan panik , arman mengemudikan mobilnya zig zag ke kiri dan ke
kanan , berharap pocong itu terpental jatuh. Namun usahanya sia sia ,
karena pocong itu tetap bertahan disana.
Petaka bagi arman terjadi saat mobilnya melintasi sebuah jembatan yang
berada di atas sebuah sungai besar dengan arus deras dan kelihatannya
juga cukup dalam.
Konsentrasi arman terlalu terfokus pada pocong di kanan mobilnya ,
sehingga ia tak menyadari jika di jok belakang muncul satu pocong yang
lain.
Pocong di jok belakang tanpa basa basi lagi langsung menggigit bahu kiri arman.
“aaaaaarrrrggghhh….” Arman berteriak kesakitan.
Gigitan pocong itu bukan saja terasa sakit namun juga panas , bahunya serasa ditusuk oleh besi tajam yang panas membara.
Rasa sakit di bahunya membuat ia tak mampu lagi mengendalikan
mobilnya , BMW biru itu mulai oleng tak terkendali hingga akhirnya
menabrak pagar pembatas jembatan, dan meluncur jatuh ke sungai yang
mengalir deras di bawahnya. Mobil arman sempat terlihat untuk beberapa
detik sebelum akhirnya hilang tertelan derasnya sungai dan gelapnya
malam.
—————————————————————————————————————————–
Pak mamat dan yang lainnya menyaksikan jatuhnya mobil arman dari ujung jembatan.
“biar mampus loo..!!!!” teriak abdul puas
“hmm..bagus …bento dan parjono telah menjalankan tugas dengan baik..” kata pak mamat , ” ayo..kita lanjutkan perjalanan”.
Taksi abdul kembali bergerak menuju rumah pak mamat , mereka akan
beristirahat sejenak disana sebelum melanjutkan perjalanan ke desa watu
ireng , tempat dimana abdul , udin dan masto akan terbebas dari kejaran
arwah suster asti yang pernah mereka perkosa dulu.
Di jok belakang , nadia yang masih terpengaruh gendam ,diapit oleh masto dan udin.
Belum sadarnya nadia , tentu menjadi kesempatan bagi dua orang itu untuk menggerayanginya.
Saat abdul melirik ke belakang , nadia ternyata sudah bugil tanpa sehelai benangpun.
Udin dengan asyiknya menjamah buah dada gadis itu begitu pula masto ,
mereka saling berbagi payudara. Nadia hanya merintih pelan saat kedua
buah dadanya menjadi mainan , putingnya ditarik , dipilin , dan digigit
dengan lembut.
Abdul terus mengemudikan taksinya dengan menggerutu , ia iri pada dua
temannya yang sedang ayik menggumuli gadis cantik anak konglomerat
terkenal di jok belakang.
Apalagi saat suara rintihan dan desahan nadia kina kentara , abdul
menoleh ke belakang , dan masto terlihat dengan penuh nafsu menancapkan
penisnya ke vagina nadia , smentara udin merangkul nadia dari belakang
dengan tangan yang terus meremas remas payudara montok gadis itu.
“gawat…!!!!.polisi……!!!!” abdul berteriak panik
Sontak masto dan udin menghentikan aksinya , pakaian nadia mereka kenakan kembali padanya .
Taksi mereka saat itu sudah hamper sampai di rumah pak mamat , namun
ternyata disana sudah banyak polisi dan kerumunan orang yang ingin tahu.
Abdul segera membelokkan taksinya ke tempat yang aman dan tersembunyi.
“ki , apa kita ketahuan…??” Tanya abdul
“hmmm..sepertinya tidak….” Jawab pak mamat ,” din , coba kamu kesana cari tahu ada apa”
Sebenarnya udin enggan dan takut , namun ia tak berani membantah pak
mamat. Dengan sedikit gugup , udin keluar dari taksi lalu pergi
mendekati rumah pak mamat.
Setengah jam kemudian ,barulah udin kembali dengan wajah panik.
“ada apa din..?” Tanya abdul
“gawat ki ..gawaattt..!!!” suara udin terdengar gemetar
“gawat kenapa..??”
“cewek yang kemarin aki tidurin ., lapor ke polisi..!!!”
“cewek….yang mana..??”
“itu..yang mukanya kayak orang jepang…!!”
“mitha maksudnya…??”
“iya itu…..”
Pak mamat terdiam , ini pertama kalinya ada korban yang melapor pada
polisi. Selama ini pak mamat dengan samarannya sebagai penjaga sekolah ,
sudah meniduri banyak guru dan murid perempuan di sekolahnya , dan tak
ada seorangpun yang berani lapor ke polisi.
“kalian punya tempat untuk kita bersembunyi sementara..??” Tanya pak mamat kemudian.
“rumah saya aman , ki..” jawab abdul cepat.
“bagus….kita bersembunyi disana sementara waktu, ” pak mamat terlihat
geram. ” dan kamu mitha….dasar anak nakal , kamu akan rasakan
akibatnya”.
—————————————————————————————————————————–
Keluarga mitha merupakan keluarga yang hangat akrab dan harmonis.
Ayah mitha adalah seorang diplomat dan juga pejabat penting di negeri
ini , sementara ibu mitha yang asli jepang mempunyai usaha restoran
masakan jepang yang tersebar di Jakarta , bandung dan bali. Meski saling
sibuk , mereka semua sangat akrab dan dekat. Setiap ada kesempatan
berkumpul bersama , selalu dimanfaatkan untuk saling berbagi dan
bercerita.
Itulah sebabnya , saat suatu hari mitha yang biasanya periang dan
ceria tiba tiba berubah menjadi pemurung dan terus mengurung diri di
kamar , orang tuanya merasa khawatir.
Mulanya kedua orang tua mitha kesulitan mengorek keterangan darinya ,
karena mitha memilih diam seribu bahasa. Tetapi lama kelamaan mitha tak
tahan juga dengan beban yang menghimpitnya , ia pun bercerita jika
kehormatannya telah direnggut penjaga sekolahnya sendiri.
Tak terbayangkan betapa murkanya ayah mitha mendengar hal tersebut ,
dalam hitungan detik ia telah memanggil polisi. Kedudukan ayah mitha
sebagai orang penting dan berpengaruh di Indonesia membuat polisi pun
bergerak cepat mengejar pak mamat , sayangnya atau untungnya mereka tak
berhasil menemukannya.
Mitha merasa sedikit lebih lega setelah menceritakan kejadian yang
menimpanya pada orangtuanya , walaupun ia belum kembali ceria seperti
sedia kala. Mitha masih sering termenung dan berdiam diri kadang kadang
menangis pelan. Ternggutnya kehormatan dirinya oleh penjaga sekolah
merupakan pengalaman traumatis baginya.
Malam itu mitha duduk di depan cermin dalam kamarnya , menatap pantulan
bayangan gadis cantik dihadapannya. Tanpa bermaksud narsis , mitha
menyadari jika dirinya memang cantik , dan bukan hanya sekedar cantik ,
gen ibunya yang orang jepang membuat kecantikan wajahnya mempunyai nilai
plus dibandingkan kecantikan teman sebayanya. Semenjak SD hingga SMA
sekarang , mitha selalu menjadi yang tercantik di sekolahnya.
Wajah mitha yang putih mulus dengan sedikit nuansa jepang , membuat pria manapun betah memandanginya.
Tubuhnya yang ramping ideal dihiasi oleh buah dada yang terbentuk
begitu bulat sempurna. Di usianya yang ke-17 , buah dadanya terlihat
begitu ranum , indah dan menggoda. Dalam keadaan tertutup saja , bukit
kembarnya sanggup membuat pria normal yang melihatnya naik birahi.
Air mata mitha mengalir mengingat kini tubuhnya sudah kotor dijamah lelaki bejad.
Dulu mitha begitu bangga dengan keindahan tubuh dan kecantikan
wajahnya , namun kini sedikit penyesalan mulai tumbuh. Seandainya saja ,
wajah dan tubuhnya biasa biasa saja , mungkin pelecehan seksual itu tak
akan terjadi.
Mitha beranjak dari depan cermin karena perutnya terasa lapar.
Beberapa menit lalu , bi sumi , pembantu di rumahnya membawakan sepring
nasi goreng dan segelas susu , yang diletakkan di meja samping tempat
tidur.
Dengan enggan mitha meraih piring nasi goreng lalu duduk di sisi
tempat tidur. Pandangan matanya kosong seperti sedang melamun , nasi
gorengnya hanya ia aduk aduk saja.
Barulah beberapa menit kemudian mitha menyendok nasi goreng untuk
dimakan. Namun betapa terkejutnya mitha ketika ternyata nasi goreng yang
disendoknya penuh dengan belatung , begitu juga yang berada di
piringnya.
Mitha menjerit histeris , piringnya ia lempar ke lantai hingga pecah berderai.
“bi sumiiiii…..!!!!”
Mitha berteriak memanggil pembantunya , namun tak ada yang dating.
“bi sumiiii…..!!!!!”
Mitha berteriak lebih keras lagi , ia bergidik jijik melihat belatung
yang merayap di lantai. Ia mulai merasa kesal dan heran karena tak ada
seorangpun yang datang.
“mamiiiii…..!!!!..bi sumi…….!!!!”
Namun tetap tak ada seorangpun yang muncul.
Mengabaikan rasa jijiknya , mitha berjingkat keluar kamar untuk
mencari penghuni rumah lain. Aneh sekali , rumah kelihatan sepi bagaikan
tak berpenghuni kecuali dirinya.
Berkali kali mitha memanggil orangtuanya dan pembantunya namun tetap
tak ada jawaban. Setiap ruangan dan kamar di rumah itu mitha periksa ,
namun tak ada siapapun disana.
Heran , takut dan panik menjadi satu dalam diri mitha , kemana perginya orang orang..???
Mitha sempat melongok ke garasi , semua mobil masih terparkir di
tempatnya. Saat mencoba menggunakan telepon , semuanya mati , baik
handphone ataupun telepon rumah.
Semakin didera rasa takut , mitha memutuskan untuk menuju pintu depan dan keluar mencari pertolongan.
Namun saat mitha membuka pintu depan , gadis itu langsung terlonjak
mundur sambil menjerit sejadi jadinya. Di ambang pintu telah berdiri
sesosok pocong yang menyeringai menakutkan.
“awwww..tidakkk…pergiii…pergiiiii…..!!!!”
Mitha histeris saat pocong itu melompat maju mendekatinya. Keberanian
yang tersisa mendorongnya untuk segera bangkit dan berbalik untuk
menyelamatkan diri.
Namun saat berbalik , mitha kembali jatuh terduduk ke lantai karena ada satu sosok pocong lain yang telah berdiri menghadangnya.
Mitha semakin menjerit histeris , saat kedua pocong itu melompat
mendekat. Ia beringsut mundur ketakutan dan terpojok hingga ke tembok.
Sambil bersandar pada tembok , mitha menutup wajah dengan kedua
tangannya. Ia tak sanggup lagi menatap dua pocong itu , mitha mulai
menangis dan berharap ini hanya mimpi saja.
Tiba tiba mitha merasakan suasana berubah hening dan sepi. Tak ada
suara sedikitpun yang ia dengar , dan sepertinya dua pocong itu telah
pergi. Mitha menurunkan kedua tangannya dan membuka mata.
“aaaaaaaaawwww……!!!!!!”
Mitha kembali menjerit histeris. Pocong yang dikiranya telah pergi ,
justru ada tepat dihadapannya. Wajah menyeramkan itu hanya beberapa
senti saja jaraknya dari wajah cantik mitha.
Kali ini mitha merasakan seluruh ruangan berputar , lalu semuanya menjadi gelap dan ia pun jatuh tak sadarkan diri.
—————————————————————————————————————————–
“hei….anak manis , bangun..”
“ayo sayang , waktunya bangun “
Sayup sayup mitha mendengar seseorang berbisik di telinganya, namun pikirannya masih dalam kondisi antara sadar dan tidak.
“kayaknya udah mulai sadar nih cewek…”
“bagus dong, kita bisa mulai bersenang senang…”
Seiring kesadaran yang mulai terkumpul , suara itu semakin jelas mitha dengar.
Mitha mencoba membuka mata , ia mengerjapkan matanya beberapa kali
agar bisa melihat jelas. Dalam keadaan setengah sadar mitha merasakan
kondisi aneh pada dirinya , ia tak bisa menggerakkan tangannya dan ia
pun tak merasakan ada pijakan di kakinya seolah sedang melayang.
Butuh waktu beberapa saat sampai kesadaran mitha sepenuhnya pulih ,
dan ia pun terkejut saat menyadari kondisi aneh yang ia rasakan tadi.
Ternyata dirinya dalam keadaan tergantung , tangannya terikat ke atas dan kakinya hanya sedikit di atas lantai.
Bukan itu saja , mitha mendapati dirinya memakai pakaian seragam SMA
putih abu abu , namun ukurannya terasa terlalu kecil untuknya.
Rok putih abu abunya berada cukup tinggi di atas lutut membuat paha
mulus mitha terbuka dengan indahnya. Sementara baju putihnya begitu
ketat membungkus tubuh indah mitha , bahkan kancing bajunya seakan
berusaha keras menahan desakan payudara mitha yang menonjol begitu
sempurna.
Selain pakaian seragam yang minimalis , mitha juga tak merasakan ada
pakaian dalam yang menempel ditubuhnya , baik itu bra maupun celana
dalam.
Kondisi mitha saat itu , seorang gadis remaja nan cantik jelita ,
terikat tergantung tak berdaya , pakaian seragamnya putih abu abu yang
minimalis , baju putih ketat yang menawarkan tonjolan buah dada siap
diremas , plus rok abu abu pendek menwarkan paha putih mulus nan
menggairahkan akan membuat pria manapun yang melihat akan melonjak
birahinya liar tak terkendali.
Dalam ketakutan mitha mencoba mengenali tempat ia berada. Sebuah
ruangan kosong yang besar mirip gudang ,namun tak banyak terlihat barang
barang disana , hanya ada sebuah meja dengan dua kursi. Di atas meja
tergeletak beberapa barang yang tak bisa mitha lihat dengan jelas. Di
sudut lain sebuah kasur tergelar dilantai.
“halo anak manis , selamat datang di tempat kami….” kata bento
“atau tepatnya dunia kami , ha..ha…ha….” timpal parjono.
“si..siapa kalian….?” Tanya ketakutan , ” mau apa kalian…?”
“mau apa..?? ya mau kamu dong , ha..ha…ha…..” jawab bento
“gila cuy , mukanya kayak yang main bokep jepang…” kata parjono sambil membelai pipi mitha.
“iiihh…jangaann..!!! tolong….!!!!..tolooong….!!!”
Kedua pria itu hanya tertawa santai melihat mitha berteriak teriak meminta tolong.
Tak akan ada yang menolong mitha , karena pak mamat telah menjebak
mitha di alam ghaib , sebagai pembalasan karena mitha telah melaporkan
pak mamat kepada polisi atas tuduhan pemerkosaan.
Itulah sebabnya mitha menjadi makanan bento dan parjono. Dua orang
ini sebenarnya sudah mati dibunuh oleh arwah suster asti , namun pak
mamat telah membangkitkan mereka kembali . Di alam ghaib mereka akan
berwujud manusia biasa , namun di dunia nyata mereka akan berwujud
pocong.
Pak mamat pula yang mengatur kemunculan mitha di alam ghaib
mengenakan pakaian seragam SMA yang minimalis , tujuannya agar bento dan
parjono lebih bersemangat memperkosanya.
Lama berteriak tanpa hasil apa apa akhirnya membuat mitha terdiam juga.
“capek ya neng, hahahaha…..” parjono tertawa mengejek
” ya udah..kalo gitu kita mulai aja ya…” kata bento sambil mengelus paha putih mitha.
“jangaannn…mitha ga mau….jangaan..” mitha memohon dan memelas saat mimpi buruknya akan kembali terulang.
Bento jelas tak ambil peduli , ia tetap asyik menjilati dan menelusuri paha mitha dengan lidahnya hingga ke pangkal paha.
Parjono pun ikut ambil bagian , bulatan pantat mitha diremas dengan
gemasnya. Bento menyingkap rok pendek mitha , lalu mulai menjilati
vagina yang tak tertutup apapun itu.
Mendapat perlakuan seperti itu mitha berontak dan meronta.
“jangaann…awwww…..ga mauu…jangaaann….!!!!!”
Mitha menjerit , kepalanya menggeleng geleng. Rontaan mitha juga
menyebabkan satu kancing bajunya terlepas. Bento dan parjono
menghentikan aksinya dan saling berpandangan penuh arti. Parjono lantas
pergi menuju meja untuk mengambil sesuatu , sementara bento tetap terus
mengintimidasi mitha.
“kenapa lagi , anak maniss…??” kata bento sambil meremas pantat mitha.
“mitha mohon….jangan perkosa mitha lagi….ampuun..jangaann…!!”
wajah mitha yang cantik semakin terlihat menggairahkan saat sedang memohon dan memelas , birahi bento semakin melayang.
“ooo…anak manis ga mau diperkosa ya…hahahahaha..” bento tertawa mengejek.
Diiringi tangisan dan ucapan mitha yang memohon , bento melepas
kancing baju seragam satu persatu , dan mitha pun menangis pasrah saat
buah dadanya sudah tak tertutup lagi.
“hmmmm..toked kamu emang yahuddd……toked termantep yang pernah abang
rasain .hehehehee…!!!” kata bento sambil mencaplok buah dada mitha
sebelah kiri dengan mulutnya dan yang kanan ia remas remas. Ia kulum dan
jilati penuh nafsu payudara ranum itu , sesekali ia melakukan kenyotan
yang perlahan lahan mulai membangkitkan sensasi gairah pada diri mitha.
“aahhh…awww…..jangan…mamii…tolong mitha mamii……” rintih mitha pelan
suka atau tidak , kombinasi kenyotan , gigitan , dan gerakan memilin
di putting susu mitha , membuatnya semakin lama semakin terangsang juga.
Bento menghentikan aksinya sejenak saat parjono datang menghampirinya
, ditangannya ia membawa sebuah penis buatan alias dildo berwarna
hitam.
Mitha memandang dildo itu dengan khawatir , apa yang akan dilakukan
mereka dengan benda itu. Parjono mengacung benda itu di depan wajah
mitha.
“neng , liat nih…abang punya kontol buatan , khusus buat neng mitha…”
mitha memalingkan muka dengan jijik
“ooo..ga suka ya..?? jangan khawatir…neng mitha bakal ngerasain
kontol beneran kok ” kata parjono , ” Cuma kalo neng mitha ga mau nurut
apa mau kita , ya terpaksa neng mitha bakal ngerasain ini barang.”
Mitha tetap memalingkan muka , tak sedikitpun ia mau melirik atau bersuara.
“kayaknya harus dicontohin nih anak , cuy….” Kata bento.
Bento lalu mengangkat kedua paha mitha dan membukanya lebar sehingga vaginanya terlihat jelas.
“aahhh…mau apa kalian…???!!! Jangan..!!! awww ..jangaaann…!!!!”
mitha berteriak dan berontak , namun posisinya yang tergantung dan pahanya yang ditahan kuat oleh bento membuatnya tak berdaya..
parjono tertawa kecil saat ia mulai menusukan dildo itu ke liang
vagina mitha dengan perlahan. Awalnya mitha tak merasakan rasa aneh
kecuali rasa nyeri di vaginanya , saat dildo yang berukuran lumayan itu
menembus liangnya yang masih sempit.
Lama kelamaan , saat dildo itu masuk semakin dalam, mitha mulai
merasakan rasa hangat yang dengan cepat berubah menjadi rasa panas.
Awalnya hanya terasa di vagina , lalu terus menjalar ke seluruh tubuh
dan semakin lama rasa panas itu semakin menyiksanya membuat mitha
menjerit kesakitan.
“aaawwww……!!! Lepasiin….panaaaas…lepasiiinnnnnn….ampuun…lepasiiin….”
mitha meronta ronta menahan rasa panas yang menderanya , sementara
bejo dan jono hanya tertawa melihat mitha yang tergantung kelojotan
seperti itu.
“lepasiiiin…..ampuun…lepasiiiin…..!!!!”
mitha menjerit memohon , tangisnya pun meledak tak tertahankan lagi.
Parjono membiarkan sejenak mitha terus menjerit kesakitan , sebelum
akhirnya ia cabut juga dengan perlahan dildo yang menancap di vagina
gadis cantik itu. Tak ada bekas luka atau terbakar di vagina mitha ,
dildo tadi hanya menyebarkan rasa panas tanpa menyebabkan luka fisik.
Tubuh mitha yang tergantung kini basah oleh keringat , nafasnya
tersengal sengal , buah dadanya naik turun mengiringi irama nafasnya.
“nah, nona manis…..jadi kamu bakal nurut sama kita kan…??” ancam parjono sambil melambai lambaikan dildo di wajah mitha.
Dengan pandangan ketakutan dan pasrah , mitha mengangguk lemah.
“gitu dong , hahahahaha….” Parjono tertawa puas , dildonya ia lempar ke lantai.
Parjono kemudian memeluk mitha dari belakang dan langsung meremas
buah dada gadis itu. Buah dada yang menonjol terbuka dengan indahnya itu
, terasa empuk dan kenyal di tangannya , parjono terlihat sangat
menikmatinya. Dengan sangat ahli , ia memainkan puting susu mitha ,
disentil , dipilin dan ditarik lembut , membuat putingnya kian menegang.
Birahi mitha pun kian terangkat karenanya.
Tak mau kalah dengan temannya , bento ikut beraksi. Vagina mitha di
elusnya dengan lembut , perlahan jari jemarinya masuk ke liang vagina
mitha dan bermain di dalamnya.
“aahhh….ahhhhh…sshhh..sshhaaa…aaaahhww…..”
mitha mendesah dan mengerang , meski hati kecilnya tak rela diperlakukan seperti itu namun tubuhnya terlanjur menikmatinya.
Mitha menjerit tertahan setiap kali bento mengorek vaginanya , hingga
akhirnya pertahanan mitha mencapai titik akhir , tubuhnya bergetar dan
mengejang. Sensasi luar biasa mengalir ke seluruh tubuhnya , mitha
mengalami orgasme.
Tubuhnya terasa lemas , vaginanya basah dan nafasnya terputus putus.
Parjono tahu jika korbannya telah kalah , ia pun membuka ikatan
tangan mitha membuat gadis itu langsung jatuh terduduk di lantai.
Mitha tak berusaha untuk berdiri , selain tubuhnya yang masih terasa
lemas karena ledakan orgasme tadi , ia pun masih berusaha mengumpulkan
nafas. Karena itu pula mitha tak bereaksi apa apa saat seluruh pakaian
yang menempel di tubuhnya dilucuti , sehingga kesexyan dan keindahan
tubuhnya yang ranum di usia remaja terpapar dengan begitu menggoda.
“wuuiihhh….ternyata si eneng jepang ini , kalo telanjang makin cantik
aja…” kata parjono sambil menatapi setiap lekuk tubuh mitha dengan
penuh kekaguman dan nafsu.
“bener banget jon…kalo dia maen film bokep , pasti laris manis
..hahahhaa…” sambung bento sambil mengelus elus bulatan pantat mitha.
Panas telinga mitha mendengar semua itu , hatinya tak terima
dilecehkan seperti ini. Namun tak ada yang bisa ia lakukan saat ini
selain pasrah. Bento dan parjono berdiri di depan mitha yang masih
terdiam di lantai , entah sejak kapan keduanya sudah tak berpakaian lagi
alias telanjang bulat. Dua penis terlihat menegang dengan angkuhnya ,
mencari liang vagina untuk ditembus.
“nah…nona yang cantik jelita ,sekarang saatnya bikin kita puas ” kata bento sambil menyodorkan penisnya ke wajah mitha.
Dengan perasaan jijik , mitha memalingkan muka sehingga membuat bento sedikit gusar.
“heh..!! ayo…!! Kamu harus emut kontol kita berdua..!!! ” nada suara bento meninggi.
Mitha beringsut mundur sambil menggelengkan kepala.
“gak mau…!!! Mitha gak mau kayak gitu….!!!”
“aaahh!!! Cerewet kamu , cepetan nih emut kontol gue..!!! “
gelengan kepala mitha makin keras , kali ini sambil menutup mulut
dengan kedua tangannya. Bagi mitha oral sex adalah hal yang menjijikan ,
ia tak mau melakukannya bahkan jika kelak menikah nanti , ia enggan
melakukannya dengan suaminya sendiri sekalipun. Saat dulu pak mamat
menyetubuhinya , mitha pun menolak keras saat disuruh mengulum penisnya ,
beruntung saat itu pak mamat mengalah dan tak memaksanya. Namun
sepertinya kasusnya akan berbeda dengan bento dan parjono.
“hei , nona cantik..!!! kamu tahu kan akibatnya kalo melawan..???” kata parjono sambil memungut dildo yang tergeletak di lantai.
Mata mitha terbelalak ketakutan melihat benda itu , belum sempat
mitha beraksi , tubuhnya diseret dengan kasar oleh bento dan dijatuhkan
di atas kasur yang tergelar di lantai.
“awww..!!!” mitha menjerit kesakitan saat terhempas jatuh
bento segera menangkap tubuh mitha dari belakang , kedua tangannya mengunci tangan mitha sehingga gadis itu tak bisa bergerak.
Mitha berontak saat kedua pahanya dibuka oleh parjono , namun
kekuatan seorang gadis tentunya tak sepadan dengan keukatan dua orang
pria kasar seperti mereka.
Parjono dengan mudah membuka lebar paha mitha dan langsung menancapkan penis palsu itu ke vagina mitha.
“jangaan..jangaaann…!!! aaahhkk..awawww…!!!”
mitha menjerit panjang saat dildo mulai menembus vaginanya , rasa panas yang menyakitkan mulai menyebar ke seluruh tubuh mitha.
“aaaahh…sakiitt….panasss….lepasiin…lepasiiin…!!!!”
mitha menjerit dan meronta sejadi jadinya , tangannya yang dikunci oleh bento membuat dirinya tak bisa berbuat banyak.
Dan jeritan mitha semakin keras dan menggema di ruangan besar yang
kosong , bento dan parjono tertawa puas melihat itu semua. Kaki mitha
menendang nendang dengan liar , ia mencoba membalikkan tubuh namun
tertahan kuncian bento , ia pun mencoba menghentak hentakan tubuhnya .
segala cara dilakukan agar penis itu terlepas dari vaginanya , namun
semua usahanya sia sia saja. Penis itu tetap tertancap disana ,
memberikan siksaan rasa panas yang luar biasa. Tubuh mitha semakin
mengkilap karena keringat.
“ampuuuunn…lepasiiiiin….lepasiiiinnn….!!!”
bento dan parjono membiarkan mitha tersiksa beberapa saat , sampai
akhirnya parjono mencabut dildo itu , dan bento melepaskan kuncian
tangannya. Mitha langsung terkulai tak berdaya di atas kasur , tangisnya
pun tak tertahankan lagi.
Bento dengan kasar menjambak rambut mitha hingga wajahnya terangkat.
“sekarang …buka mulut kamu atau….”
Bento mengancam sambil menunjuk dildo yang dipegang parjono.
Dengan pasrah , perlahan mitha membuka mulutnya . ia harus bersusah payah melupakan rasa jijiknya.
Begitu mulut mitha membuka cukup lebar , dengan tak sabar penis bento
menyeruak masuk memenuhi mulut mitha yang mungil. Hanya beberapa detik
penis berada dalam mulutnya , mitha menarik kepalanya , dan terbatuk
batuk karena jijik , perutnya terasa mual.
“mmm…nona cantik kayaknya harus belajar dulu nih cara negemut yang bener ” kata bento sambil mengangkat wajah mitha.
Bento lalu menyuruh mitha menggenggam penisnya , dengan patuh gadis
itu melakukannya. Sentuhan halus tangan mitha memberikan sensasi
tersendiri bagi bento.
“naahh..sekarang dijilatin..ayo…!!!” perintah bento.
Mitha dengan patuh melakukan apa yang diperintahkan oleh bento meski pun ia merasa jijik.
Dijilatinya penis itu sesuai instruksi bento. Mitha menjilati kepala
penisnya terlebih dahulu , lidahnya bergerak menelusuri dan bergerak
melingkar disana..
Setelah beberapa saat disana , lidah mitha mulai turun menelusuri
batangnya , dari atas ke bawah hingga ke pangkal paha, lalu naik lagi
dan turun lagi bagaikan menjilati es krim atau permen loli.
Desahan dan geraman keluar dari mulut bento , rupanya ia begitu
menikmati permainan lidah mitha. Meski amatiran , tapi siapa yang tak
terbuai jika penisnya dijilati seorang gadis remaja cantik berwajah
indo-jepang.
“pake mulut sekarang non….!!” Perintah bento
mitha yang mulai terbiasa , lalu mengulum penis itu , dan sesuai
perintah bento kemudian , kepalanya bergereak maju mundur memberi efek
kocokan pada penisnya. Dan memang lama kelamaan mitha mulai bisa dan
terbiasa melakukan oral sex tanpa harus dibimbing lagi oleh bento.
Dikocoknya penis bento sambil melakukan jilatan dan hisapan , membuat bento semakin terbuai kenikmatan.
Kepala mitha terus bergerak maju mundur , mulutnya terasa penuh
karena besarnya ukuran penis bento. Mitha melepaskan kulumannya saat
parjono bergerak ke belakangnya dan memegangi pinggang , gadis itu
menoleh dengan cemas.
” hehehehe…takut ya..?? jangan takut .., gue kasih kontol beneran
kok, hehehehe..” jono tertawa seolah tahu apa yang dipikirkan mitha.
Kali ini mitha memang sudah benar benar pasrah. Siksaan rasa panas
dari penis buatan tadi membuat gadis cantik ini menjadi penurut.
Mitha kembali mengulum penis bento , sementara dibelakangnya parjono
membuka lebar paha mitha dan penis parjono langsung menerobos masuk ke
vaginanya.
Sambil menggenjot dengan posisi doggy , buah dada mitha diremasanya
dari belakang . vagina yang masih cukup sempit membuat meitha merasakan
nyeri , rintihan tak jelas terdengar dari mulutnya yang tersumpal penis
bento.
Semua ini memang hal baru bagi mitha yang memang berasal dari
keluarga baik baik. Tak pernah terbayangkan sebelumnya ia harus melayani
nafsu dua orang pria sekaligus yang bukan siapa siapa.
Dengan kasar parjono terus menyodokkan penisnya , setiap sodokan
membuat penis bento semakin tertekan ke dalam mulut mitha , hingga
akhirnya ia mencapai klimaks.
Mitha merasakan penis di mulutnya berdenyut denyut dan tak lama
kemudian cairan kental beraroma khas memenuhi mulut mitha untuk pertama
kalinya.
Bento sengaja menahan kepala mitha , membuat gadis itu terpaksa
menelan sperma yang menyembur deras. Rasa mual dan ingin muntah mendera
mitha , namun ia sekuatnya menahan semua itu karena khawatir para
pemerkosanya akan semakin ganas.
Mitha masih belum bisa bernafas lega karena parjono masih terus
menggenjot dari belakang. KIni parjono sendirian menguasai tubuh mitha ,
sodokannya makin keras menghantam tubuh indah mitha.
“aaahh…aahhh..oohhh..ahhh…sakiit..aahhh…”
rintihan mitha kini bisa terdengar jelas setalh mulutnya tak lagi tersumpal penis bento.
Buah dadanya yang sempat dilepas parjono , bergoyang goyang begitu
menantang. Parjono pun tak tahan untuk tak menjamahnya lagi. Makin lama
rintihan mitha makin keras , sentuhan nakal parjono di buah dadanya
sangat berpengaruh padanya. Parjono pun semakin semangat melakukan
genjotan dan tak lama berselang tubuh mitha menegang dan mengejang.
“aaaaaaaaahhhw……”
mitha menjerit panjang tanda orgasme , tubuhnya yang menegang lalu
mulai melemas. Parjono menyusul beberapa saat kemudian , menyemburkan
sperma yang langsung memenuhi vagina mitha.
Tubuh mitha langsung ambruk di kasur setelah parjono mencabut penisnya. Di mulut dan vaginanya terlihat sisa sisa cairan sperma.
Belum sempat mitha mengatur nafas dan mengumpulkan tenaga , tubuhnya
sudah daitarik bento ke kursi. Ia disuruh duduk di pangkuan bento dengan
posisi paha membuka lebar. Dengan lembut bento mengelap dan
membersihkan sisa sisa sperma di mulut dan vagina mitha.
“hahaha..gimana rasanya ngentot neng mitha , enak kan..??”
bento tertawa dengan nada mengejek , mitha diam tak menjawab.
“heh..!!! jawab dong .. , gimana rasanya ngentot.???”
Bento bertanya lebih keras sambil kali ini meremas buah dada mitha dengan kasar.
“awwww..!!!! ii..iya bang…enak…enak….” Jawab mitha sambil terpekik kesakitan
“enak apaan…apanya yang enak….???!!”
“ii.iiya..eenak….ngen..ngentot…” jawab mitha . wajahnya tertunduk dan memerah menahan rasa malu dan terhina.
“gitu dong, hehehehe…” bento tertawa puas.
Tangan mitha oleh bento dirangkulkan pada dirinya sehingga ia leluasa
menciumi leher mitha yang jenjang. Tak hanya di leher , ciumannya
merambat ke pundak , naik ke telinga dan berakhir di mulut mitha. Tanpa
ada perlawanan yang berarti , bento dengan mudahnya mengulum bibir
mungil mitha.
Lidah bento menjelajah masuk ke dalam mulut mitha , dan tanpa sadar lidah mitha langsung meresponnya.
Sambil berciuman dengan panasnya , tangan bento asyik menggerayangi
payudara mitha. Ia mainkan putingnya , ia pilin pilin sebagai selingan
diantara remasan remasan nakal dan kali ini birahi mitha naik dengan
mudahnya.
Puas menikmati bibir mitha , bento lalu mengulum buah dada montok
mitha dengan asyiknya , ia hisap kedua bukit kembar itu bagai sedang
menyusu.
“aahhh..ooohh…asshhh…ooooh….”
mitha tanpa sadar merintih penuh kenikmatan , tak bisa ditutupi lagi jika kali ini dirinya menikmati perlakuan bento.
Puas bermain main , bento menancapkan penisnya dalam posisi duduk , saat mitha berada diatas pangkuannya.
“ayo neng ..digoyang…”
mitha mulai bergerak naik turun di atas pangkuan bento yang sedang
asyik menggerayangi setiap lekukan indah tubuhnya. Buah dada mitha yang
menonjol begitu indah dan sempurna teguncang guncang seirama dengan
gerakan pemiliknya , seolah mengundang siapa saja untuk menjamahnya.
Cukup lama mitha bergerak naik turun di pangkuan bento sebelum akhirnya mereka berdua kembali mengalami orgasme.
Mitha memeluk tubuh bento untuk bersandar , tubuhnya terasa lemas dan
lelah. Namun lagi lagi mitha tak punya kesempatan untuk beristirahat
karena giliran parjono yang menariknya kembali ke atas kasur untuk
kembali menindihnya.
Karena memang sudah habis tenaga maka tubuh mitha hanya terhentak
hentak tak berdaya saat parjono menyetubuhinya , kuluman dan gigitan
parjono di payudaranya pun hanya di respon dengan rintihan lirih.
Mitha benar benar sudah pasrah total pada dua pemerkosanya , tak ada
lagi rontaan ataupun perlawanan bahkan air matanya sudah tak lagi
mengalir.
Rintihan lirih antara sakit dan kenikmatan terus keluar dari mulut
mitha sampai akhirnya saat mencapai orgasme mulutnya terbuka namun tak
ada suara yang keluar. Namun kali ini orgasme yang dirasakan mitha
membuat tubuhnya melengkung dan menegang , vaginanya berdenyut hebat
memebrikan sensasi jepitan luar biasa pada parjono membuat pria itu
melolong penuh kenikmatan saat mencapai puncak. Vagina mitha kembali
basah oleh sperma.
Mitha mengira semuanya sydah berakhir , namun ia salah. Setelah
parjono menyingkir , giliran bento datang . tubuh mulus mitha ia
balikkan dan ia setubuhi dengan posisi doggie style. Setelah selesai ,
tanpa jeda lagi giliran parjono kembali dengan gaya yang lain.
Begitu seterusnya , bento dan parjono bergantian menyetubuhi mitha ,
tenaga mereka seolah tak ada habisnya saat menggilir mitha berkali kali.
Lain halnya dengan mitha yang sudah sangat kepayahan , tubuhnya sudah
sangat lemah , bahkan suaranya pun sudah habis untuk merintih
sekalipun.
Dan saat akhirnya bento dan parjono sudah puas menikmati tubuh mitha , kondisi gadis remaja itu sangat memprihatinkan.
Tubuhnya yang telanjang tergolek lemah tak berdaya di atas kasur ,
selain basah oleh keringat juga basah oleh cairan sperma yang sengaja
disemburkan disana , bahkan beberapa tetes sperma terlihat mengalir di
wajah cantiknya.
Buah dadanya naik turun seirama dengan nafasnya yang tersengal sengal
, mulutnya megap megap seperti ikan yang kehabisan udara. Vaginanya
terasa panas karean terus menerus dihantam penis berukuran lumayan.
Bento menghampiri mitha dan membangunkan gadis itu dalam posisi
duduk. Tangan mitha ia ikat dibelakang punggung. Hal ini menimbulkan
kepanikan dalam diri gadis cantik itu , akan diapakan lagi dirinya namun
ia tak sanggup lagi untuk melawan ataupun protes.
“hehehehe….ini sebagai penutup dan salam perpisahan dari kita nona
mitha yang cantik…” bento berkata sambil menancapkan dildo hitam ke
vagina mitha.
Gadis itu menggeleng ketakutan dan panik saat dildo itu menancap
semakin dalam ke vaginanya dan mulai menyebarkan rasa panas yang
menyakitkan.
Tubuh mitha meronta ronta menahan rasa panas , mulutnya hendak
menjerit namun terdengar tak jelas hanya suara rintihan lirih dan serak
yang terdengar.
Berbagai cara mitha lakukan agar penis buatan itu terlepas namun sia
sia. Tangannya yang terikat membuatnya tak bisa bebas bergerak.
Tubuh mitha berguling guling di lantai mencoba mengurangi rasa panas
yang menderanya , ia menggelepar bagai ikan yang terdampar di darat. Dan
mitha mulai merasakan nafasnya makin habis , seluruh ruangan terasa
berputar, pandangannya berkunang kunang dan berangsur gelap . mitha pun
akhirnya tak sadarkan diri.
—————————————————————————————————————————
Setiap pagi seperti biasa , bi sumi membangunkan mitha untuk
berangkat sekolah. Ia memasuki kamar anak majikannya dan melihat jika
mitha ternyata sudah bangun sedang duduk di sisi tempat tidurnya.
Bik sumi menghela nafas panjang saat melihat nasi goreng yang ia buat
semalam masih utuh di atas meja sepertinya tak disentuh sama sekali
begitu pula dengan segelas susunya.
“kok nasi gorengnya enggak dimakan sih non , …nanti non mitha sakit loo…” kata bik sumi.
Tak ada reaksi dari mitha , ia hanya terduduk di pinggir kasur dengan
tatapan kosong , mulutnya komat kamit seperti sedang bicara namun tak
ada suara yang keluar.
” non…non mitha kenapa…???”
bik sumi mulai menyadari ada yang aneh pada mitha.
“non..non mitha…eling non…”
tak mendapatkan reaksi apa apa dari mitha , bik sumi dengan panik
berlari keluar kamar dan kembali beberapa saat kemudian bersama kedua
orangtua mitha.
Namun kondisi mitha tetap tak berubah meski berbagai cara dilakukan ayah ibunya untuk menyadarkan mitha.
RUMAH SAKIT JIWA
“Jadi bagaimana kondisi anak kami ,dok ??” Tanya pak wibowo , ayah mitha.
Dokter benny terdiam sejenak seperti sedang berpikir sebelum akhirnya menjawab.
“saat ini memang sulit diprediksi , tapi kami tentu akan berusaha sebaik mungkin untuk menyembuhkannya.”
“is she gonna be all right,?” Tanya yumiko , ibu mitha dengan cemas.
Ibu mitha memang asli orang jepang , ia mengerti dan paham bahasa
Indonesia namun agak sulit dalam pengucapan jadi ia memilih menggunakan
bahasa inggris.
“goncangan kejiwaan akibat pelecehan seksual memang butuh waktu agak
lama untuk sembuh , tapi yakinlah anak ibu dan bapak pasti akan sembuh “
ibu mitha tak bisa lagi menutupi kesedihannya , ayah mitha dengan bijak mencoba menenangkannya.
Mereka tak pernah menyangka jika anak perempuan kesayangannya harus bernasib menjadi pasien rumah sakit jiwa.
“saya harap bapak dan ibu tidak usah khawatir , rumah sakit jiwa ini
berbeda dengan rumah sakit jiwa umum lainnya. Kami telah memakai metode
penyembuhan dengan standar internasional. Jadi meski butuh waktu , anak
bapak dan ibu saya jamin akan kembali normal seperti sedia kala.” Dokter
benny berusaha meyakinkan orangtua mitha.
Rumah sakit jiwa yang dikelola dokter benny memang bukan rumah sakit
jiwa biasa. Disini khusus merawat pasien kelas atas seperti pejabat ,
pengusaha atau selebritis. Tak heran jika fasilitasnya super komplit
berstandar internasional.
Selain menangani pasien dengan gangguan kejiwaan , disini juga
merawat pasien yang mengalami ketergantungan obat yang kebanyakan
berasal dari para selebritis.
“terima kasih dok , saya percayakan sepenuhnya perawatan anak kami disini.” Kata ayah mitha. ” tapi…ada satu hal lagi dok….”
“saya mengerti maksud bapak ..” kata dokter benny sambil tersenyum , ”
jangan khawatir kerahasiaan seluruh pasien kami terjamin.”
Ayah mitha terlihat lega mendengarnya. Tersiarnya kabar jika anaknya
mengalami pemerkosaan saja sudah merupakan pukulan dan aib bagi
keluarganya , apalagi jika ditambah berita anaknya dirawat di rumah
sakit jiwa.
“kalau begitu , kami permisi dulu dok, ” kata ayah mitha sambil menjabat tangan dokter benny , diikuti oleh ibunya mitha.
“ooh, iya pak silahkan…nanti kami akan melaporkan perkembangan anak bapak dan ibu secara berkala.”
“terima kasih dok ..mari..”
orangtua mitha keluar dari ruangan kerja dokter benny.
Selepas perginya orangtua mitha , dokter benny kembali membuka data
pasien terbarunya itu. Mitha , usia17 tahun. Mengalami goncangan jiwa
akibat pemerkosaan yang dilakukan penjaga sekolahnya.
Dokter benny menghela nafas panjang ,ia tak merasa heran jika ada
orang yang melakukan pemerkosaan pada mitha , gadis remaja ini memang
sangat cantik sekali ditambah dengan bentuk tubuhnya yang terbentuk
dengan indah dan ideal. Tak diragukan lagi , mitha adalah pasien
tercantik yang pernah ditanganinya , bahkan lebih cantik dari selebritis
yang pernah dirawat disini. Baru membayangkannya saja sudah membuat
birahinya naik.
Tiba tiba terdengar pintu dibuka , dan seorang suster berparas menawan masuk membawa sebuah berkas.
“selamat siang dok , ini re-cap pasien untuk siang ini ” kata suster
winda sambil menyerahkan berkas yang dibawanya pada dokter benny.
“ok.., apa saya masih ada appointment lain siang ini , ..?” kata dokter benny sambil memeriksa berkas yang diterimanya.
“siang ini tidak ada dok , paling nanti sore pukul lima , pak effendi ada janji konsultasi “
“baik kalau begitu , terima kasih..”
“iya dok , permisi..” suster winda pamit dan berbalik menuju pintu.
Dokter benny menatap tajam suster winda , tatapannya terarah pada
bulatan padat pantat suster winda yang tersembunyi dibalik rok putih.
“suster winda , tunggu sebentar…”
“iya dok….ada apa ..??” suster winda menghentikan langkahnya.
“hari ini saya agak lelah…bisa tolong saya..??”
wajah suster winda mendadak muram mendengar perkataan dokter benny , ia terlihat bimbang .
“baik dok..” jawab suster winda pelan
suster cantik itu mengunci pintu lalu berdiri dengan bimbang di depan meja kerja dokter benny.
“dok..sebelumnya saya mohon….ini yang terkahir kalinya ya dok….
Soalnya sebentar lagi saya akan menikah..” nada suara suster winda
terdengar sedih.
“iya..iya..saya tahu….ayo cepat….” Jawab dokter benny tak sabar.
Masih dengan wajah muram , suster winda mulai melepas seragam
putihnya satu persatu diikuti dengan pakaian dalamnya , ia pun kini
sudah telanjang bulat dihadapan dokter benny.
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya suster winda harus melayani
nafsu dokter benny , namun karena minggu depan ia akan menikah , kali
ini winda merasa risih. Tangannya berusaha menutupi buah dada dan
vaginanya yang terbuka saat dokter benny menghampirinya.
“ah..kenapa ditutupi sih , kita kan sudah sering melakukan ini..hmmm..??”
dokter benny menyingkirkan tangan winda yang menutupi bagian bagian tubuh pribadinya.
Dokter benny lalu memeluk winda dari belakang , dan mencium tengkuk
dan leher suster itu sambil tangannya meremas remas buah dada yang
begitu padat , kenyal dan pas dalam genggaman tangannya.
“oooh..dokter..ooohww….” suster winda mulai terangsang.
“justru karena kamu mau menikah ..aku ingin menikmati tubuhmu sepuasnya…” bisik dokter benny sambil memilin puting susu winda.
Winda mendesah dan merintih mencoba menikmati rangsangan yang diterimanya.
“calon suamimu tahu kamu sudah tidak virgin…?” kata dokter benny sambil terus memberi rangsangan pada winda.
“oowhh..ahh..iya..dok…ahhh..shhh…”
“apa calon suamimu juga tahu kalau yang merenggut keperawananmu itu
aku..??” Tanya dokter benny sambil meremas keras payudara winda.
“awwww!!..oohh….tidak dok….ooh….” jawab suster winda sedikit kesakitan.
“hahahahaha…bagus…bagus….” Dokter benny tertawa sambil melepaskan pelukannya.
Suster winda berdiri sambil tertunduk lesu , wajahnya kian muram.
Ingatannya melayang kembali pada saat dimana dokter benny merenggut
paksa kesuciannya , tak cukup hanya disana , kejadian tersebut ternyata
direkam oleh dokter bejad itu. Sejak itu suster winda harus melayani
nafsu sex dokter benny kapan pun diminta atau rekaman itu tersebar luas.
Teringat hal tersebut hatinya menjadi sangat hancur , perasaan
bersalah pada calon suaminya kian menggunung dan membuat birahinya saat
ini langsung padam.
Saat ini dokter benny sedang asyik menjamah , melumat dan mengulum
buah dada winda. Namun winda sendiri tak beraksi apa apa , tak ada
desahan atau rintihan sekalipun . ia hanya berdiri diam , wajahnya kian
muram dengan tatapan mata kosong , setetes air mata sempat mengalir di
pipinya namun dengan segera ia hapus.
Sementara itu , dokter benny kini berpindah ke vagina suter windA.
“buka paha kamu yang lebar…” perintah dokter benny.
Dokter benny berlutut diantara paha winda ,diremasnya dengan gemas
bongkahan pantat gadis itu sambil menyerang vagina dengan lidahnya.
Dengan liarnya lidah kasar itu menyapu bibir kemaluan winda , membuat
tubuh winda menggelinjang. Kali ini suster winda tak lagi bisa bersikap
dingin , sensasi jilatan dokter benny tanpa bisa dicegah mampu
membangkitan lagi birahinya.
Winda menggigit bibir sambil memejamkan mata , berusaha agar tidak
mengerang dan merintih . namun lidah dokter benny yang terus mengaduk
aduk bagian dalam vaginanya membuat pertahanannya bobol juga.
“aahhh….ahhhh.sshhh..aaahh…”
suster winda akhirnya mendesah juga , vaginanya mulai basah.
Dokter benny semakin membenamkan wajahnya di vagina winda , lidahnya
masih terus mengaduk aduk liang vagina winda , hingga akhirnya ,
“ooooohh….”
Winda mendesah panjang , tubuhnya menegang lalu melemas , vaginanya makin basah.
Dokter benny tertawa puas karena memenangkan ronde pertama . ia lalu membuka pakaiannya satu persatu dan duduk di sofa.
Tanpa diperintah suster winda tahu apa yang harus dilakukan, ia pun mneghampiri dokter benny yang bertelanjang bulat di sofa.
Winda berlutut diantara kedua kaki dokter benny , diraihnya penis
yang sudah menegang dengan angkuh dan langsung ia masukkan ke dalam
mulutnya. Kepala winda mulai bergerak teratur maju mundur , memberi
kocokan yang diselingi dengan jilatan jilatan panas pada penis itu .
sang pemilik penis terlihat terpejam seakan menikmati sensai kehangatan
yang basah dari mulut suster cantik winda.
Meski menikmati , pikiran dokter benny sebenarnya sedang melayang
layang. Ia sedang membayangkan jika yang sedang mengulum penisnya adalah
mitha . ia pun tak sabar menunggu malam tiba , dimana ia akan menikmati
dan mencicipi tubuh ranum pasien barunya itu , pasien tercantik yang
pernah ia tangani, bernama mitha.
TAMAN PEKUBURAN UMUM
Hari sudah beranjak senja , langit mulai terlihat gelap karena matahari sudah mulai tenggelam di ufuk barat.
Biasanya saat seperti ini , tempat seperti pekuburan tentunya sudah
sangat sepi, namun di depan sebuah pekuburan umum , terlihat mobi mewah
mercedez S 350 terpakir dengan angkuhnya. Sang supir bersandar gelisah
di samping mobil , menanti majikannya yang sedang berziarah. Dalam
hatinya ia merasa heran , kenapa berziarah di waktu hari sudah mulai
gelap seperti ini.
Di areal pemakaman , tepatnya di depan sebuah makam yang terlihat
masih baru. Seorang wanita setengah baya sedang duduk didepannya , dari
penampilannya bisa dipastikan dialah pemilik mobil mercy yang terpakir
di depan , apalagi memang tak ada siapapun lagi disana.
Dari kejauhan wanita itu terlihat seperti sedang berdoa , namun jika didekati jelas sekali ia sedang menunggu sesuatu.
Wanita itu memandangi nama yang tertulis di batu nisan ,nama seorang
suster yang meninggal karena bunuh diri setelah diperkosa lima orang
buruh bangunan di rumah sakit tempatnya bekerja , makam suster asti.
Wanita ini terlihat kian gelisah saat kegelapan sudah benar benar
menyelimuti area pemakaman tersebut, sementara yang ditunggunya tak juga
datang.
Tiba tiba ia merasakan ada seseorang yang berdiri di sampingnya , sosok perempuan berpakaian putih seragam suster.
“suster asti..”
wanita itu berdiri tanpa menoleh , nada suaranya terdengar lega.
“nadia diculik , para pengawalnya tewas mengenaskan ” kata wanita itu lagi tanpa menoleh.
“Saya tak bisa melakukan apa apa , ada orang yang melindungi mereka.
Saya pun tak bisa membalas dendam pada tiga orang lainnya”. suster asti
menjawab dengan nada datar
“saya tahu itu….tenanglah , kamu masih bisa membalaskan dendammu.
Tapi dengan nadia di tangan mereka , kita harus merubah rencana.”
Perkataan wanita itu terpotong oleh suara handphone dari dalam tasnya yang jelas terlihat sangat mahal.
“hello , yes…this is mrs. Donatius speaking …..” wanita itu ternyata nyonya donatius , ibunya nadia.
“ok..i’ll be there in one hours..” nyonya donatius menutup teleponnya.
Nyonya donatius lalu berbicara beberapa hal lagi pada sosok suster asti seputar perubahan rencana yang dibuatnya.
“jadi tentunya kamu mengerti dengan rencana tadi , kamu masih bisa
membalaskan dendammu , sementara keinginanku pun tercapai…” kata nyonya
donatius sambil bersiap siap untuk pergi.
“selamat malam , suster asti…”
tanpa menunggu jawaban , nyonya donatius langsung berbalik pergi .
beberapa langkah kemudian ia berhenti dan menoleh ke belakang , tak ada
siapapun disana. Sosok suster asti sudah menghilang bagai ditelan
kegelapan malam.
Nyonya donatius tersenyum kecil sambil kembali meneruskan langkahnya
meninggalkan areal pemakaman, sambil terus memikirkan rencana barunya
dengan suster asti terutama setelah peristiwa penculikan nadia.
to be continued…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar