Beberapa orang tentara Arab tengah berjaga-jaga di sebuah pulau
terpencil, sesekali mereka tersenyum sinis ketika menyaksikan salah
seorang dari para bule dan para negro itu terjatuh ketika mengangkat
beban berat di pundak mereka. Gedebukk…tiba-tiba seorang bule tejatuh
dan meringis kesakitan di atas tanah yang berlumpur itu, salah seorang
mandor langsung menghampiri seorang bule dan memecutnya dengan keras
“CTARRRRR…..!! aaaaaaaaaaaaaaa…….CTARRR…!!“ Si bule menjerit
kesakitan kemudian berusaha untuk bangkit berdiri dan melanjutkan
pekerjaannya, beberapa lecutan keras mampir di punggungnya, si bulepun
melangkah terseok-seok sambil menahan rasa sakit yang menderanya. Dengan
wajah dinginnya si mandor Arab kembali berteriak-teriak menyuruh agar
para tawanan bule dan negro itu bekerja dengan lebih giat. Lapar, haus,
kecapaian, kepanasan, kehujanan adalah bumbu dari segudang penderitaan
yang harus dijalani oleh para budak negro dan bule yang diperbudak di
sebuah tambang emas di pulau terpencil itu.
************************
Sementara itu di sebuah rumah mewah….
Seorang gadis cantik tertunduk lesu, sesekali ia menghela nafas panjang
untuk meredakan gejolak di hatinya, tiba-tiba Ayaka tampak was-was,
gelisah ketika mendengar sebuah suara tawa yang sudah sangat dikenalnya,
suara tawa yang berat dan serak, suara tawa Ahmed. Ayaka mundur hingga
punggungnya tertahan di sudut ruangan mewah itu ketika pintu kamarnya
dibuka oleh seseorang. Sesosok tubuh tambun masuk ke dalam kamar. Si
Arab tersenyum menyaksikan Ayaka yang terpojok ketakutan di pojok kamar
itu, ia menghampiri Ayaka yang ketakutan, gadis itu memejamkan matanya
ketika wajah si Arab menunduk mengejar wajahnya, ia bergidik jijik
ketika batang lidah Ahmed menjilat rahangnya.
“Hari ini kita akan berjalan-jalan di luar, he he he, aku menyiapkan
sesuatu untukmu.“ Ahmed terkekeh-kekeh, sambil berusaha menelanjanginya.
“TIDAK….!! Cuihhh…dasar Cacattttt….Cacatttttt.!!! Si PENIS KECIL!!“
Dengan tegas Ayaka menolak keinginan Ahmed, ditepiskannya tangan
Ahmed kemudian diludahinya wajah si Arab yang semakin hari semakin
menyebalkan, PLAKKKKKK….satu tamparan keras mendarat di pipi Ayaka. Ia
menjerit-jerit ketakutan ketika Hasan dan Halim merejang dan
menelanjanginya dengan paksa. Ayaka dipaksa untuk berganti pakaian,
kemudian dengan mudahnya Hasan memanggul tubuh Ayaka dan memasukkan
tubuh mulus gadis itu ke dalam mobil.
“Hallo, apakah semuanya sudah siap??“ Ahmed menelepon seorang bawahannya.
“Sudah tuan…saya sudah mempersiapkan segalanya….tentu Tuan…, saya
sudah mendapatkan pengganti Mr Fuji…” Ali menjawab semua pertanyaan
tuannya.
“Baiklah kalau begitu…sudah saatnya Mr Fuji disingkirkan, ia sudah
tahu terlalu banyak“ dan hubungan–pun terputus, Ahmed melemparkan
telepon genggam itu ke atas meja kemudian ia melangkah keluar menyusul
Ayaka masuk ke dalam mobil yang langsung melaju menuju ke sebuah
lapangan golf. Mobil Limo itu berhenti tepat di sebelah sebuah mobil
lain yang sudah sampai terlebih dahulu ditempat itu.
Ahmed tersenyum sambil turun dari dalam mobil mewahnya dan
menghampiri seorang gadis cantik yang tengah bersitegang dengan seorang
pria Jepang. Si pria Jepang tersenyum sambil menghisap sebatang rokok.
“Apa-apaan ini?? semula perjanjian skenarionya bukan seperti ini..,
aku tidak sudi bekerja sama denganmu lagi Mr Fuji, antarkan aku pulang
SEKARANGGG!!” gadis cantik itu tampak sewot,
“Ahhh… apa susahnya Nona Mihiro? Anda kan tinggal mengangkang saja, kan sudah biasa seperti itu” Mr Fuji meledek Mihiro
“PLAKKKKK……!!! “
Satu tamparan keras mendarat di wajah Mr Fuji, Mihiro menatap pria
Jepang yang sudah menipunya mentah-mentah itu. Semula Mr Fuji mengontrak
Mihiro untuk bermain film category dewasa tanpa disensor dengan
beberapa orang kakek-kakek Jepang. Ahmed menepuk pundak gadis cantik itu
dari belakang, kemudian Ahmed menari sambil bernyanyi mengelilingi
tubuh mungil Mihiro Taniguchi.
“Ahhhhh…??!! “ Mihiro berteriak kaget ketika menatap wajah Ahmed yang
tercabik, tubuh Mihiro merinding ngeri menatap wajah si Arab, tidak ada
satu sudutpun diwajah si Arab yang menunjukkan sisi kewarasannya
sebagai manusia.
“Selamat datang…Nona Mihiroooo, sudah lama aku mengagumimu“ tiba-tiba
kelakuan Ahmed berubah 1000%, dengan sopan dijabatnya lengan Mihiro
yang masih terbengong-bengong, terpaku keheranan.
“Ohhhh hhampir saya lupa, perkenalkan nama saya adalah Ahmed,
penguasa di pulau ini…dan anda adalah Mihiro, bintang tamu disini, saya
ingin anda berbagi pengalaman bersama kami di sini he he he.., ohhh
tadi saya dengar Mihiro tidak sudi bekerja sama dengan Mr Fuji lagi ya
?? kalau begitu saya juga sama…..tidak ingin bekerja sama dengan Mr Fuji
lagi!“ tiba-tiba Ahmed mengarahkan sebuah pistol genggam dan menembak
si pria Jepang, yang berdiri tepat di belakang kanan Mihiro.
“DORRRRR!!! ARRRGGGH“ satu tembakan mampir di kaki kanan Mr Fuji yang meraung kesakitan.
“awwwwwww!!“ Mihiro menjerit sambil menutup kedua kupingnya, wajah
cantiknya menoleh ke bawah kanan, nafas si pria Jepang tertahan-tahan
karena kesakitan.
“Tunng.. tunggu Tuan Ahmed, apa salah saya…ampuni saya tuan…,
JANGANNNN…….Dorrrrrrr…..Doorrrrr…Dorrrr!!“ beberapa tembakan menyalak
dari pistol genggam di tangan Ahmed, tembakan terakhir mengenai kepala
Mr Fuji.
“aaaaaaww!!!“ Mihiro menjerit histeris, tubuhnya limbung dan jatuh duduk di atas lapangan rumput
Ahmed hanya tersenyum-senyum kemudian tertawa terbahak-bahak., tawa
Ahmed yang serak dan berat membuat bintang JAV imut itu ketakutan,
wajahnya yang cantik mendadak pucat, Mihiro melompat kecil sambil
mendorong tubuh si Arab yang tengah mendekatinya kemudian bintang JAV
yang cantik jelita itu melarikan diri, berusaha menjauhi Ahmed dan para
serdadunya.
“HA HA HA HA.. HA HA…..kejar dan seret dia kembali ke sini, aku ingin
menyaksikan live show Mihiro dan Ayaka di pagi hari yang indah ini he
he he he he“
Dengan mudahnya seorang tentara Arab mengejar dan membekuk Mihiro,
kemudian diseretnya tubuh Mihiro yang berteriak-teriak ketakutan sambil
memukuli punggung si serdadu Arab. Ahmed menarik Ayaka Komatsu turun
dari mobil, kemudian menarik tubuh bugilnya menghampiri Mihiro. Hasan
yang setia menggelar sebuah kasur busa empuk di bawah rindangnya
pepohonan, si Arab mendorong Ayaka hingga tersungkur kesamping Mihiro
yang sudah terlebih dahulu jatuh terlentang akibat didorong oleh seorang
tentara yang bengis.
“Begini Nona Mihiro…, tolong ajari Ayaka agar ia lebih pandai dalam
bercinta…, he he he, jika tidak saya akan memerintahkan para prajurit
saya untuk memperkosa Nona, saya tahu Nona tidak ingin diperkosa bukan
??? “ Ahmed mulai berceloteh panjang lebar.
“Kauuu…. Huhhhh!!” Mihiro tampak kesal, ia ketakutan ketika lima
orang tentara Arab tersenyum mesum, tampaknya ia tidak mempunyai pilihan
lain.
“Baiklah tapi jangan disini…”
“sebenarnya saya ingin di tempat ini tapi kalau nona menolak,
bagaimana kalau di alun-alun kota sajaaaa…..he he he he” Ahmed terkekeh –
kekeh., otak liarnya langsung bekerja secara efektif.
“tidakkk.. jangannn…, aku mohonnnn…., baiklahh…..disini saja…hhhhh”
Mihiro berusaha menenangkan diri, biasanya ia berakting di depan kamera
namun kini dirinya benar-benar takut, batang penis seorang pria Arab
tidak dapat dianggap enteng.
“Ehhhh ??!! Ummmmm…..(wahhhh… kecil ya) “ Mihiro menahan rasa geli
ketika ahmed memamerkan batang penisnya yang berukuran 16 cm, ada rasa
lega ketika menatap penis Ahmed yang ukurannya tidak jauh berbeda dengan
ukuran penis para pria pemeran film dewasa di Jepang.
“Okkk…. Nahhh ini satuuuu… buat Mihiro… satu buat Ayaka… hi hi hi…
ooo iya saya request, tolong dibuka bajunya…tidak baik bagi seorang
gadis secantik anda untuk mengenakan pakaian yang terlalu tertutup”
Ahmed memberikan sebatang dildo, masing-masing satu, untuk kedua orang
gadis cantik itu.
“Boleh tapi tolong…suruh mereka untuk pergi” Mihiro merasa risih
ketika si Arab meminta untuk membuka pakaiannya, ia mengajukan sebuah
syarat yang ternyata berakibat fatal, bibir Ahmed meruncing, matanya
berputar-putar dengan liar.
“APAAAAAA….@#$%@ ?? PERGI KEMANA ?? KE-CLUB….?? MASA PARA SSERDADU-KU
DISURUH PERGI Ke Club, MAU DISURUH APA ?? NARI STRIPTEASE…! LHA NTAR
SAPA YANG MAU NONTONNN??? SERET MEREKA…, KITA KE CLUB SEKARANGGGG!! ”
“Lepaskan aku BAJINGANN!!“ Mihiro memaki seorang serdadu Arab yang memanggul tubuh mungilnya.
“Ja Jangann tuannn…Jangannnnn!!“ Ayaka melangkah terseok-seok ketika
si Arab menyeratnya. Ahmed dan para serdadunya menggiring Ayaka dan
Mihiro ke sebuah club di kota itu, Ahmed menggaruh-garuk kepalanya,
keningnya berkerut membentuk Angka “11”
“Hemmmm…, ke mana mereka semua kenapa club ini sepiii… Trus kalau
sepi begini bagaimana pendapatan ane?? sepiiiii…NO FULUS…., FULUSSS… OH
FULUSSSSSSSS!!”
“Ini masih siang tuan Ahmed…jika malam tempat ini sangat ramai,
dikunjungi, para perampok, pemerkosa dan juga bajak laut yang mampir dan
singgah untuk mengisi perbekalan.” Halim menjelaskan situasi dan
kondisi club Ahmed.di malam hari.
“Sianggg ?? nggak mungkin.!!! Ini malammmngaga!! Kamu tidak
lihat…bulan purnama bersinar dengan cerah, lebih cerah dari biasanya…”
Ahmed menunjukkan jari telunjuknya ke atas, matanya menatap matahari.
“Yeowwww…. Mataku ?? silauuuu….!! Uhhhhh…. Gimana kalau kita ke alun-alun kota, kita adakan upacara…vagina.”
“Upacara vagina ??”
“Apa itu Tuan ? “
“Yu will si, yu will si” Si Arab komat-kamit kemudian menyerigai
Rombongan itupun mulai bergerak menuju alun-alun kota, sepanjang
perjalanan Hasan berteriak-teriak melalui sebuah pengeras suara. Ia
berusaha mengumpulkan penduduk kota itu yang langsung keluar dari
rumah-rumah di sisi jalan dan mengikuti kendaraan Ahmed dari belakang,
semakin lama, semakin banyak massa yang mengikuti kendaraan si Arab yang
berhenti di alun-alun kota, terdengar suara decak kagum dan helaan
nafas-nafas berat ketika Hasan dan Halim memanggul dua orang gadis
cantik di pundak mereka yang berteriak memaki-maki Hasan dan Halim.
“TUANNN…tolong lepaskan aku Tuannnn.” Ayaka memohon dengan suara
memelas kepada si Arab ketika Hasan menekan bahunya agar ia berlutut di
hadapan Ahmed.
“Tuannn ??!! HAHHHH…!!! Tadi pagi kau masih juga melawanku Ayaka, kau
tidak mau menurut kepadaku, sekarang rasakan akibatnya, tapi aku masih
baik….loh, Aku memilih seorang teman untukmu, seorang teman yang cantik
dan profesional….dan kalian berdua harus belajar untuk hidup sebagai
SEORANG BUDAKKKK!! BRAKKK!!!”Ahmed menggebrak sebuah meja di sampingnya,
sebuah kursi empuk menyangga tubuhnya yang tambun, sementara kerumunan
massa mulai bergerak membentuk lingkaran besar, Ayaka dan Mihiro
terkurung bersujud di tengah-tengah diantara mahluk-mahluk buas yang
menatap kedua orang gadis cantik itu dengan tatapan-tatapan mata mereka
yang liar dan penuh dengan nafsu birahi.
“MIHIROOO….!! “ Ahmed berteriak keras
“Yy Yaaaa…..” gadis cantik itu mengangkat wajahnya menatap Ahmed, si
Arab tersenyum lebar menyaksikan sinar mata Mihiro yang ketakutan.
“BERDIRIIIII……” Ahmed kembali membentaknya.
“Ohhhh… mati aku, apa yang akan dilakukan oleh mahluk sinting ini?”
Mihiro mengeluh dalam hati, ia melirik-kan ekor matanya ke kiri dan
kanan, tubuhnya terasa dingin ketakutan menatap sinar-sinar mata yang
liar dari kerumunan massa disekitarnya.
“Kepada seluruh warga kota-ku yang tercinta, saya tetapkan hari ini
sebagai hari telanjang sedunia….., BUKA SEMUA PAKAIAN KALIANNNNNNN!!”
teriakan Ahmed disambut dengan suara riuh rendah yang
mengelu-ngelukanhnya.
“HIDUPPP TUAN AHMED…HIDUPPPP…HIDUP TUANN AHMED….PANJANG UMUR…PANJANG
UMURR…HIDUP!“ massa berteriak riuh rendah sambil melempar-lemparkan
pakaian mereka, bahkan mulai melemparkan pakaian mereka yang bentuknya
lebih mirip dengan jubah ke arah Ayaka dan Mihiro. Ahmed melompat
berdiri sambil ikut berteriak liar sambil melempar-lemparkan pakaiannya
sendiri.
“Uhh – Ohhhhh ?? “
“Aaaaaaaaaaaaaaa ?? !!”
Ayaka dan Mihiro tergagap terkejut sambil saling bertatapan satu sama
lain, kedua gadis itu semakin ketakutan dikelilingi ribuan batang penis
besar dan panjang yang mengelilingi mereka di tengah-tengah.
“Nahhh, untuk pemanasan sekarang juga kuperintahkan agar Nona Mihiro
segera membuka pakaian Ayaka, demikian juga Ayaka silahkan membuka
pakaian Mihiro….. CEPATTTTT… BUKAAAAAA…! Atau Saya perintahkan agar
kalian diperkosa ramai-ramai.”
“Yyaaa Yaa, Tuannn…segera…..”
“Bb baikk.. Baikkk….”
Terdengar suara gederang ketika Ayaka dan Mihiro mulai saling
melepaskan pakaian mereka, suara-suara teriakan liar mengiringi jatuhnya
pakaian yang melekat di tubuh kedua orang gadis cantik itu, hingga
akhirnya tersisa sebuah Cd dan sebuah Bra saja-lah yang menutupi tubuh
keduanya..
“Tt Tuannn. Jangan seperti ini Tuannn….”
“Iy-ya Tuan.. Jangannnnn…..Tolonggg” Mihiro mulai memohon memelas
mengikuti Ayaka, menyebut Ahmed sebagai tuannya, kedua gadis cantik itu
terus berusaha memohon agar Si Arab menghentikan kegilaannya.
“Buka bh dan celana dalam kalian, cepat!!” Ahmed bertambah murka
ketika Ayaka dan Mihiro menggeleng-gelengkan kepala mereka menolak
perintahnya. Hasan dan Halim segera turun tangan untuk menjambret celana
dalam dan Bh kedua gadis itu yang berteriak-teriak ketakutan
“Bretttt… Breeettt.. Jangannn Awwww!”
“Ohhhh Owwww… Breettt… Breeeetttt…..”
“HIDUPPPP HIDUPPPPPP TUAN AHMEDDDDD… HIDUPPPP…! “ Kerumunan massa
kembali mengelu-ngelukan Ahmed yang tersenyum kemudian berteriak liar
sambil mengangkat tangannya ke udara, suara riuh rendah yang
mengelu-ngelukan dirinya mendadak berhenti.
“Nona Mihiro, saya mohon dengan sangat tolong tinggal disini…dan
temani Ayaka…kasihan dia…. He he, nahhhh jangan lupa untuk mengajarinya
untuk bercinta he he he…sekarang tolong ajari dia untuk melakukan
hubungan sesama jenis… alias lesbian….., cepat!! Yeee MALAH
BENGONG…Hasan, Ali kalau Mihiro terus MEMBANDEL PERKOSA DIA
RAMAI-RAMAI!!”
“ohhhhhh………. Brukkkkk!!!“ sangking takutnya Mihiro segera menerkam
tubuh Ayaka yang menjerit kecil karena terkejut, mereka berdiri sambil
berpelukan di atas serakan-serakan pakaian para lelaki Arab. Jantung
Ahmed dan para penonton mendadak berhenti ketika Mihiro mulai mengecup
pipi Ayaka, Cuphhhh…..
“Ehh.., Mm mau apa??“ Ayaka menepiskan tangan Mihiro yang hendak menjamah payudaranya.
“Rileks Ayaka…, aku akan mengajarimu sesuatu yang lain dan aku yakin
kau pasti akan menyukainya percayalah padaku…. Hemmmm “Mihiro membelai
kepala Ayaka kemudian memeluk Ayaka bagaikan sedang memeluk kekasihnya.
“Ihhh.. Mmmm… Cepphh.. Jangannhhhmmmm… Emmmmhh “ Ayaka berusaha
menolak ciuman-ciuman lembut Mihiro dan tangannya mengangkat dagunya dan
mengarahkan wajah cantik gadis itu ke arahnya, matanya menatap
dalam-dalam matanya. Mihiro mengecup bibir Ayaka yang sedikit merekah,
dilumatnya dengan lembut bibir Ayaka sebelah bawah kemudian
diemut-emutnya yang bagian atas, suara teriakan-teriakan liar di
sekeliling mereka seakan mengompori nafsu birahi kedua gadis cantik itu.
“Emmhh Cpkkk Ckkkk.. Mihirooo…. Emmmhhhh…”
“Ayakaaaaa…., kamu cantik sekali sayangggg…..”
Ayaka dan Mihiro saling melumat dan terus melumat, kedua tangan Ayaka
mulai membalas memeluk membelit pinggang Mihiro yang langsing, Ahmed
menghampiri Ayaka dan Mihiro dari samping, sebuah serigai srigala buas
yang kelaparan mengembang dibibirnya yang sumbing. Tangan Ahmed menempel
di bokong Ayaka dan Mihiro kemudian ia menggerayangi bokong kedua gadis
cantik itu yang masih asik saling berpelukan dan berciuman, bahkan kini
mereka mulai berbagi ciuman dengan si Arab yang mulai mengejar
bibir-bibir mungil mereka.
“Tuannn… Ohhh Tuan Mmmmh!“ Ahmed mencicipi bibir Mihiro yang mendesah
dan merintih lirih, sementara tangan Ahmed meremas–remas buah pantat
kedua gadis cantik itu yang berdiri dalam pelukannya. Ahmed menekan bahu
Mihiro dan Ayaka agar bersujud di hadapan batang kemaluannya, matanya
hampir melompat keluar ketika kedua orang gadis itu mulai menyapu batang
penisnya. Bibir sumbing Ahmed tersenyum lebar merasakan service batang
lidah Ayaka dan Mihiro yang basah dan hangat, sesekali ia meringis
keenakan ketika lidah mereka bergantian melingkari kepala penisnya.
“Slllccckkkk.. ckkkk Sllllccckkkk Ckkkk…Cuppphhh Slllccckkk… Clllllcccckkkkkk”
“Nona Mihiro, saya ingin dioral he he he, saya ingin sekali mencoba
dioral oleh bintang JAV secantik anda…..heiiii ??!! koq diammm…!! “
“Iya, baik tuan baikkk, apapun yang tuan inginkan, apapun….” Mihiro
segera membuka mulutnya lebar-lebar sambil menjulurkan lidahnya keluar.
Ahmed tersenyum sambil membaringkan kepala penisnya pada batang lidah
Mihiro yang basah dan hangat. Lidah Miriho mengait kepala penis Ahmed
bagian bawah dan membawa kepala penis itu masuk ke dalam rongga
mulutnya.
“BWAHAAAAaaaa….he he he“ Ahmed menekankan batang penisnya semakin
dalam kedalam rongga mulut Mihiro, sambil melakukan hisapan-hisapan kuat
batang lidah artis JAV yang cantik jelita itu menggelitiki lubang penis
si Arab.
Ayaka berlutut di belakang tubuh Mihiro, kedua tangannya memeluk
tubuhnya dari belakang, sedikit demi sedikit Ayaka merayapkan tangannya
ke atas berusaha menggapai payudara Mihiro, entah kenapa Ayaka ingin
sekali meremas dada Mihiro.
“Ahhhh….Hssshhh Ayakaaaa!“ Mihiro tersenyum sambil menengokkan
wajahnya ke samping belakang, kedua gadis cantik itu kembali berciuman
dengan mesra sementara Ahmed menepuk-nepuk kepala Ayaka dan Mihiro
bagaikan sedang menepuk-nepuk kepala hewan peliharaan-nya.
Mihiro membaringkan tubuh Ayaka di atas serakan pakaian para lelaki
Arab, bintang JAV cantik itu menindih tubuh Ayaka Komatsu dari samping,
payudara Mihiro berhimpitan dengan payudara Ayaka yang mendesah dan
merintih merasakan nikmatnya cumbuan seorang bintang kelas atas
film-film porno Jepang.
“Ohhhhh Mihirooo…Mihiroo…. Ennnhhh” Ayaka memeluk kepala Mihiro yang
tenggelam di antara belahan dadanya, lidah Mihiro membasuh belahan dada
Ayaka, kemudian kecupan-kecupan panas Mihiro menggeluti kedua bulatan
susu Ayaka, tubuh Ayaka menggelepar ketika Mihiro menggelitiki pentil
susunya, kemudian NYOTTTTTTT!! Sebuah kenyotan kuat yang nikmat membuat
Ayaka memekik kecil.
“Utsssss…….. “ Ayaka terkejut ketika sesuatu menempel dan berusaha menusuk membelah selangkangannya.
“TUSUKKK…!! TUSUKKK..!!! TUSUKKKK…!!! TUSUKKKK!!” suara riuh rendah
kembali terdengar semakin keras diiringi suara genderang yang seakan
menggetarkan tubuh Ayaka dan Mihiro.
“Ohhhhhhhhhhhhhhh…Tuannnnn, Tuannnn Ahmedd Akkhhh!“ Ayaka mendesah
ketika penis si Arab menekan dan terus menekan hingga selangkangan Ahmed
mendesak selangkangan Ayaka.
“HIDUPPP…HIDUPPP TUAN AHMEDDD, SETUBUHI AYAKA… SETUBUHIII…. PERKOSAAAAAA…. PERKOSAAAAAA!!”
“Ttu Tuann… Tuannnn.. Ahhhh Tuan Ahmeddd Ahhhh, ohhh enakk tuannnn,
enakk“ suara teriakan-teriakan liar kerumunan massa membuat nafsu Ayaka
semakin tinggi bahkan lebih tinggi dari biasanya, ke manapun ia
menolehkan wajahnya, entah itu ke kiri, kanan, atau ke belakang punggung
Ahmed yang terlihat hanyalah sorot-sorot mata liar para pria Arab yang
memelototi tubuh mulusnya yang tengah terguncang digenjot oleh si Arab
berbibir sumbing, mata para lelaki Arab itu melotot menyaksikan payudara
Ayaka yang terombang ambing dengan kuat sekuat sodokan-sodokan Ahmed
yang menggeram-geram dengan gemas berusaha meluluhlantakkan tubuh
mulusnya.
“Arrrrrhhhhhh…!! Cruutttt…Cruuttttt!” sebuah senyuman mengembang di
bibir si Arab merasakan semburan cairan kewanitaan Ayaka meledak,
menggugur batang penisnya yang tengah asik menyodok-nyodok vagina si
artis cantik pemeran Sailor Venus, di sebuah serial terkenal di Jepang,
Sailormoon.
“Plofffhhhh, MIHIROO…duduk sambil ngangkang, cepatttt!!!!“ tiba-tiba
Ahmed membentak Mihiro sambil mencabut penisnya dari vagina Ayaka,
Mihiro buru-buru menuruti perintah si Arab, benar-benar malang nasib
bintang JAV berwajah imut itu. Mihiro duduk di atas sebuah jubah
berwarna coklat, kedua kakinya tertekuk mengangkang ke samping,
sementara kedua tangannya bertumpu ke belakang. Ahmed melotot
menyaksikan pemandangan indah, selangkangan seorang artis cantik papan
atas.
“AWWWWW!!“ Mihiro berteriak keras ketika kepala si Arab menyeruduk selangkangannya
Bintang cantik itu terperangah ketika merasakan cumbuan liar
menggeluti permukaan vaginanya, sesekali ia meringis ketika si Arab
menggenggam dan menarik-narik bulu jembutnya yang tipis merangsang.
“Ahhhh…pelannn- pelannn.hhh!“ Mihiro menepiskan tangan Ahmed yang sedang meremas-remas selangkangannya dengan kasar
Si Arab mendelikkan matanya marah, Mihiro segera berpikir dengan
cerdik dan cepat ia membaringkan tubuhnya ke belakang sementara kedua
tangannya menarik bibir vaginanya hingga mata si Arab melotot menatap
keindahan vagina Mihiro yang sebelumnya selalu disensor oleh JAV
production.
“Duhhhhhh ??!! Indahnyaaaaa…mengapa lubang seindah dan semolek ini
harus selalu di-blur dan ditutup-tutupi“ jari telunjuk Ahmed menari-nari
merayapi isi vagina Mihiro.
Suara riuh dan tepuk tangan kembali terdengar dan membuat suasana
semakin memanas ketika Ahmed menundukkan kepala untuk mencium vagina
Mihiro. Lidah Ahmed memoles–moles klitoris Mihiro serta bergerak cepat
terayun ke atas bawah kemudian bergoyang ke kiri dan kanan menampari
daging klitoris itu sehingga daging mungil yang bentuknya mirip seperti
kacang tanah itu semakin menonjol dan mengkilap dengan indah.
“Unnnnhhhhh… aaaaaaaa…..mmmmppphhhh!!” tubuh Mihiro tidak dapat
menyembunyikan kenikmatan akibat perlakuan si Arab yang mencokeli
kelentitnya, tubuh bintang JAV yang cantik jelita itu menggeliat-geliat,
melenting-lenting menahan serangan lidah si Arab yang menjilati
klitorisnya.
“Owwww!!“ Mihiro menjerit sambil menarik pinggulnya ketika merasakan
gigitan – gigitan Ahmed yang menggigiti selangkangannya dengan gemas, ia
mendorong kepala Ahmed dan menahannya, Ahmed menggeram kemudian
menggonggong.
“GRRRRRRHHHHH…. GUKKK… GUKKKK GUKKKKK….” lidah Ahmed menjilati sela-sela jari tangan Mihiro,
Si Arab menundukkan kepalanya menjilat dan terus menjilati betis
Mihiro, jilatannnya mulai naik menjilati dan menciumi sepasang paha
mulus Mihiro yang terbuka mengangkang ke samping kiri dan kanan. Mihiro
tampak semakin seksi, cantik merangsang. Artis cantik itu menggeser
tubuhnya dan menyandarkan punggungnya pada tiang bendera, tangan kirinya
membelai-belai belakang kepala si Arab, berkali-kali wajahnya terangkat
ke atas sambil mendesis keras HSSSHH…SSHHH… HSSSSS. suara
desisan-desisan keras yang keluar dari bibir mungil bintang JAV yang
berwajah cantik dan bertubuh mulus merangsang itu, desisan-desisan
Mihiro semakin keras ketika jilatan-jilatan si Arab memolesi lingkaran
bibir vaginanya. Ahmed menarik bibir vagina Mihiro kemudian melumat
habis seluruh cairan gurih asin yang dikeluarkan dari liang itu.
Sementara kerumunan massa Arab berteriak-teriak liar meminta aksi yang
lebih panas lagi daripada sekedar menjilat alat kelamin bintang JAV
cantik itu. Ahmed lalu menempelkan batang penisnya pada belahan vagina
Mihiro.
“AYO TUANNNN, SETUBUHI MIHIRO TUANNNN…!! TUSUK GADIS JEPANG ITU…JANGAN DIBERI AMPUNNNNN!!”
“JREBBBBB…. Aowwwww………!!” pekikan kecil Mihiro disambut oleh
teriakan-teriakan liar penonton Arab yang asik bercoli ria sambil
membayangkan sedang bersetubuh dengan gadis cantik itu.
“Nnnnnhhhhhh…. “ Mihiro menatap wajah Ahmed yang tercabik-cabik, ia
melenguh merasakan batang penis si Arab membelah dan tenggelam semakin
dalam, lebih dalam dan lebih dalam lagi. Ahmed tersenyum mesum mendengar
suara desahan panjang Mihiro ketika ia mulai mengaduki liang vagina
bintang cantik itu.
“Ohhh…. Aduhhh duhhh ahhhhhh!!“ tusukan-tusukan kasar si Arab membuat
Mihiro semakin keras mendesah dan terus mendesah, tubuh tambun Ahmed
menindih tubuh mungilnya. Si Arab semakin brutal menghempas-hempaskan
batang kemaluannya, menghantam, menumbuki belahan vagina Mihiro yang
berdecak becek kewalahan menghadapi nafsu liar seorang pria Arab tambun
dengan wajahnya yang sangat menjijikkan. Mihiro memejamkan matanya, ia
berusaha untuk mengusir bayangan wajah Ahmed yang menjijikkan.
“Clepppp… Clepppp… Cleppppp… Cleppppp!” suara vagina Mihiro yang
sedang disodok dan ditumbuk oleh si Arab. Tubuh mungil Mihiro
menggelepar tanpa daya di bawah tindihan tubuh tambun yang dipenuhi
bekas luka cabikan cakar binatang buas.
“Oooooo…hhsssshhhhhh…Emmpphhh crrrrrtttt…ccrrtttt!” tubuh mungil itu
mengejang di bawah hempasan-hempasan tubuh tambun si Arab, Ahmed
menghentikan gerakan-gerakan liarnya, matanya tampak sayu menyaksikan
ekspresi kenikmatan yang tergambar dengan jelas di wajah Mihiro.
Tiba-tiba Ahmed mengingat Ayaka.
“Ayaka… mana Ayaka……OHHH DIMANA DIAAAA..!! DIMANA AYAKA-KU…..”
“Saya.. ss saya disini tuan…., saya di sini” Ahmed menolehkan
wajahnya ke samping kanan belakang, bibirnya tersenyum menyaksikan Ayaka
tengah menjilati penis milik Hasan dan Halim.
“BAGUS… BAGUSS… HASAN… HALIMMM, tolong kalian bantu aku untuk
menjaga dan menghangatkan tubuhnya, tapi ingattt….jangan sekali-kali
kalian berani menyetubuhinya, mengerti??“
“Baikkk Tuann… baikkk!! “
“Terimakasih Tuannn!!”
“Ohhhhh…. Hssshhhh.. Hssshshhh Hasannnn…, HALIMMM” Ayaka mendesah
ketika Hasan dan Halim membaringkan tubuh mungilnya di atas tumpukan
jubah berbagai warna, sementara Hasan dan halim memeluk tubuh molek
Ayaka ditengah-tengah mereka.
“Ohhhh…NONA AYAKAA!!”
“NONA CANTIK SEKALI!!”
Hasan dan Halim berbisik di telinga Ayaka, bergantian Hasan dan Halim
mengecupi bibir Ayaka, sementara kedua tangan Ayaka menggenggam batang
penis Hasan dan Halim yang besar dan panjangnya jauh dari kemaluan Ahmed
yang berukuran 16 cm, kedua pengawal setia itu tersenyum mesum ketika
merasakan kocokan-kocokan lembut pada batang kemaluan mereka.
“Emmmppphhh ceeppph…Ckkk Mmmmmmmmm nnnnhhh Emmm“ suara decakan
mengiringi suara rintihan bibir Ayaka yang sedang diemut, dilumat dan
dikecupi oleh Hasan dan Halim.
“Kalian, kemari!! Berdiri disini..nah“ Hasan menunjuk tiga orang Arab
yang beruntung, tanpa dipanggil duakali ketiga orang Arab itu maju
sambil mendelikkan mata mereka, menatap tubuh mulus Ayaka. Dengan penuh
kasih sayang Hasan menyandarkan punggung Ayaka pada kedua paha seorang
penduduk Arab yang bediri sambil mengocok-ngocokkkan penis besarnya,
sementara dia orang penduduk lain segera mengurung Ayaka dari sisi kanan
dan sisi kirinya.
Ayaka menengadahkan kepalanya ke atas, bergantian ketiga batang penis
itu dijilati oleh Ayaka. Hasan menggeluti payudara Ayaka dengan penuh
nafsu, mencumbu dan mengemut-ngemut pentilnya yang meruncing, sementara
Halim menggeser kepalanya ke bawah untuk melumati vagina gadis cantik
itu. Ahmed manyun menyaksikan skenario panas yang begitu menggairahkan,
ia tidak mau kalah. Ahmed berteriak menanggil dua orang serdadunya,
disuruhnya mereka untuk duduk berlutut saling berhadapan, si Arab
meletakkan kepala Mihiro di antara dua batang penis yang mengacung itu,
jika Mihiro menolehkan kepalanya ke kanan maka bersyukurkan si serdadu
Arab di sebelah kanannya karena bintang cantik mungil itu menjilati dan
mengemut kemaluannya, jika Mihiro menolehkan wajahnya kekiri maka si
serdadu disebelah kiri berseru gembira karena Mihiro “menservice”
kemaluannya. Ahmed meletakkan kedua kaki mulus Mihiro mengangkang di
dadanya, sementara batang penisnya kembali diselipkan di antara cepitan
belahan bibir vagina gadis cantik itu yang sedikit merekah, BLESSSHHHH…
JREBBBBBB!!
“Ahhhhhh!! Unnnnhhhhh….. Ennnnhhh Nnnnhh Ennnhh!!” kali ini Mihiro
benar–benar asli merengek tanpa perlu berakting, nafsu gadis cantik itu
meledak-ledak di dadanya sambil mengenyoti kedua batang penis milik dua
orang serdadu Arab itu yang mulai menyerang dengan mengelusi payudara
Mihiro yang semakin membuntal padat. Mihiro merintih merasakan putingnya
dipilin dan dipelintir-pelintir dengan liar. Payudaranya diremas dan
diperas oleh lengan-lengan yang berbulu lebat mirip lengan seekor
monyet.
“Ahhhhh…aahhh enak Tuannnn, Enakkkkkkk…Hssshhhh” Mihiro menjerit
keenakan ketika penis Ahmed mulai menggenjot vaginanya, rasa nikmat dan
enak itu sering sekali membuat tubuh mungil Mihiro menggelepar dan
terperanjat, menyiksa dan menghajar tubuh mulusnya hingga menggeliat
kelojotan.
“Ha Ha ha Haaa…gimana rasanya penis orang Arab Nona Mihiro ??, lebih
gurih ketimbang penis orang Jepang bukan??” Ahmed menyindir Mihiro yang
tengah asik mengemut dan menjilati dua batang penis itu sekaligus,
Bibir Mihiro belepotan dengan lendir-lendir yang lengket dan
menjijikkan. Ia tidak menjawab sindiran si Arab berwajah buruk, malah
semakin bernafsu menggeluti dua batang penis milik dua orang serdadu
Arab yang beruntung itu. Tanpa mempedulikan tubuh mungil mulusnya yang
terguncang dengan kuat disodok-sodok oleh Ahmed si Arab berotak miring.
“Ohhhhh… Oaahhhhhennppppph, Nikmatttnya…aaaaaaahhhh!” bintang cantik
itu seperti menahan sesuatu, tubuhnya mengejang-ngejang, dan tersentak
kuat ketika Ahmed mempercepat tusukan-tusukan batang penisnya menyodoki
belahan vaginanya.
“Uhhhhh !! Crrtttt…. Crrrrrrrrrr… Srrrrrrr…“ desiran kenikmatan
mengiris vagina Mihiro hingga gadis itu meringis–ringis merasakan irisan
kenikmatan batang penis si Arab yang kembali membuatnya mencapai puncak
klimaks.
“Ahhhhhhh…Aaaaaaaa!!“ saat yang hampir bersamaan terdengar jeritan
keras Ayaka ketika Hasan berhasil mengoral vagina gadis cantik itu
dengan sukses, tubuh mulus Ayaka menggeliat-geliat di antara tubuh
kelima orang lelaki Arab yang sedang asik menyantap kemulusan dan
kehangatan tubuhnya yang mungil.
“Nahhhh Nona Mihiro yang cantikkkk, tolonggg Anda menungging… Ayo
nungginggggg!!” setelah mencabut batang penisnya dari cepitan vagina
Mihiro Ahmed membalikkan tubuh mungil artis cantik itu, ditariknya
pinggulnya hingga terangkat ke atas.
“Oooooooohhhhmmm!!“ sebatang penis menyumpal mulut bintang cantik itu
sementara sepasang lengan berbulu lebat menggerayangi payudaranya yang
menggantung dengan indah di dada gadis itu.
“Clupppphhh…Cluppppp…“ Ahmed mencelup-celupkan batang penisnya pada
vagina Mihiro, kemudian ditekankannya kepala penisnya yang sudah
terbasuh oleh lendir kewanitaan bintang JAV cantik itu yang meringkik
keras.
“OAAWWWW!! AAAAAAA HEUMMMPPHH…OOOHHHHHH“ Mihiro mendelikkan matanya
menahan sebatang penis yang berusaha membongkar liang anusnya, mulutnya
yang ternganga lebar kembali dimanfaatkan oleh sang serdadu dengan
menenggelamkan kembali batang penisnya yang besar panjang ke dalam mulut
bintang cantik itu yang tengah disodomi dengan liar dan brutal oleh
Ahmed si gila.
“JREBB POKKKK>> JREBBB>>>> POKKKKK…“ suara – suara
benturan terdengar keras menggairahkan ketika selangkangan Ahmed beradu
dengan buah pantat Mihiro, tubuh mungil Mihiro terayun maju-mundur
dengan kuat dan kencang, butiran keringat melelehi tubuh mungilnya yang
halus mulus, sungguh sayang sekali tubuh mungilnya tengah dinikmati oleh
tiga orang Arab bertubuh besar dan berbulu lebat.
“KAUUU.. AMBIL DILDO ITU!!“ AHMED menunjuk seorang warga yang tengah
menonton yang melompat sambil menyambar sebatang dildo berduri karet.
“Tusukk.. tsuuukkkkkkk…kemaluan Mihiro“Ahmed terbata-bata memberikan
perintahnya, JREBBBBBB…. dengan kasar seorang warga berwajah bengis itu
mengayunkan dan merojokkan dildo itu membelah vagina Mihiro yang kontan
melolong hebat.
“OWWWWWWWW!!! Mmmmm hhkkk MMMM hhhhhsssh!” Mihiro hampir menangis
ketika penis milik Ahmed bergerak semakin cepat, demikian juga sebatang
dildo berduri karet yang bergerak kasar menggasak vaginanya.
“Berikan dua buah dildo untuk Ayaka!!“ Ahmed berteriak – teriak liar
ke arah Hasan dan Halim yang segera menyambar dua buah dildo berwarna
bening seperti kaca.
“Ehhhh.. Ohhhhh jangannn…jangann…ARRRHHHH!” Ayaka dipaksa untuk
berjongkok mengangkang menduduki sebatang dildo dengan liang anusnya,
belum juga habis erangannya, Halim menusukkan dildo besar itu pada
belahan vaginanya hingga ia terperanjat, mulut Ayaka ternganga lebar,
matanya yang indah membeliak ketika Halim memompakan Dildo besar itu
dengan liar. Ayaka membuka mulutnya menerima kehadiran dua batang penis
besar yang bergantian meminta dioral olehnya di sisi kanan dan kiri
wajahnya. Hasan mengusapi punggung Ayaka, ia tengah berada di belakang
punggung gadis cantik itu, tangannya memegangi dan menyodok-nyodokkkan
sebatang dildo yang tertancap diduduki oleh Ayaka, berkali-kali jilatan
dan ciuman gemas Hasan mendarat di tengkuk, punggung dan pundaknya.
Jeritan-jeritan dan rintihan kenikmatan kedua gadis itu terdengar
semakin merangsang dan menggairahkan, entah berapa kali Ayaka dan Mihiro
meledakkan cairan kenikmatannya, cairan kewanitaan kedua artis cantik
itu sedang diperah di tengah kerumunan massa Arab, tubuh dan rambut
mereka yang indah tampak basah semakin kuyup di tengah panasnya sinar
mentari siang hari itu.
“Ennnhhhh… Crrrrr Crrrrrrrrrrrrrrrrrr…… crrrrrrr..ohhhhh”
“WHA HAAAAAAAA… KECROOOTTTT… CROOTTTT….” tubuh si Arab melengkung
sambil menghentakkan batang penisnya dalam-dalam, kedua tangannya
menekan bertumpu pada punggung Mihiro yang basah.
“Oohhhh Ohhh OWWWWWW…….” Ayaka terjatuh menduduki dildo yang
tertancap diliang anusnya, kedua kakinya yang tengah berlutut terasa
lemas, ia sungguh tidak sanggup menahan tubuh mungilnya sendiri,
bersamaan dengan itu cairan kewanitaannya kembali meledak hebat.
“Arrrhhhhh Crrrtttttttt… Crroooooottt Crooottttt… Seeerrrrrr….”
Ahmed kembali duduk diatas sebuah kursi yang mirip kursi singgasana
yang mewah dan empuk, tubuh si Arab bersimbah keringat, tangannya yang
berbulu menyambar corong pengeras suara.
“Hhhhhh.. Hhhhhhh Haaaahhh…kepada wargaku yang tercinta, silahkan
kalian memandikan Ayaka dan Mihiro dengan sperma kalian…ingat jangan
berebuttt….maju lima-lima…dan MANDIKAN MEREKA, AGAR MEREKA TAHU KEKUATAN
SPERMA KITA, BANGSA ARABBBBBB!!! KALIAN BOLEH MEMINTA DIORAL, NAMUN
TIDAK UNTUK MENYETUBUHI AYAKA DAN MIHIRO, HAAA HAAA HAA HAAA “
“HIDUPPPP…. TUANNN AHMED HIDUPPPPPPPPP!!”
Suara sorak sorai menggelegar menyambut keputusan dan ide gila si
Arab, lima orang demi lima orang bercoli ria di sekeliling Ayaka dan
Mihiro. Mereka direjang dan dideepthroat oleh batang–batang penis para
pria Arab yang besar dan panjang, kedua gadis itu dipaksa mengoral
batang-batang penis yang mengurung mereka bedua. Disertai lenguhan
panjang Ayaka dan Mihiro jatuh tak sadarkan diri ditengah kerumunan
massa itu, yang terus berkerumun untuk berbagi kenikmatan dan kehangatan
tubuh mungil keduanya. Entah berapa batang penis menyirami tubuh mulus
Ayaka dan Mihiro yang mengerang terbangun dari pingsannya.ketika cairan
lengket itu menyemprot wajah mereka. Entah sudah berapa buah kepala pria
Arab yang sudah terbenam di antara selangkangan Ayaka dan Mihiro untuk
menikmati rasa cairan kewanitaan kedua gadis itu yang asin gurih. Kedua
gadis cantik bertubuh mungil mulus itu mengerang, merintih dan
melenguh-lenguh keras, entah berapa kali mereka berdua jatuh bangun tak
sadarkan diri,
Mereka merintih, mengeluh-ngeluh kecapaian ketika kerumunan lelaki
Arab itu memeras cairan kewanitaan Ayaka dan Mihiro hingga tubuh mulus
mungil kedua gadis cantik itu terkulai lemas ketika cairan kewanitaan
mereka meledak berkali-kali dan meleleh dari sela-sela belahan vagina
mereka yang terus diemut bergantian oleh beberapa orang lelaki Arab.
“HENTIKAN CUKUPPPP!!!!!“ si Arab berwajah menjijikkan terkekeh-kekeh di atas singasana empuknya.
Matanya berputar-putar liar menyaksikan tubuh mulus kedua artis
cantik itu yang tengah digumuli tanpa daya. Seluruh tubuh mulus mereka
dari wajah, ujung rambut, hingga ujung kaki penuh dengan lendir putih
pekat yang beraroma tajam. Hasan dan Halim membopong tubuh mulus Ayaka
dan Mihiro yang kuyup oleh sperma dan keringat. Ahmed pun ikut merangkak
dan naik kedalam mobil limonya. Kerumunan massa Arab perlahan-lahan
mulai membubarkan diri, ada yang pulang dengan wajah tersenyum-senyum
gembira, namun ada juga yang menghela nafas panjang karena menyesal,
tidak sempat untuk ikut mendeepthroat dan mencicipi lezatnya belahan
vagina Ayaka Komatsu dan Mihiro Taniguchi.
“Ha Ha Ha. Ha!!“ terdengar suara si gila Ahmed yang berat dan serak,
dari dalam mobil limonya, Ayaka dan Mihiro berusaha membuka matanya yang
terasa berat, nafas kedua gadis cantik itu masih terengah-engah. Mereka
merintih kemudian melenguh panjang tak sadarkan diri.
“Tidurlah Sayangggg……, Ha Ha HA HA HA, Ohhh cantik nian kedua
budak-ku, HUA HA HA HA HA HA HA HA HA…..!!!!“ perut buncit Si Arab
terguncang ketika tertawa terbahak-bahak, sebuah nyanyian yang tak jelas
terdengar berkumandang dari bibir sumbingnya.
Mobil Limo mewah itu meluncur menuju istananya.
See U Next Episode ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar